Tempe Kacang Koro: Alternatif Lokal Pengganti Kedelai
π± Tempe Kacang Koro: Jawaban Lokal atas Ketergantungan Kedelai
Indonesia dikenal sebagai negeri tempe, namun ironisnya bahan baku utama tempeβkedelaiβmasih sangat bergantung pada impor. Ketika harga kedelai melonjak, masyarakat kecil dan pengrajin tempe sering kali menjadi korban. Di sinilah kacang koro hadir sebagai penyelamat.
- Kacang koro adalah komoditas lokal kaya protein dan serat, tumbuh subur di berbagai daerah Indonesia.
- Tanaman ini berasal dari Asia dan Afrika tropis, terutama Asia Selatan, lalu menyebar ke Nusantara dan menjadi bagian dari pangan lokal.
- Melalui proses fermentasi dengan ragi, kacang koro berubah menjadi tempe padat, gurih, dan memiliki cita rasa unik yang berbeda dari kedelai.
- Kehadiran tempe koro bukan sekadar alternatif pangan, tetapi juga simbol kemandirian pangan nasional.
Dengan memanfaatkan bahan lokal, masyarakat tidak hanya mendapatkan makanan bergizi, tetapi juga ikut memperkuat rantai ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

π₯ Cara Pembuatan Tempe Koro
Membuat tempe koro tidak jauh berbeda dengan tempe kedelai:
- Rebus kacang koro Β±30 menit, tiriskan.
- Rendam 3β5 jam agar teksturnya lebih lunak, kemudian kupas kulitnya.
- Kukus kembali Β±30 menit untuk memastikan kacang matang sempurna.
- Dinginkan, lalu taburi dengan ragi tempe.
- Bungkus menggunakan daun pisang (lebih ramah lingkungan) atau plastik berlubang.
- Peram selama 2 hari hingga tempe padat dan siap diolah.
Proses ini bukan hanya teknik memasak, tetapi juga bagian dari tradisi fermentasi Nusantara yang diwariskan turun-temurun.
βοΈ Kandungan Gizi & Manfaat
Tempe koro punya keunggulan tersendiri:
- Protein tinggi β cocok untuk vegetarian dan vegan.
- Serat pangan β menjaga kesehatan usus.
- Isoflavon & antioksidan β menurunkan risiko penyakit degeneratif.
- Harga lebih terjangkau β dibandingkan kedelai impor.
Dengan kandungan gizi lengkap, tempe koro layak disebut superfood lokal.
π Harga Kacang Kedelai vs Kacang Koro (Desember 2025)
| Komoditas | Rentang Harga per Kg | Catatan Utama |
| Kacang Kedelai | Rp19.600 β Rp38.800 (eceran) / Rp14.500 β Rp49.000 (marketplace) | Harga fluktuatif, bergantung impor |
| Kacang Koro | Rp13.900 β Rp60.000 (kupas/kulit) / Rp40.000 β Rp105.000 (olahan snack) | Lebih murah untuk bahan mentah, lebih mahal bila olahan |
π Potensi Sosial & Ekonomi
Lebih dari sekadar makanan, tempe koro membawa dampak sosial dan ekonomi besar:
- Mengurangi ketergantungan pada kedelai impor β memperkuat kedaulatan pangan.
- Memberdayakan petani lokal β membuka pasar baru.
- Memperkaya pilihan protein nabati β sehat dan ramah lingkungan.
- Membuka peluang inovasi kuliner β dari gorengan tradisional hingga burger tempe koro modern.
Tempe koro adalah contoh nyata bagaimana ekonomi sirkular bekerja: bahan lokal diolah, dikonsumsi, dan menghasilkan nilai tambah yang kembali ke masyarakat.

β¨ Penutup
Koro bukan sekadar kacang. Berasal dari Asia dan Afrika tropis, kini tumbuh subur di Indonesia sebagai bahan pangan alternatif. Dengan mengolah kacang koro menjadi tempe, kita menjaga tradisi kuliner Nusantara sekaligus membangun sistem pangan yang lebih sehat, mandiri, dan berdaulat. (ds)
Bayangkan jika setiap rumah tangga, warung, dan restoran mulai menghadirkan tempe koro di meja makan. Indonesia akan dikenal bukan hanya sebagai negeri tempe, tetapi juga sebagai pionir dalam pangan berkelanjutan berbasis lokal. (ds)
Sources: Wikipedia eSkripsi Universitas Andalas