Mempersiapkan Diri Menyambut Bulan-Bulan Mulia

Masjid Istiqlal – 14 Desember 2025
Pemateri: Habib Nabiel Al Musawa

Tema Kajian

Mempersiapkan ruhiyah menjelang bulan-bulan mulia: Rajab, Sya’ban, Ramadan, dan Dzulhijjah, dengan fokus utama pada kewajiban puasa Ramadan dan makna ketakwaan.


Landasan Al-Qur’an

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
(QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menunjukkan bahwa puasa adalah kewajiban bagi orang-orang beriman, dan bukan ibadah yang baru, karena telah diwajibkan juga kepada umat sebelum Nabi Muhammad ﷺ.


Makna Seruan “Yā Ayyuhalladzīna Āmanū”

Dalam Al-Qur’an terdapat beberapa bentuk panggilan:

  • Yā ayyuhannās (wahai manusia)
  • Yā ahlal-kitāb (wahai ahli kitab)
  • Yā ayyuhalladzīna āmanū (wahai orang-orang beriman)

Panggilan terakhir adalah panggilan tertinggi, yang menunjukkan kemuliaan sekaligus tanggung jawab. Setiap ayat yang diawali seruan ini selalu mengandung perintah kebaikan atau larangan dari keburukan.


Hukum Puasa Ramadan

Puasa Ramadan adalah fardu ‘ain, berdasarkan:

  1. Al-Qur’an
  2. As-Sunnah
  3. Ijma’ Ulama

Tidak terdapat perbedaan pendapat mengenai kewajibannya.


Rukhsah (Keringanan) dalam Puasa

Allah SWT memberikan keringanan bagi:

  • Orang sakit
  • Musafir
  • Orang yang tidak mampu berpuasa
  • Wanita haid, nifas, hamil, dan menyusui

Mereka diwajibkan qadha, dan jika tidak mampu, membayar fidyah
(QS. Al-Baqarah: 184).


Puasa Umat Sebelum Islam

Puasa telah dilakukan oleh umat terdahulu:

  • Puasa Sayyidah Maryam dengan menahan bicara
  • Puasa Nabi Zakariya selama tiga hari
  • Puasa Nabi Daud: sehari puasa, sehari berbuka
  • Puasa umat terdahulu yang jauh lebih berat

Ini menunjukkan bahwa puasa Ramadan adalah bentuk rahmat dan kemudahan bagi umat Nabi Muhammad ﷺ.


Tujuan Puasa

Tujuan utama puasa adalah mencapai ketakwaan (la‘allakum tattaqūn). Puasa melatih manusia untuk menahan diri dari:

  • Hal-hal yang membatalkan puasa
  • Perbuatan maksiat
  • Segala sesuatu yang merusak hati

Ramadan dan Al-Qur’an

Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an
(QS. Al-Baqarah: 185). Rasulullah ﷺ dan para sahabat memperbanyak tilawah, tadabbur, dan pengamalan Al-Qur’an di bulan ini.


Penutup

Persiapan menyambut Ramadan bukan hanya fisik, tetapi ruhiyah. Memulai dari sekarang adalah tanda kesungguhan iman, agar Ramadan menjadi jalan menuju taqwa, bukan sekadar rutinitas tahunan.


Add a Comment