Gerak Cepat PMI: Jusuf Kalla Pimpin Solidaritas untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

PMI Hadir di Tengah Krisis

Palang Merah Indonesia (PMI) kembali menunjukkan perannya sebagai garda terdepan kemanusiaan. Di bawah kepemimpinan Jusuf Kalla (JK), PMI bergerak cepat membantu korban bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025.

Bencana ini menelan korban besar: lebih dari 753 orang meninggal dunia, 650 orang hilang, dan ratusan ribu warga mengungsi. PMI tidak hanya hadir dengan bantuan darurat, tetapi juga menyiapkan strategi pemulihan jangka panjang.


Langkah Cepat Jusuf Kalla

Sebagai Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla menegaskan bahwa PMI ditugaskan pemerintah untuk mengkoordinir penyaluran bantuan.

  • PMI memusatkan logistik di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, sebelum dikirim ke lokasi bencana.
  • JK membuka donasi nasional dengan target Rp60 miliar untuk pemulihan selama satu tahun, dengan rincian Rp20 miliar per daerah (Aceh, Sumut, Sumbar).
  • Bantuan mencakup kendaraan operasional PMI, perahu evakuasi, tenda darurat, obat-obatan, serta paket makanan siap saji.

Rincian Bantuan Operasional

PMI mengirimkan berbagai alat operasional untuk mendukung evakuasi dan pemulihan:

  • 60 mobil tangki air (20 unit di antaranya dari Sumatera Barat).
  • Puluhan ribu kompor gas untuk dapur umum pengungsi.
  • Peralatan penjernih air agar warga tetap mendapat akses air bersih.
  • 3 unit kendaraan amphibi Hagglund untuk menembus lokasi banjir dan longsor yang sulit dijangkau.
  • 120 relawan PMI diterjunkan langsung ke lokasi bencana untuk mendampingi distribusi bantuan, evakuasi, dan pelayanan kesehatan darurat.
  • Tenda darurat, obat-obatan, dan paket makanan siap saji untuk kebutuhan dasar.

Tanggapan Masyarakat

Respon masyarakat di tiga provinsi terdampak menunjukkan rasa syukur dan apresiasi:

  • Aceh: Warga Aceh Tamiang menyebut bantuan PMI sebagai “penyelamat” karena air bersih sangat sulit didapat meski banjir melimpah.
  • Sumut: Pengungsi di Batang Toru menilai mobil tangki air PMI sangat vital, terutama untuk anak-anak dan lansia.
  • Sumbar: Warga Sumatera Barat mengapresiasi distribusi kompor gas dan tenda darurat, karena dapur umum menjadi pusat solidaritas warga di pengungsian.

Secara umum, masyarakat menilai PMI hadir dengan bantuan yang tepat sasaran dan memberi rasa aman di tengah ketidakpastian.


Refleksi Darustation

Dari perspektif Darustation, langkah PMI di bawah Jusuf Kalla menunjukkan model respons kemanusiaan yang terintegrasi. Ada tiga poin penting:

  1. Kecepatan mobilisasi – pengiriman 60 mobil tangki air, 3 Hagglund amphibi, dan 120 relawan memperlihatkan kesiapan logistik yang jarang dimiliki lembaga lain.
  2. Transparansi pendanaan – target Rp60 miliar dengan pembagian per provinsi menunjukkan komitmen akuntabilitas dan fokus pemulihan jangka panjang.
  3. Solidaritas lintas sektor – keterlibatan masyarakat, relawan, dan lembaga pemerintah memperkuat jaringan aksi yang tidak hanya darurat, tetapi juga berkelanjutan.

Darustation menilai bahwa bencana di Sumatera menjadi cermin penting bagi kesiapsiagaan nasional. PMI hadir bukan sekadar dengan bantuan fisik, tetapi juga dengan strategi pemulihan yang menegaskan pentingnya kolaborasi, transparansi, dan keberlanjutan.


Kesimpulan

PMI di bawah kepemimpinan Jusuf Kalla mengirimkan 60 mobil tangki air, 3 kendaraan amphibi Hagglund, 120 relawan, puluhan ribu kompor gas, penjernih air, serta logistik dasar ke Aceh, Sumut, dan Sumbar. Masyarakat menyambut positif langkah ini, menilai PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang responsif, transparan, dan memberi harapan baru di tengah krisis. (ds)


📌 Sumber

Add a Comment