Bobby Rasyidin Jadi Nahkoda Baru KAI – Kenalan Yuk Sama Tim Lengkapnya!
|Tanggal 12 Agustus 2025 kemarin, ada kabar segar dari dunia perkeretaapian Indonesia. PT Kereta Api Indonesia (Persero) alias KAI resmi ganti nahkoda dan mengumumkan susunan lengkap direksi serta komisaris yang baru. Perubahan ini nggak main-main, karena langsung tertuang dalam SK Menteri BUMN dan PT Danantara Asset Management. Intinya, ini langkah serius buat bikin KAI semakin gesit, inovatif, dan ramah penumpang.

Bobby Rasyidin di Kursi Paling Depan
Kalau kamu sering ngikutin kabar BUMN, nama Bobby Rasyidin pasti nggak asing. Pria ini sebelumnya memimpin Defend ID, dan sekarang dipercaya jadi Direktur Utama KAI. Tantangannya jelas nggak kecil — mulai dari meningkatkan layanan penumpang, memperluas rute, sampai memastikan semua kereta tepat waktu.
Bobby nggak sendirian, dia punya tim solid yang akan mengawal berbagai lini strategis di KAI.
Tim Komisaris – Penjaga Arah Perusahaan
Said Aqil Siroj – Komisaris Utama
Endang Tirtana – Komisaris Independen
Arnanto – Komisaris Independen
Raizal Arifin – Komisaris Independen
Purnomo Sucipto – Komisaris
I Wayan Sugiri – Komisaris
Diah Natalisa – Komisaris
Mohamad Risal Wasal – Komisaris
Tim Direksi – Mesin Penggerak di Lapangan
Direktur Utama: Bobby Rasyidin
Wakil Direktur Utama: Dody Budiawan
Direktur Portofolio Manajemen & Teknologi Informasi: I Gede Damrayusa
Direktur Perencanaan Strategis & Manajemen Risiko: Wilman Hatoguan Marudut Sidjabat
Direktur SDM & Kelembagaan: Atih Nurhayati
Direktur Bisnis & Pengembangan Usaha: Rafli Yandra
Direktur Keuangan & Umum: Indarto Pamoengkas
Direktur Pengelola Sarana & Prasarana: Heru Kuswanto
Direktur Operasi: Awan Hermawan Purwadinata
Direktur Keselamatan & Keamanan: Dadan Rudiansyah
Tanggapan dari Darustation
Mohamad Sobari, penggiat transportasi publik dari Darustation, ikut memberi komentar atas formasi baru KAI ini.
Menurutnya, pergantian direksi dan komisaris adalah momentum penting, tapi yang lebih krusial adalah konsistensi dalam membenahi masalah klasik KAI.
“Jangan hanya ganti orang, tapi juga ganti cara kerja. Pelayanan penumpang, integrasi moda transportasi, dan disiplin waktu itu harus jadi fokus utama. KAI punya peluang besar kalau semua lini bekerja dengan visi yang sama,” ungkap Sobari.
Ia juga menekankan pentingnya keberanian untuk membuat terobosan, misalnya pembatasan parkir kendaraan pribadi di stasiun besar agar penumpang lebih terdorong menggunakan transportasi umum secara terintegrasi.

Harapan dan Tantangan
Publik tentu berharap banyak dari tim baru ini. Mulai dari tiket yang makin gampang dibeli, pelayanan yang makin ramah, sampai fasilitas stasiun yang lebih modern. Jangan lupa, KAI juga dituntut untuk terus adaptif sama teknologi biar nggak ketinggalan zaman.
Buat para penumpang setia kereta, mari kita tunggu gebrakan apa yang bakal muncul dari kepemimpinan Bobby Rasyidin dan timnya. Siapa tahu nanti kita bisa nikmatin layanan yang lebih cepat, nyaman, dan pastinya tetap tepat waktu.
Karena di dunia perkeretaapian, kata kuncinya cuma satu: “On Time is the Best Service!” 🚆✨