Abu-Abu yang Pura-Pura — Kini Hitamnya Terbuka: Tipikal Penjilat Kekuasaan

🖤 Ada satu jenis manusia yang selalu muncul di setiap lingkaran:
yang awalnya samar, berlagak netral, pura-pura rendah hati,
tapi lama-lama memperlihatkan warna aslinya.

Warna itu bukan putih.
Bukan abu-abu.
Tapi hitam pekat—warna khas para penjilat kekuasaan.


🌫️ Dari Pura-Pura Sopan ke Pura-Pura Setia

Mereka selalu muncul dengan gaya yang sangat rapi:
suara lembut, wajah bersahabat, tutur kata manis yang memabukkan.
Semua demi satu tujuan: mendekat ke sumber kuasa.

Awalnya mereka seolah netral.
Sangat ramah.
Penuh perhatian.

Tapi pola mereka selalu sama:

• menyembah yang kuat,
• melangkahi yang lemah,
• menghina di belakang,
• tersenyum di depan,
• berubah posisi secepat angin berputar.

Itu bukan karakter abu-abu.
Itu taktik bertahan hidup ala oportunis kelas kakap.


🖤 Sampai Hitamnya Terlihat Tanpa Filter

Ketika mereka mencium aroma jabatan, kedudukan, akses, atau kedekatan dengan orang penting,
seketika topeng mereka rontok.

Bahasa tubuh berubah.
Nada bicara berubah.
Kesetiaan berubah.
Bahkan prinsip hidup pun berubah dalam hitungan hari.

Yang paling lucu adalah ini:
Mereka menganggap diri mereka pintar memainkan peran.
Padahal semua orang yang paham dinamika manusia bisa membaca kepura-puraannya dari kilometer pertama.

Dan begitu mereka merasa dekat dengan kuasa,
mereka mulai memperlihatkan aslinya:

• memutar balik fakta,
• menjelekkan orang lain demi naik posisi,
• memanipulasi cerita,
• menebar drama kecil,
• memfitnah hal-hal remeh demi terlihat berjasa.

Hitamnya tidak bisa ditutup lagi.
Dan baunya… lebih busuk daripada kebohongan itu sendiri.


🔥 Penjilat Kekuasaan: Bukan Abu-Abu, Tapi Hitam Murni

Mari jujur:
penjilat kekuasaan bukan tipe abu-abu yang belum jelas sikapnya.
Mereka jelas, hanya saja mereka menunda memperlihatkan warna asli.

Hitamnya adalah:

• hitam ambisi,
• hitam manipulasi,
• hitam kepentingan pribadi,
• hitam yang mengorbankan siapa saja demi lebih dekat pada kuasa.

Dan mereka bangga dengan itu.
Bahkan menganggapnya “strategi” dan “kecerdikan”.

Padahal yang mereka lakukan tidak lebih dari perbuatan orang kecil hati yang kehilangan harga diri.


✨ Untungnya, Hitam Selalu Terlihat pada Akhirnya

Kelebihan hidup adalah satu:
Tuhan tidak pernah membiarkan kepura-puraan berjaya selamanya.

Penjilat itu akan tersingkap pada waktunya—
baik oleh kebodohannya sendiri,
oleh mulutnya yang terlalu sering berbohong,
atau oleh perilakunya yang tidak konsisten.

Dan ketika hitamnya terlihat jelas,
kita bisa berkata dengan tenang:

“Ah, jadi kamu memang tipe penjilat kekuasaan.
Pantas saja selama ini abu-abu kamu aneh.”

Setelah itu?
Kita tidak perlu repot.
Waktu akan menyingkirkan mereka dari lingkaran orang-orang yang tulus.

Karena satu hal pasti:

Yang hidup dari menjilat, akan tenggelam ketika kuasa tidak lagi melihat.

Add a Comment