Panduan Praktis Rekrut Direktur BUMDes

Belajar dari Pengalaman BUMDESMA Singosari

Rekrutmen Direktur BUMDes sering kali dipahami sebagai formalitas administratif. Padahal, pengalaman di banyak desa—termasuk BUMDESMA Singosari—menunjukkan bahwa kualitas Direktur sangat menentukan hidup-matinya BUMDes.

Panduan ini disusun sebagai pegangan praktis, bukan teori rumit, dengan merujuk pada pengalaman lapangan Agus Sudrikamto, Direktur BUMDESMA Singosari, yang berhasil membawa usaha desa hingga menembus pasar ekspor.


🎯 Prinsip Dasar Rekrutmen Direktur BUMDes

Sebelum masuk ke teknis, ada satu prinsip utama:

BUMDes adalah usaha milik desa, maka Direktur adalah pemegang amanah warga.

Karena itu, proses rekrutmen harus:

  • transparan,
  • partisipatif,
  • dan berorientasi jangka panjang.

1️⃣ Kriteria Utama: Integritas & Kepercayaan Warga

Apa yang Dicari?

  • Jujur dan beretika
  • Rekam jejak baik di desa
  • Dipercaya oleh warga dan perangkat desa

Cara Menilai (Praktis):

  • Minta rekam jejak aktivitas sosial/organisasi calon
  • Tanyakan langsung pada tokoh masyarakat
  • Perhatikan reputasi sehari-hari, bukan hanya CV

📌 Catatan Penting:
Orang paling pintar belum tentu paling amanah. BUMDes lebih membutuhkan orang yang bisa dipercaya.


2️⃣ Kemauan Belajar & Sikap Adaptif

Apa yang Dicari?

  • Mau belajar hal baru
  • Tidak merasa “paling tahu”
  • Terbuka pada pendampingan dan kolaborasi

Cara Menilai:

  • Tanya: “Jika usaha BUMDes gagal di tahun pertama, apa yang akan Anda lakukan?”
  • Lihat cara calon menyikapi kritik dan masukan
  • Perhatikan apakah calon mengikuti pelatihan, webinar, atau belajar mandiri

📌 Direktur BUMDes yang adaptif lebih berharga daripada yang sekadar berpengalaman.


3️⃣ Pemahaman Bisnis dan Konteks Sosial Desa

Apa yang Dicari?

  • Paham dasar usaha (biaya, laba, risiko)
  • Mengerti kondisi sosial desa
  • Mampu menyeimbangkan untung dan manfaat sosial

Cara Menilai:

  • Minta calon memaparkan gagasan usaha desa secara sederhana
  • Tanya: “Bagaimana jika usaha untung tapi menimbulkan konflik sosial?”
  • Lihat apakah calon berpikir jangka panjang

📌 BUMDes bukan usaha pribadi, tetapi usaha kolektif desa.


4️⃣ Kemampuan Membangun Jejaring & Kerja Sama

Apa yang Dicari?

  • Mampu berkomunikasi dengan pihak luar
  • Tidak tertutup atau eksklusif
  • Siap bekerja sama dengan komunitas, UMKM, logistik, dan pemerintah

Cara Menilai:

  • Tanya pengalaman membangun relasi atau kemitraan
  • Lihat jejaring yang sudah dimiliki (formal maupun informal)
  • Nilai kemampuan komunikasi, bukan gaya bicara semata

📌 Pengalaman Singosari menunjukkan: jejaring sering lebih penting daripada modal awal.


5️⃣ Konsistensi, Ketahanan Mental & Komitmen

Apa yang Dicari?

  • Tidak mudah menyerah
  • Siap menghadapi proses panjang
  • Punya komitmen waktu dan tenaga

Cara Menilai:

  • Tanya kesiapan menghadapi kegagalan awal
  • Pastikan calon tidak hanya menjadikan jabatan sebagai “pekerjaan sampingan”
  • Perjelas target dan masa evaluasi sejak awal

📌 Banyak BUMDes gagal bukan karena ide buruk, tetapi karena pemimpinnya berhenti di tengah jalan.


🧭 Tahapan Praktis Rekrutmen Direktur BUMDes

Berikut alur sederhana yang bisa diterapkan desa:

  1. Bentuk Tim Rekrutmen (Pemdes, BPD, tokoh masyarakat)
  2. Susun kriteria terbuka & jelas (bukan titipan)
  3. Pengumuman terbuka di desa
  4. Seleksi administrasi & rekam jejak
  5. Wawancara berbasis studi kasus desa
  6. Musyawarah penetapan
  7. Kontrak kinerja & evaluasi berkala

✨ Penutup: Investasi Terpenting Desa

Belajar dari BUMDESMA Singosari, satu hal menjadi terang:

Modal bisa dicari, usaha bisa diganti, tetapi kepemimpinan menentukan arah.

Jika desa ingin BUMDes-nya tumbuh, bertahan, dan memberi manfaat nyata, maka rekrut Direktur BUMDes harus diperlakukan sebagai investasi strategis, bukan formalitas.

Semoga panduan ini membantu desa-desa menyiapkan pemimpin usaha desa yang amanah, tangguh, dan visioner. (ds)

Add a Comment