Belajar Tulus Ikhlas dari Film ‘’Little Big Master’’ Saat Nobar Bersama Celestial Movies

Film yang berlantar belakang di sebuah negara Hong Kong yang sangat kental sekali dengan budaya barat terutama dari Inggris. Memang selama 100 tahun lamanya Hong Kong telah menjadi bagian dari sebuah perjanjian dengan Inggris. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa hampir seluruh sistem pendidikan dan kebudayaan menjadi sesuatu yang terpadu dengan baik antara Timur dan Barat. Inilah yang menjadikan kesan yang terdalam I Love HK Movies.

Little Big Master adalah sebuah film yang berkisah dari sebuah negeri yang maju yang berkembang pesat, namun ada sisi lain bahwa Hong Kong juga memiliki desa-desa yang menyebar di seputar wilayahnya daratan tinggi yang nampak dari awal film ini memperlihatkan sisi pedesaan dari Hong Kong. Tidak semua orang Hong Kong itu kaya tetapi di film ini memperlihatkan keadaan terendah dari penduduk Hong Kong yang berpenghasilan rendah, tentunya akan hidup dipinggir kota besar.

Celestial Movies menghadirkan film ini sebagai, film drama Hong Kong terlaris tahun ini. Menceritakan gambaran Hong Kong yang sesungguhnya dengan keanekaragaman sosial budaya. Film yang diperankan oleh aktris cantik Miriam Yeung sebagai Lui Wai-hung dan aktor ternama Hong Kong, Louis Koo sebagai Dong, film ini sangat menyentuh hati.

Dunia pendidikan menjadi sebuah kesewenang-wenagan orang tua terhadap anaknya. Ketidakmampuan anak seringkali menjadi sesuatu yang tabu pada orangtua yang terpandang dan kaya. Hal ini terlihat sekali saat Hung menjadi seorang Kepala Sekolah di TK (Taman Kanak-Kanak) yang terkenal. Orang tua murid merasa bahwa anaknya mampu berbagai pelajaran mulai belajar bahasa Inggris, Francis, kesenian dan sebagainya. Nilai yang rendah menjadi anak bosan dan merasa disudutkan oleh orangtuanya. Inilah yang terlihat bahwa guru yang jujur dan cerdas seperti Hung, menyampaikan hal tersebut dengan mengusulkan agar anak tersebut dipindahkan ke kelas biasa dari sebelumnya di kelas khusus. Tetapi sulit sekali untuk dapat dibenarkan oleh kedua orangtua murid tersebut Akhirnya dengan pertimbangan yang ada, Hung menyerah dan mengundurkan diri.

Dong dan Huang sedang merencanakan keliling Eropa
Dong dan Hung sedang merencanakan keliling Eropa

Sebuah pelajaran besar dari sebuah TK ternama dan terkenal di Kota dan keputusan yang tepat untuk mundur bukan segala-segalanya berakhir. Tetapi akan menjadi sebuah tantangan besar di lain tempat dan waktu. Hung yang didukung oleh sang suaminya Dong menjadikan hal yang terbaik bahwa dukungan orang terdekat sangatlah utama dan tepat meskipun ada penyakit tumor yang sewaktu-waktu menyerangnya. Keterbukaan antara suami dan istri adalah hal yang diperlihatkan dalam kisah film ini dengan ciri khas budaya timurnya yang selalu saling penghormati dan menghargai diantara keduanya.

Guru Hung sedang mengajarkan buat ke 5 muridnya.
Guru Hung sedang mengajarkan buat ke 5 muridnya.

Dunia lain yang jauh dipedesaan dari kota menjadikan pilihan Hung untuk memulai karirnya kembali sebagai Kepala Sekolah TK dengan hanya lima murid tentunya juga menjadi tantangan tersendiri karena dalam waktu dekat jika tidak dipertahankan para muridnya itu dapat berakibat TK akan ditutup oleh Komite Desa, yang menganggap TK itu sudah tidak berguna lagi. Memang tulus ikhlas sangat berperan sekali bagi kemajuan dari tantangan yang ada. Inilah modal kita untuk berjuang menghadapi tantangan yang luar biasa dari berbagai pihak dan ganasnya arus modernisasi dan semua orang akan selalu mengejar keuntungan tanpa memperhatikan orang lain lagi disekitar kita yang tidak mampu.

Kepala Sekolah TK, Hung bersama 5 muridnya.
Kepala Sekolah TK, Hung bersama 5 muridnya.

Penonton juga dipersembahkan lima orang murid dengan karakter dan lantar belakang yang sangat rendah ekonomi keluarga tetapi sangat besar semangat berjuang untuk mendapatkan pendidikan diantaranya, Ho Yu-ying Winnie sebagai Ho Siu Suet (Siu Suet), Keira Wang sebagai Tam Mei Chu (Chu Chu), Fu Shun-ying sebagai Lo Ka Ka (Ka Ka) dan yang menarik lagi adalah dua orang murid dengan orangtua berasal dari Asia Selatan yakni Zaha Fathima dan Khan Nayyab sebagai Kitty Fathima dan Jennie Fathima. Kelima murid ini yang bertahan untuk tetap di TK tersebut karena sebelumnya TK ini memiliki siswa-siswi yang banyak, tetapi satu persatu pindah termasuk para gurunya. Inilah kesewengan para pemangku desa yang ingin mendapatkan keuntungan besar jika TK tersebut ditutup.

Salah satu murid yang lulus dari TK
Salah satu murid yang lulus dari TK

Keberhasilan Hung sebagai Kepala Sekolah TK dengan semangat yang besar dan penuh kekeluargaan menyebabkan para orang tua dari kelima murid tersebut tetap mendukungnya sampai berakhirnya proses belajar selama satu semester. Pendekatan Hung yang tulus ikhlas juga menjadi simpati seluruh penduduk desa. Di akhir cerita ini diperlihatkan para penduduk desa bersama-sama memasukkan kembali anaknya bersekolah ke TK tersebut. Semua perjuangan yang diperlihatkan di film ini tentunya mendapatkan sebuah hasil nyata dengan keberhasilan mempertahankan TK tetap berdiri hingga sekarang. Akhirnya penonton terbawa terharu menyaksikan film ini dan sangat mirip sekali kisahnya dengan Laskar Pelangi. Hayoo…bermimpi karena mimpi itu indah.

Terima Kasih Buat Celestial Movie
Terima Kasih Buat Celestial Movie

 

Apresiasi Sastra oleh Sapardi Djoko Darmono & Dewi Lestari di Galeri Indonesia Kaya

Tidak seperti biasanya menurut petugas keamanan di depan Galeri Indonesia Kaya, para pengunjung ngantri mengular pada saat melakukan registrasi ulang di hari Kamis (8/10/2015) pada jam 18.00.sore ini. Memang saat saya mengantri belum mendaftar online di website www.indonesiakaya.com karena memang baru sehari diinformasikan oleh teman sesama blogger yang gemar puisi dan sajak. Kemungkinan tidak dapat masuk mejadi 99.99% karena kapasitas ruang pertunjukkan hanya cukup 150 orang sedangkan yang mengantri hampir melebihi kapasitas yang tersedia. Galeri Indonesia Kaya berada di Grand Indonesia, West Mall Lat 8, Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat.

Menjelang pertunjukkan dimulai akhirnya Saya hanya mendapatkan kesempatan menyaksikan melalui live streaming di luar ruang pertunjukkan. Sebuah layar tersedia dan disaksikan cukup banyak para pencinta puisi dan sajak. Dengan berdiri diterangi cahaya yang redup menambahkan hikmat saat awal pertunjukkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan bersama-sama.

Suara indah dari nyanyian yang dipadukan oleh iringan piano, tampak Dewi Lestari atau dipanggil Dee membacakan sajak-sajak indah diiringin irama musik yang bersesuaian. Kemudian sambil bernyanyi mengiringi suasana yang sejuk di malam hari. Dewi Lestari yang bernama pena Dee Lestari memulai karier sebagi penyanyi latar pada tahun 1993 mengiringi penyanyi legendaries Chrisye dan banyak penyanyi lain. Pada tahun 1995, ia bergabung denga trio ‘’Rida, Sita, Dewi’’ yang telah mengeluarkan empat album hingga akhir kebersamaan mereka pada tahun 2003.

Ki-Ka. Dewi Lestari & Sapardi Djoko Darmono ( Doc.Pribadi di Live Streaming)
Ki-Ka. Dewi Lestari & Sapardi Djoko Darmono ( Doc.Pribadi di Live Streaming)

Para penonton sungguh antusias menyaksikannya, setiap selesai sajak-sajak dan lagu-lagu yang ditampilkan selalu disambut tepuk tangan tanda gembira dan kagum. Memang menyenang jika dapat langsung menyaksikan didepan panggung. Namun diantara para penonton yang berdiri tampak seorang artis sinetron yang sempat Saya berkenalan, namanya Dinda Kanyadewi. Dia sangat menggemari sajak-sajak Sapardi Djoko Darmono. Karena beberapa waktu lalu di pameran Internasional Indonesia Book Fair (IIBF), JHCC, Senayan. Saya juga sempat menyaksikan dia dibarisan kursi paling depan panggung dengan wajah kagum mendengar tiap baris sajak yang dibacakan oleh Sapardi, yang biasa berbicara dengan gaya anak mudanya meskipun usia sudah sangat lanjut.

Berikut menjelang waktu bergulir Sapardi Djoko Damono, tampil dengan dipandu untuk menaiki tangga panggung. Usia boleh tua tetapi semangat berkarya harus tetap seperti usia muda. Enerjik dan humor menjadi bagian yang tak terpisahkan. Pak Sapardi dilahikan di Solo, Jawa Tengah pada tanggal 20 Maret 1940. Ia menulis puisi dan kemudian esai dan kritik sastra, sejak masih menjadi murid SMA. Ia telah menerbitkan sekitar 40 judul buku asli dan terjemahan antara lai n 10 buku puisi, lima novel, dua kumpulan cerpen dan belasan buku esai – asli dan terjemahan.

Sebuah sajak yang ditunggu-tunggu oleh para penonton yang ingin sekali dibacakan langsung oleh sang pujangga ini yakni,

Hujan Bulan Juni

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

Semua mendengar kagum dengan kata-kata yang pas sajak dibacakan satu persatu tiap baris dengan pasti. Sebuah pertanyaan yang dijawab juga oleh beliau adalah Kenapa judul harus seperti itu dan dijawabnya bahwa tidak ada pernah hujan di bulan Juni, sehingga para pendengar akan tambah penasarankan…., ujar Pak Sapardi.

Memang usia tidak muda lagi tetapi judul ini menjadi sebuah buku novel yang telah di lauching di bulan Juni lalu. Inilah yang menjadikan saya kagum dan gemar membaca kisah beliau dan karya. Tetap semangat dan selalu berbagi pengetahuan dengan yang muda.

Menjelang akhir acara ditampilkan penyanyi Nana Tatyana dan gitaris Gupta Mahendra, yang membawakan sajak dalam tampilan musukalisasi. Sebelum bernyanyi Nana berbicara tentang pengalamannya membuat beberapa CD musikalisasi puisi Sapardi Djoko Darmono yang sudah dikerjakan bersama musisi dan penyanyi sejak tahun 1990-an. Acara ini dilaksanakan sebagai salah satu kegiatan apresiasi sastra dan penyebarluaskan informasi mengenai kesusastraan Indonesia modern.

Berakhirnya acara pertunjukkan menjadi sebuah makna yang terus teringat dan kagum. Saat itu untuk meringankan kaki yang pegal waktu berdiri, Saya sempatkan duduk dikursi untuk menanti antrian keluar. Sambil bercerita dengan seorang wanita disamping kursi saya, ‘’…ternyata acara ini disambut hujan di sore hari di luar sana…,’’ ujarnya. Semoga dunia seni ini menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan digemari oleh generasi muda.

Inspirasi Kreatif Tokopedia, Ciptakan Peluangmu

Warna hijau menjadi dominan sekali ketika saya menghadiri acara Tokopedia di Assembly Hall Lantai 9, Bapindo Plaza, Jalan Jend.Sudirman Kab 54-55, Jakarta Selatan. Waktu menunjukkan jam 8.45 wib, ketika saya melakukan registrasi dan mendapatkan kupon undian dan godiebag dengan warna hijau. Sudah banyak peserta yang hadir baik dari blogger, media maupun dari seller tokopedia.

Apa itu Tokopedia ? mungkin ini pertanyaan sebagian orang yang belum mengenal. Tokopedia.com merupakan salah satu mal online di Indonesia yangmengusung model bisnis markerplace. Sejak diluncurkan hingga akhir tahun 2015, layanan dasar Tokopedia bisa digunakan oleh semua orang secara gratis.

Tokopedia Roadshow dengan tema Ciptakan Peluangmu, menjadi rangkaian kegiatan keliling ke kota-kota besar di Indonesia diantaranya, Bandung, Surabaya, Semarang, Makassar, Medan, Malang, Solo, Yogyakarta dan Banjarmasin. Diawali di Jakarta pada Sabtu (10/10/2015) dengan dihadiri oleh banyak peserta dan merupakan ajakkan kepada generasi muda untuk, Ciptakan Peluangmu. Pada saat itu juga dihadiri oleh Abdulah Rahim Tahir selaku CEO JNE sebagai satu perusahaan kurier untuk mengantarkan barang pesanan dari tokopedia dan juga perwakilan dari Bank Mandiri yang menjelaskan produk-produk perbankan dan menjadikan sarana pembayaran dalam bertransaksi di tokopedia serta Smartfren sebagai pendukung acara ini yang menjadikan komunikasi anda menjadi lebih nyaman. Sedikit terlewati adalah Bank BNI yang turut serta menjadi pendukung acara Tokopedia Road show yang memiliki cabang diseluruh Indonesia.

Meskipun tertunda sekitar 1 jam dari rencana acara pada jam 9.00 wib yang dibuka oleh pembawa acara yang gendut dan lucu yakni Kemal Muchtar. Sebelum acara dimulai dipersilhakan hadirin untuk memeriksa kursi yang ada stiker sebagai door prize dan juga melakukan lomba live tweet dengan mention @smartfrenworld @tokopedia dan hastag #TopedJKT15 #GoForit sehingga selama acara berlangsung hadirin dipersilahkan untuk mengirim ke media sosial baik facebook, twiteer dan instagram.

Ciptakan Peluangmu, ini akan menjadi fokus Tokopedia dalam satu tahun ke depan dengan harapan bisa menjadikan Indonesia sebagai kekuatan digital terbesar di Asia Tenggara dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat menciptakan peluangnya sendiri melalui pemanfaatan internet, demikianlah yang dikatakan Willian Tanuwijaya sebagai CEO Tokopedia.

Beberapa tokoh muda kreatif dan insipiratif dihadirkan dalam acara ini sepert Arie Kriting sebagai Stand up Comedy Indonesia, Alit Susanto sebagai Penulis Buku /Blogger dan Rizki Auliadi sebagai Salles Tokopedia. Dari ketiga tentunya tidak berbasis suka dengan berbisnis online seperti hal dengan Arie Kriting, menjadi tokoh muda yang mejadikan alternatif teman-teman dari Indonesia Timur untuk senantiasa mengembangkan kreatifitas didalam komedi dengan ide-ide dan banyolannya menjadi yang menarik dan banyak orang terhibur, meskipun diawal kariernya tidak semudah yang dibayangkan. Begitu juga dengan penulis buku Alitt Susanto, yang sukses dengan hasil karya dari penulisan buku dan dalam waktu dekat bukunya difilmkan ke layar lebar, disamping itu dia mendapatkan peran sebagai security. Menurutnya, jika kita mau berubah janganlah disitu-situ saja tetapi melakukan sesuatu.

Menyimak kisah tentang suksesnya Rizky Auliadi sebagai seller di Tokopedia adalah merupakan doa dari Ibu dimana ketika dia dalam kesulitan maka disitulah ibu selalu mendoakan anaknya supaya sukses dengan kata-kata jangan putus asah. Sukses dengan menjualan aneka macam souvenir dengan brand Evriz. Kehidupan yang dulu dilakukan apa saja baik sebagai pengamen maupun pemulung pada akhirnya dengan semangat dan terus berinisiatf dengan kreatif sehingga berhasil menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat disekitarnya. Hasil inovasinya sangat digemari oleh konsumen di Tokopedia.

Ki-Ka, William, Arie, Alitt, Sobari, Rizki & Abdull ahRahim
Ki-Ka, William, Arie, Alitt, Sobari, Rizki & Abdull ahRahim

Kisah sukses Willian Tanuwijaya dapat ditularkan kepada masyarakat di Indonesia dengan mengedukasi mengenai penggunaan internet sebagai dasar bisnis dan menginspirasikan masyarakat untuk menciptakan peluangnya sendiri demi kehidupan yang lebih baik. Ciptkan Peluangmu, menjadikan semangat untuk berbagi kepada setiap pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah) bersama menciptakan peluang yang mandiri dan sejahterah untuk bersama. Saat inilah membuka mata saya ingin  bergabung di Tokopedia menjadi seller. Acara yang bermanfaat dan tepat guna untuk selalu berusaha dengan menjaga kepercayaan.

Jangan Takut Berinvestasi Saham Di Bursa Efek Indonesia.

Hari ini (Sabtu,3/10) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengadakan Money Brunch #5 yang mengundang blogger untuk turut berpartisipasi. Lokasi BEI berada di Kawasan SCBD yang diadakan pada Jam 09.30 – 14.00. Beberapa narasumber turut serta memeriahkan acara ini. Sedikit banyak kita lebih mengenal pasar modal.

Pasar modal merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Pasar Modal menyediakan berbagai alternatif bagi para investor selain alternatif investasi lainnya, seperti: menabung di bank, membeli emas, asuransi, tanah dan bangunan, dan sebagainya. Pasar Modal bertindak sebagai penghubung. Pasar Modal bertindak sebagai penghubung antara para investor dengan perusahaan ataupun institusi pemerintah melalui perdagangan instrumen melalui jangka panjang seperti obligasi, saham, dan lainnya. Berlangsungnya fungsi pasar modal adalah meningkatkan dan menghubungkan aliran dana jangka panjang dengan “kriteria pasarnya” secara efisien yang akan menunjang pertumbuhan riil ekonomi secara keseluruhan.

Usia pasar modal Indonesia sebenarnya tidak lagi muda, sebab bangsa ini sudah mengenal pasar modal sejak tahun 1912 lalu, tegas Indrasto Budisantoso (Founder Jojonomic). Sayangnya meski berumur lebih dari seabad, belum mayoritas masyarakat Indonesia yang memanfaatkan pasar modal sebagai sarana investasi. Fakta itu terlihat dari sub rekening efek investor domestik yang tercatat, jumlahnya hanya sekitar angka 376.000 per 30 September 2013. Bandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 230 juta jiwa. Peningkatan jumlah investor domestik merupakan tantangan bagi pasar modal Indonesia. Rencana­rencana strategis pun dicanangkan, di antaranya dengan diselenggarakannya program Gerakan Cinta Pasar Modal pada tahun 2013 ini.

Menurut Arsya sebagai blogger pemilik account @sosialjunkee. Masyarakat masing belum begitu paham dengan pasar modal yang ada bahkan dia katakan baru mengetahui tentang bursa saham pada saat ini. Artinya masih banyak orang Indonesia yang tidak mengenal dan paham dengan investasi saham di Bursa Efek Indonesia. Sebenarnya sebuah kesempatan buat kita mengenal lebih jauh tentang saham ini melalui informasi yang disebarkan oleh blogger.

Daniel Tedja selaku Pres.Dir. Phillip Securities Indonesia, menjelaskan dengan adanya internet broker ini, para investor bisa melakukan semua proses transaksi tak terkecuali termasuk mengakses data dan analisa melalui komputer. Kini siapapun bisa melakukannya, dengan semakin canggihnya fitur yang tertanam di smart phone penggunaan internet broker semakin mudah dan murah. Dengan internet broker, para investor bisa melakukan investasi kapan saja dan dimana saja sesuai keinginan mereka.

Memang berbicara mengenai keuangan sangatlah membosankan tetapi menarik. Pihak penyelenggara juga beberapa permaian dan lomba twit dan instagram. Juga menebak judul film yang berhubungan dengan pasar modal. Ternyata untuk lomba live twit, saya disebut juga sebagai pemenangnya dan mendapat sebuah buku.

Tentunya pada awal acara ini juga telah disampaikan oleh Nicky Hoga sebagai Direktur Pengembangan BEI, bahwa masyarakat jangan takut untuk bermain saham di bursa efek karena dijamin oleh OJK (Otorisasi Jasa Keuangan).

Pada kesempatan ini pihak penyelenggara acara, setelah makan siang. kita diajak untuk berkeliling disekitar BEI. Tenyata baru kali pertama ini saya mengetahui adanya Meseum Sejarah Bursa Efek Indonesia. Sejarah dimulai dari masa kolonial Belanda dan dilanjutkan hingga periode kemerdekaan hingga masa kini. Tampak ada beberapa simbol binatang yang menjadi motivasi bagi para pelaku pasar uang ini. Ternyata teknologi dan informasi sangat berpengaruh bagi perkembangan bagi pelaku pasar uang. Mulai menggunaan papan tulis sampai penggunaan HT (Handy Talking) untuk proses di lantai bursa. Saatnya pelajar sekolah hingga mahasiswa harus lebih mengenal dan pihak pemerintah perlu menambahkan mata pelajaran ekonomi mengenai bursa efek. Sehingga menjadi paham dan mengerti ditingkat pelajar dan mahasiswa.

Demikianlah sekilas mengenainpasar modal dengan beberapa cara dengan program yang dilakukan oleh jojonomic dan semakin mengerti akan bursa saham dan pasar modal.

Diskusi Masalah Kereta di Beranda Kitchen – Kita Butuh Kereta.

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan informasi melalui teman sesama blogger, mengenai Obsat (Obrolan Santai) yang telah memasuki episode ke Obsat #170 yang diadakan di Beranda Kitchen, Jalan Ahmad Dahlan No.21, Jakarta Selatan yang diselenggarakan pada hari Kamis, tanggal 1 Oktober 2015 sekitar jam 19.00 wib, yang bertema, Kita Butuh Kereta. Kehadiran saya pada kesempatan ini juga sebagai ajang silaturahmi dengan teman-teman pengguna KCL Jalur Serpong khususnya dan teman-teman lainnya dari Beritagar.id

Pengguna KCL Jalur Serpong
Pengguna KCL Jalur Serpong

Acara yang digagas oleh Beritagar.id sangat menarik seputar masalah KCL (Kereta Commuter Line) Jabodetabek yang dikelolah anak perusahaan PT KAI yakni PT KCJ (KAI Commuter Jabodetabek). Hadirkan para narasumber seperti Anggara dari JakartaByTrain, Ismi P.Ismail dari @JalurSerpong dan Gusti dari @KRLmania. Moderator acara ini dibawakan oleh Wicaksono pemilik account @Ndorokakung , sehingga makin kocak dengan jeletukkannya.

Berdasarkan video yang ditayangkan, ada sebuah pertanyaan. Mengapa Kita Butuh Kereta ? Ada beberapa jenis moda transportasi yang ada seperti, Kereta, Bus dan Kapal Laut. Namun perlu dikaji berapa banyak beban penumpang dan beban barang yang diangkutnya. Hasil analisa dari Beritagar.id bahwa penggunaan bus memiliki 85% beban penumpang dan 91% beban barang, kemudian kereta memiliki 7% beban penumpang dan 0.7% beban barang, selanjutnya Kapal laut memiliki 8% beban penumpang dan 8,3% beban barang. Sehingga jika kita menimalkan penggunaan jalan raya dapat berdampak bagi pengurangan polusi udara dan jika pemanfaatan kereta tentunya daerah sekitar rel yang dilaluinya dapat ditanami tanaman penghijauan. Sejarah kereta Indonesia dimulai sejak jaman kolonial Belanda, diawali oleh Bar Sloet Van Den Beele, sebagai penggasan pembuatan jalur kereta yang pertama antara Semarang hinnga Grobongan, kemudian dilanjutkan Jakarta hingga Bogor.

Selanjutnya moderator kembali ke tema acara, Kita Butuh Kereta. Bahwa perubahan yang terjadi pada KCL Jabodetabek sejak 3 tahun ini tentunya membawa dampak peningkatan jumlah pengguna KCL, hingga tahun 2015 ini, jumlah penumpang bertambah mencapai 912.000 orang setiap harinya. Inilah yang akan dibahas oleh para narasumber.

Menurut Ismi, admin @JalurSerpong bahwa gangguan perjalanan kereta yang terjadi saat ini di Jalur Serpong adalah dampak dari lambatnya dan gangguan perjalanan KA Lokal Rangkasbitung serta KCL Jalur Maja, hal ini disebabkan masih menggunakan single track antara Parungpanjang hingga Maja, juga masih labilnya jalur di sekitar Stasiun Tigaraksa yang seringkali mengalami longsor disekitar perbukitan Cikasungka. Juga yang menjadi pembahasan yang seru di media sosial adalah gerbong KKW (Kereta Khusus Wanita). Apakah masih diperlukan gerbong KKW tersebut ? Inilah yang menjadi sangat seru dibahas karena adanya pro dan kontra diantara penumpang sendiri.

Begitu juga Anggara, admin JakartaByTrain mengatakan bahwa sampai saat ini pihak operator kereta yakni PT KAI da PT KCJ belum pernah membahas keberadaan tempat-tempat wisata yang ada disekitar stasiun. Sebuah pengalaman yang dituturkan Anggara, ketika dia berjalan di tempat wisata Kota Tua, ada dua orang turis Jerman memintanya untuk di foto, lalu bercakap-cakap dengan turis tersebut bahwa mereka belum memanfaatkan kereta karena masih bingung cara penggunaannya. Sehingga inilah yang menjadi inspirasi pembuatan website tersebut, agar menjadi petunjuk tata cara penggunaan kereta. Namun saat saya tanyakan mengenai, Apakah pihak PT KCJ merespon ide tersebut ? dijawab tidak ada.

Pembahasan terus masih seru dan dilanjutkan oleh Gusti, pengguna KCL Jalur Bogor yang merupakan anggota KRLmania. Menuturkan pengenai aktivitas dari KRLmania dengan jumlah member di media sosial yang sangat banyak karena hampir pengguna KCL Jabodetabek dari berbagai komunitas turut serta didalamnya dan berbagai kegiatan mulai dari rekreasi bersama, kegiatan bakti sosial dan juga melakukan aksi menuntut penurunan tarif yang berhasil hingga ke DPR RI.

Berbagai pertanyaan juga meramaikan acara diskusi ini yang berakhir hingga jam 21.00 wib. Mulai dari pertanyaan saya, Apakah perlu PT KAI atau PT KCJ melakukan lelang jabatan pada posisi tertentu untuk para anggota komunitas pengguna KCL ? Karena kecenderungannya pengguna KCL lebih mengetahui keadaan yang sesungguhnya dilapangan. Ini akan menjadi masukan yang terbaik buat KCL dimasa depan. Mengingat minimnya informasi yang ada pada operator kereta tersebut.

Saat acara berakhir, moderator menyerahkan tiga buah KMT (Kartu Multi Trip) bernilai Rp.250.000,- yang dibagikan buat para penanya dengan pertanyaan yang menarik. Berhubung salah satu kandidat dari Stasiun Sudimara langsung pulang sebelum acara berakhir, akhirnya saya menggantikannya dan mendapatkan KMT tersebut. Alhamdullilah, memang rejeki tidak kemana-mana dan dapat dimanfaatkan untuk penggunaan KCL setiap hari. Harapan kita semua bahwa kereta merupakan sarana yang paling favorit saat ini dan harus terus didukung oleh pemerintah dan masyarakat penggunanya. (KangObay – DaruStation).

Foto Bersama Para Pengguna KCL Jabodetabek. (Foto Doc.Beritagar.id)
Foto Bersama Para Pengguna KCL Jabodetabek. (Foto Doc.Beritagar.id)

Blibli.com & Meizu M2, Menghadirkan Smartphone Berjiwa Muda

Pada pagi hari menjelang siang sekitar jam 10.30 wib pada hari Senin (28/09/2015), Saya mendapatkan pesan bbm untuk menghadirkan acara launching Meizu M2, smartphone produk dari Tiongkok yang akan dipasarkan dengan harga Rp.1.699.000 . Acara yang diadakan di Hotel Kempinski, Jakarta sebagai pengganti teman blogger yang berhalangan hadir. Namun kesempatan itu tidak saya sia-siakan untuk hadir, meskipun terlambat 30 menit dari mulainya acara di undangan pada jam 11.30 tetapi berhubung dimulai dengan makan siang sehingga tidak menjadi masalah.

SPG Meizu M2, Memperlihatkan Hasil Gambar Selfie
SPG Meizu M2, Memperlihatkan Hasil Gambar Selfie

Memasuki ruang Bali Room, Hotel Kempinski yang berada di lantai dasar dan langsung bisa terhubung didepan Jalan M.H.Thamrim No.1, Jakarta Pusat. Saya melakukan registrasi dan bertemu teman-teman blogger lainnya dan mencari duduk, kemudian menyantap makanan yang telah tersedia. Tampak yang lainnya sedang berselfie dengan smartphone Meizu M2 dan bersama SPG (Sales Promotion Girl) yang cantik-cantik berbaju dominan putih.

Setelah selang beberapa menit, acara dibuka oleh seorang wanita pembawa acara. Dengan lincah dan semangat menyampaikan pesan tentang Meizu M2 yang merupakan smartphone terbaru dari Meizu yang didesain bagi segmen yang berjiwa muda. Tentunya tidak saja yang muda tetapi yang tua akan menjadi muda. Juga menjelaskan tentang lomba live tweet dan selfie contest dengan syarat peserta wajib follow akun twitter dan instagram @bliblidotcom dengan menyertakan hastag #YoungMuda #MeizuM2. Kemudian memperkenalkan satu persatu para tamu VIP diantaranya,

Kusumo Martanto, Chief Executive Officer (CEO) Blibli.com
Kusumo Martanto, Chief Executive Officer (CEO) Blibli.com

Kusumo Martanto, Chief Executive Officer (CEO) Blibli.com dan menjelaskan, “Hadirnya Meizu M2 menegaskan komitmen Blibli.com untuk terus menghadirkan pilihan produk berkualitas kepada konsumen online di Indonesia, tak terkecualu konsumen yang berjiwa muda yang mencari barang-barang baru, asli dan bergaransi resmi.

Blibli.com adalah e-comerce dengan konsep mal online dan terbesar yang didirikan oleh PT Global Digital Niaga (GDN), anak perusahaan dari Global Digital Prima (GDP) Ventura.

Lebih lanjut, Kusumo mengungkapkan bahwa kategori smartphone adalah kategori yang mengalami pertumbuhan pasar paling besar. Di Blibli.com penjualan di kategori ini tumbuh lebih dari 600% dari periode yang sama pada tahun lalu. Konsumen terbesarnya ada di range usia 25-35 tahun.

Ramon Kwok, General Manager of Meizu Hong Kong
Ramon Kwok, General Manager of Meizu Hong Kong

Selanjutnya Ramon Kwok, General Manager of Meizu Hong Kong, menjelaskan tentang komitmennya bahwa Blibli.com sebagai mal online pertama dan terbesar di Indonesia telah dipercaya oleh brand-brand besar untuk memasarkan produknya. Oleh karena itu, kami percaya dan yakin bahwa Blibli.com mampu membuka pintu bagi Meizu dan berkembang di pasar Indonesia.

Ross Wang, Direktur of Business Coorporation Meizu Technology
Ross Wang, Direktur of Business Coorporation Meizu Technology

Menurut Ross Wang, Direktur of Business Coorporation Meizu Technology. Meizu M2 dibuat untuk memenuhi kebutuhan konsumen “berjiwa muda”. Hal tersebut tercermin melalui disain yang stylish dan warna-warna dinamis juga dua buah kamera yang masing-masing beresolusi 13 megapixel (MP) dan 5 megapixel (MP). Lengkap dengan fasilitas rekam video dengan kualitas FULL HD dan fitur FotoNation 2.0 untuk memaksimalkan kualitas foto pada saat melakukan selfie.

Meizu M2 adalah smartphone dengan target pasar kelas menengah. Ponsel ini berbalut material plastik dengan bentang layar 5 inci beresolusi 1280 x 720 pixel. Meizu M2 menggunakan prosesor MediaTek MT6735 @1.3 GHz quad-core, lengkap dengan RAM 2 GB dan memori internal 16 GB. Kapasitas penyimpanan juga didukung slot Micro SD hingga 128 GB. Tampilan Meizu M2 didukung Flyme OS, antarmuka khusus yang digarap sendiri oleh Meizu.

Meizu M2
Meizu M2

“Sistem operasi pada Meizu M2 adalah Flyme OS dengan basis Android 5.1 Lollipop. Namun, OS kami ini lebih enteng 30 persen, dan mampu menghemat daya hingga 25 persen,” ujar Wang

Foto Bersama Blibli.com & Meizu
Foto Bersama Blibli.com & Meizu

Setelah panjang lebar menjelaskan tentang Blibli.com dan Meizu M2. Akhirnya pembawa acara meminta para tamu VIP melakukan foto bersama dan juga berselfie dengan latar belakang para media dan blogger. Selanjutnya dilakukan tanya jawab dengan 10 orang penanya. Acara Flash-Deals pada 1 Oktober 2015 merupakan kerjasama resmi Meizu dengan Blibli.com serta kerjasama 13 mitra perbankan pendukung program tersebut.

Sebelum berakhirnya acara tersebut, saya mencoba melihat 2 buah godiebag dari Blibli.com dan Meizu. Ternyata ada voucher Rp.250.000 untuk pembelian produk Meizu M2 dengan pembelian minimal Rp.1.499.000 dan berlaku hingga 1 November 2015. Tapi jangan lupa baca syarat dan ketentuannya. Blibli.com Big Choices Big Deals.

Bedah Buku ‘’Djawa Tempo Doeloe’’ di Hari Komunitas Nasional

Hari Komunitas Nasional yang diperingati pada tanggal 26-27 September 2015 yang diselenggarakan di Mezzanine Floor, Mall Kota Kasablanka. Kehadiran berbagai komunitas generasi muda berkembang begitu pesat beberapa tahun ini. Fenomena ini menandakan bahwa anak-anak muda Indonesia ingin berkontribusi untuk membuat perubahan bagi Indonesia. Indonesia Community Network konsisten untuk merayakan Hari Komunitas Nasional (HKN 2015) dengan bertemakan, Action For Nation (Mana Indonesia-Mu?)

Bedah Buku ''Djawa Tempo Doeloe''
Bedah Buku ”Djawa Tempo Doeloe”

Pada hari Sabtu (26/9), Saya mengikuti acara bedah buku tentang Jawa Tempo Doeloe, yang sebelumnya telah melakukan registrasi untuk kehadiran. Tepat pukul 15.15 WIB acara dimulai dengan menampilkan tiga orang narasumber diantaranya, Olievier Johannes Raap (Penulis Buku), Asep Kambali (Pendiri Komunitas Historia Indonesia – KHI) dan Lauren Yapp (Urban Reseaecher, Stanford University USA).

Asep Kambali (Pendiri Komunitas Historia Indonesia – KHI)
Asep Kambali (Pendiri Komunitas Historia Indonesia – KHI)

Asep Kambali atau seringkali dipanggil Kang Asep, kelahiran 35 tahun yang lalu dan lahir di Cianjur, Jawa Barat, Indonesia. Beliau adalah aktivis pelestarian sejarah dan budaya, serta pendiri Komunitas Historia Indonesia (KHI). Dengan komunitasnya, ia mengajak kembali generasi muda untuk mencintai bangsa dan negaranya melalui pemahaman dan penghargaan terhadap peninggalan sejarah dan budaya Indonesia.

Kehadiran dua orang bule sebagai narasumber tentunya sangat menarik sekali, disamping penampilan yang sederhana dengan baju batik yang dikenakan juga keduanya fasih berbahasa Indonesia. Pada kesempatan ini juga acara diselanjutkan dipandu oleh Kang Asep sehingga suasana menjadi nyaman dan tidak kaku dengan menghadirkan satu persatu narasumber berikutnya.

Lauren Yapp (Urban Reseacher, Stanford University USA).
Lauren Yapp (Urban Reseacher, Stanford University USA).

Lauren Yapp  adalah seorang wanita berkebangsaan Amerika Serikat yang juga sebagai kandidat PhD di Departemen Antropologi di Universitas Standord dan anggota Stanford Arkeologi Pusat. Penelitiannya sangat luas berkaitan dengan warisan memori dan lingkungan materi dalam lanskap perkotaan pasca-kolonial. Ketertarikkan pada jaringan transnasional yang terbentuk di sekitar inisiatif pelestarian warisan perkotaan dan efek kompleks yang proyek-proyek ini memiliki pada bahan dan dunia sosial penduduk kota. Disertasi doktor nya bertujuan untuk mengeksplorasi tema ini melalui studi etnografi dan sejarah kota warisan “revitalisasi” pekerjaan seperti yang dilakukan di tiga kota besar Indonesia, Jakarta, Bandung dan Semarang. Inisiatif seperti – yang semakin melibatkan tidak hanya pemain lokal, tetapi juga organisasi regional dan internasional, instansi pemerintah, dan teknokrat. Warisan masa lalu kolonial dan berkembangnya masa depan kota-kota, dalam hal lanskap materi, kelestarian lingkungan, dan hak-hak, kesetaraan, dan kesejahteraan masyarakat yang beragam.

Betapa lancarnya bahasa Indonesia yang ucapkan Lauren, dengan penuh semangat bercerita tentang apa saja yang sudah dilakukannya untuk penelitian dan nantinya akan bermanfaat untuk bangsa Indonesia. Namun sayang sekali karena waktu yang terbatas sehingga Kang Asep berkali-kali memberikan aba-aba agar segera berakhir. Akhirnya dengan cepat diuraikannya dan diringkas pengalamannya selama melakukan penelitian di tiga kota besar Indonesia. Selanjutnya Kang Asep mempersilahkan narasumber selanjutnya.

Olievier Johannes Raap (Penulis Buku)
Olievier Johannes Raap (Penulis Buku)

Oliver Johannes Raap atau dipanggil Mas Oli, beliau adalah warga Belanda yang lahir 49 tahun yang lalu. Lulusan Universitas di Deft dalam bidang arsitektur dan saat ini bekerja sebagai pedagang buku di Den Haag dan relawan untuk Gereja Katolik. Beberapa kali bolak balik Belanda –Indonesia dan akhirnya jatuh cinta dengan negeri yang pernah dijajahnya dan menyukai Indonesia khusunya Pulau Jawa, akhirnya belajar bahasa Indonesia, bahasa Jawa dan sejarahnya.

Oliver adalah pencinta musik klasik senang bertualang, berlayar, memasak dan penggila sejarah. Ia juga seorang kolektor sejati ribuan benda kuno yang berkaitan dengan Indonesia masa lalu, baik berupa buku, dikumen, benda seni, maupun kartu pos adalah sebagian koleksinya. Tahun 2013 diterbitkan buku pertamanya yakni Pekerdja di Djawa Tempo Doeloe, kemudian disusul buku kedua dan ketiga, Soeka Doeka di Djawa tempo Doeloe, dan Kota di Djawa Tempo Doeloe. Oliver bisa dihubungi melalui email : oli4raap@ziggo.nl

Pekerja di Djawa tempo Doeloe
Pekerja di Djawa tempo Doeloe

Meskipun waktu dibatasi sangat singkat dan Kang Asep sebelumnya memberitahukan ke Mas Oli agar berakhir pada jam 16.00. Sehingga acara bedah buku mejadi sangat singkat sekali.Buku berjudul Pekerja di Djawa tempo Doeloe, ini merupakan buku yang paling gambling menjelaskan kondisi perekonomian rakyat Jawa di masa Kolonial Belanda di masa 1890-1940an. Buku Soeka Doeka di Djawa Tempo Doeloe, merupakan koleksi ribuan benda seni, buku, dokumen, kartu pos yang berkaitan dengan Indonesia masa lampau mengajak kita memasuki mesin waktu untuk mengunjungi Jawa di era 1900-an hingga akhir masa kolonial di tahun 1940-an lewat 140 lembar kartu pos bergambar yang dikoleksinya.

Soeka Doeka di Djawa Tempo Doeloe
Soeka Doeka di Djawa Tempo Doeloe

Akhirnya waktu juga yang memisahkan waktu untuk acara bedah buku karena padatnya panggung acara di Hari Komunitas Nasional ini. Kang Asep memberikan kenang-kenangan kepada ke dua bule sebagai narasumber di acara ini. Saat diberikan pilihan topi kepada Mas Oli, beliau katakan, ‘’Saya tidak memilih topi warna Orange, karena saya tidak nasionalis’’. Hehehe….candaan Mas Oli yang sangat cinta Indonesia.

Foto bersama saat berakhir pada saat acara Bedah Buku
Foto bersama saat berakhirnya  acara Bedah Buku

Info lengkap
Follow @indohistoria @harikomunitas @penerbitkpg
http://www.komunitashistoria.com
http://www.harikomunitas.id
http://www.penerbitkpg.com

Rayuan 100 Tahun Basoeki Abdullah di Museum Nasional, Jakarta

Menjelang senja di waktu sore pada hari Senin (21/9) diselenggarkan acara peresmian pameran lukisan karya Basoeki Abdullah yang akan dibuka oleh Menteri Pendidikkan dan Kebudayaan RI, Anies Baswedan di Galeri Nasional, Museum Nasional, Jakarta. Tempat diselenggarakan acara dilakukan di auditorium atau aula yang ada dibagian bawah gedung dengan tema acara, Rayuan 100 Tahun Basoeki Abdullah dan juga merupakan usia kelahirannya.

Kuratorial Museum Basoeki Abdullah
Kuratorial Museum Basoeki Abdullah

Setelah sholat magrib di masjid yang berada di kantor Kemeninfo, yang tepat disebelah Gedung Galeri Nasional yang dibatasi oleh jalan yang tembus kebagian belakang gedung ke jalan yang menuju Tanah Abang. Setelah selesai saya segera menuju ke lokasi acara yang direncanakan pada jam 19.30 WIB. Pameran lukisan Basoeki Abdullah, diselenggarakan mulai tanggal 21 September 2015 hingga 30 September 2015. Serta saya juga ingin mengetahui lebih dalam makna tema acara tersebut.

Setiawan Djodi, Keponakan Basoeki Abdullah
Setiawan Djodi, Keponakan Basoeki Abdullah

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dengan penuh hikmah dan tampak beberapa undangan yang saya kenal seperti, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Soeharto, Wardiman Djojonegoro, Setiawan Djodi, Guruh Sukarnoputra dan juga teman blogger lainnya yang diundang untuk meliputi acara tersebut. Ternyata ruangan sudah padat sekali dengan para undangan yang hadir dan juga diundang adalah tamu-tamu dari negara lainnya. Selanjutnya disambut beberapa tarian yang dikolaborasikan dengan tarian jawa dan modern. Para seniman dari Solo ini juga menghadirkan nyanyian dan pertunjukkan melukis wajah Anies Baswedan dengan cepat.

Kurator Museum Basoeki Abdullah. Mikke Susanto & Bambang A. Widjanarko
Kurator Museum Basoeki Abdullah. Mikke Susanto & Bambang A. Widjanarko

Rayuan 100 Tahun Basoeki Abdullah, dijelaskan oleh dua orang kurator yakni Mikke Susanto dan Bambang Asrini Widjanarko,memberikan penjelasan dengan singkat. Mikke, menuturkan tujuh bab yang tampil dalam pameran ini memotret berbagai fenomena yang terjadi sepanjang karier perupa Basoeki Abdullah.
Pertama, Basoeki Abdullah dan Indonesia.
Kedua, Basoeki Abdullah dan Budaya Jawa.
Ketiga, Basoeki Abdullah dan tiga negara di Asia Tenggara. Yakni, Thailand, Filipina, dan Brunei Darussalam.
Keempat, Basoeki Abdullah dan Eropa. Kelima, Basoeki Abdullah dan Soekarno.
Keenam, Basoeki Abdullah dan Keperempuanan.
Ketujuh, Basoeki Abdullah dan Keluarga.

Mikke mengatakan Rayuan menjadi judul pameran ini karena terinspirasi dari prilaku Basoeki dalam berhubungan dengan orang lain dan memiliki jangkauan yang luas.
Dengan mudahnya dia mendapatkan subyek untuk lukisan potretnya, hingga dikenal di kancah Eropa.

Patung Basoeki Abdullah
Patung Basoeki Abdullah

“Bisa dikatakan sepanjang riset yang saya lakukan, Basoeki telah menghasilkan lebih dari 5000 karya. Seratus karya di antaranya yang dikenal masyarakat. Temanya berlimpah, seperti pemandangan alam, potret orang terkenal dan biasa, legenda, perempuan yang telanjang maupun tidak telanjang. Konsep ini yang coba kami pilah” demikian yang di katakan Mikke.

Menteri Pendidikan & Kebudayaan, Anies Baswedan
Menteri Pendidikan & Kebudayaan, Anies Baswedan

Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan. ‘’Sudah selayaknya, bangsa ini tahu siapa maestro Basoeki Abdullah. Ia tidaksaja berprofesi sebagai seorang pelukis, tetapi ia jua nasionalis yang berjasa bagi bangsa ini. Beliau tidak saja melukis untuk kepentingan dirinya sendiri atau egonya, tetapi juga, yang harus diingat, melukis tokoh pahlawan yang sepanjang waktu ini mewarnai kehidupan pendidikan kita. Wajah para pahlawan yang dilukis sebagai poster pendidikan pada tahun 80-an seperti Pangeran Diponegoro, Teuku Umar, Kartini, Jenderal Sudirman, hingga pahlawan penerbangan Adi Sucipto adalah buah tangan yang luar biasa’’.

Jasa lainnya adalah sumbangannya berupa meseum beserta isinya. Sejak sebelum meninggal, Basoeki Abdullah telah menghibahkan rumahnya sebagai museum kepada negara. Beliau memiliki visi yang baik. Dengan menghibahkan rumahnya ini, akhirnya namanya tak lekang dimakan zaman. Museum Basoeki Abdullah hingga saat ini tetap menjaga berbagai peninggalannya, bahkan kini telah mengembangkan diri menjadi contoh museum yang baik.

Lukisan Wajah Anies Baswedan
Lukisan Wajah Anies Baswedan

Malam semakin larut dan menunjukkan pada jam 21.15 WIB, acara belum berakhir saat pak menteri masih menyampaikan sambutannya. Tetapi saya pamit kepada teman disebelah saya untuk pulang berhubung saya harus bekerja pada jam 22.00 WIB. Ada beberapa kesimpulan dan rasa penasaran saya untuk datang kembali menyaksikan sejumlah lukisan asli karya Basoeki Abdullah. Hal yang menarik adalah saat menghadiri acara pembukaan ini, saya mendapatkan godiebag yang berisi beberapa buku seperti, Rayuan 100 Tahun Basoeki Abdullah, Lukisan Pemandangan Alam Keluarga Abdullah dan Basoeki Abdullah ‘’Sang Hanoman Keloyongan’’ disamping itu dapat juga sebuah poster gambar Basoeki Abdullah. Agar bisa menyaksikan kembali perlu juga dicatat alamat Museum Basoeki Abdullah yang tertulis pada brosurnya yakni, Jl. Keuangan Raya No.19, Cilandak Barat, Jakarta Selatan dan juga ada website : http:/www.museumbasoekiabdullah.com

3 Dara Fim Produksi MNC Pictures, Kisah 3 Pria Aneh

Dari awal membaca judul film ini, terbayang gambar 3 orang wanita tetapi melihat poster yang ada terpampang 3 orang wajah pria ganteng. Jadi penasarankan, coba simak baik-baik film garapan MNC pictures ini yang disutradarai, Ardi Octaviand dan Produser, Toha Essa yang rencananya akan tayang pada 23 September 2015 di bioskop-bioskop kesayangan anda. Tetapi blogger diundang untuk meriew kisah film ini pada hari Senin lalu (21/9) di Djakarta Theater pada jam 14.30.

3-Dara-200x290
Film ini menjadi kesempatan buat masyarakat Indonesia menyaksikan film buatan negerinya sendiri. Kisah lucu menjadi awal tayangan film ini yang menjadi khas adalah kehadiran Tora Sudiro yang memerankan Affandi. Seorang pria yang telah menikah 20 tahun dan memilki seorang istri yang cantik serta seorang anak perempuan yang sudah dewasa dan mandiri. Adipati Dolken berperan sebagai Jay, seorang pria ganteng yang sukses dalam kariernya yang sudah bertunangan tetapi masih menunda menikah dengan tunangannya. Serta Tanta Ginting yang memerankan Richard yang memilih LDR (long distance relantionship) agar tidak ribet dengan komitmen. Ketiganya menjadi pemeran utama film 3 Dara.

Cerita film ini dibuat oleh Nataya Bagya, yang membuat cerita film dengan tema lucu dengan sisipan sosial seperti pelecehan wanita, KDRT (kekerasan Dalam Rumah Tangga) dan kutukkan . Juga memberikan saran kepada laki laki untuk selalu menghargai wanita. Film yang diproduksi oleh MNC Pictures ini menjadikan film yang menarik karena ada pesan-pesan positif.

Terkadang kita selalu menarik kesimpulan bahwa sebuah perkataan merupakan kutukan tetapi kepercayaan (sugesti) ini menjadi sebuah akibat yang justru terjadi akibat ulah ketiganya yakni Affandi, Jay dan Richard yang merendahkan seorang wanita di bar tempat mereka nongkrong. Setelah kejadian tersebut,mereka mengalami perubahan dan menjadi sangat sensitive seperti wanita. Sehingga banyak sekali adegan lucu sepanjang film ini dan sangat seru sekali.

Media dan Blogger saat Jumpa Press
Media dan Blogger saat Jumpa Press

Film yang berbujet sekitar diatas Rp. 1 M ini atau berbujet medium, seperti yang dituturkan oleh Exeutive prodcr MNC Pictures, Affandi Abdul Rahman, yang saat itu tidak berkenan menyebutkan angka pastinya. Tentunya beliau sangat berharapagar film ini dapat mengembangkan industri film di Indonesia. Produk 3 Dara ini adalah untuk menunjukkan komitmen pada industri film untuk lebik concern dalam mengembangkan industri. Demikian yang disampaikan dihadapan media dan blogger pada saat jumpa press.

Selain itu film ini juga didukung oleh artis-artis lainnya seperti Rianti Cartwright, Melayu Nicole Hall, Shara Virisya, Ayushita, Farali Khan, Indra Birowo, Lembu Wiworojati, Hengki Sulaiman dan Fahria Yasmin. Proses produksi film ini dimulai sejak januari 2015 lalu dan syutingnya hanya memakan waktu sekitar 15 hari saja di bulan Mei. Dukungan para artis ini menjadikan film 3 Dara menjadi film yang sangat berbobot.

Bagaimana dengan kutukkan itu ? ternyata pemeran wanita bar yakni bernama Mel yang diperankan oleh Ayushita. Yang akhirnya dapat ditemukan lokasi keberadaan tempat tinggalnya. Ketiganya memohon maaf akibat ulahnya tersebut, tetapi justru Mel tidak merasakan perkataan tersebut adalah kutukkan. Tetapi memang menjadi sugesti atau kepercayaan yang dihubungkan menjadi kenyataan ini dapat diselesaikan dan akhirnya dapat kembali seperti semula dan merubah sifat dan perlakuannya terhadap perempuan.

Akhir film ini juga membuktikan bahwa sang psikolog yang diperankan oleh Rianti Cartwight adalah seorang transgender yang menjadi tempat konsultasi ke tiganya yakni Affandi, Jay dan Richard. Waahh…untung tidak terlanjur terus berkonsultasi bisa-bisa mereka bertiga bisa berubah kelamin menjadi perempuan seperi yang diusulkan sang psikolog cantik tersebut.

Hayooo…yang belum menonton dapat menyaksikan film 3 Dara ini di bioskop-bioskop di Indonesia yang akan mulai lauching pada hari Rabu, 23 September 2015. Siapkan kelucuan dan keseruan film ini.

Aplikasi Pita Pink, Kepedulian Indosat Terhadap Kanker Payudara

Hari Senin (21/09) diawal minggu ini pada pagi menjelang siang tepatnya jam 10.00 WIB, ada sebuah momen yang sangat luar biasa bagi kepedulian terhadap perempuan Indonesia. Indosat melakukan komitmen dan kerjasama dengan Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) dengan mengajak masyarakat Indonesia bergabung dalam upaya untuk saling peduli terhadap kesehatan masyarakat, khususnya perempuan untuk mencegah keterlambatan diagnose Kanker Payudara dan memperluas upaya edukasi dan deteksi dini kanker payudara. Kehadiran saya bersama teman-teman blogger lainnya menjadi kesempatan baik untuk turut serta mensosialisasikan Gerakan Kesadaran Peduli Kanker Payudara di Indonesia dengan memasang artikel tentang Kanker Payudara di blog. Sebelum acara dimulai para undangan melakukan registrasi dan memakai gelang pink yang bertuliskan Support Breast Cancer Reseach And Education.

Presdir & CEO indosat, Alexander Rusli
Presdir & CEO indosat, Alexander Rusli

Pada kesempatan itu Presiden Direktur & CEO Indosat, Alexander Rusli turut hadir dan menyampaikan salah satu komitmen Indosat, yang saat itu memakai kaos berwarna pink dengan menanggalkan warna kuning yang menjadi ikon indosat untuk menunjukkan kepedulian dan peran khusus indosat untuk turut memberikan perhatian khusus kepada perempuan Indonesia melalui pemanfaatan teknologi informasi. Kesehatan payudara tidak hanya dilakukan oleh perempuan tetapi harus juga diperhatikan oleh kaum adam, karena sudah ada penyebab kematian terjadi oleh kanker payudara yang diderita oleh laki-laki. Maka dari itu Indosat mendukung penuh Gerakan Kesadaran Peduli Kanker Payudara di Indonesia yang dilakukan oleh YKPI. Hal ini sejalan dengan semangat untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya perempuan.

Nuansa pink menjadi sebuah simbol kepedulian terhadap perempuan khususnya penderita kanker payudara di Indonesia. Bentuk dukungan nyata yang ditujukan Indosat kepada YKPI untuk Gerakan Kesadaran Peduli Kanker Payudara di Indonesia adalah meluncurkan Kartu Perdana Mentari edisi Khusus Breast Cancer Awareness dengan konten khusus Aplikasi Pita Pink. Aplikasi Pita Pink adalah aplikasi berisi informasi untuk mengetahui semua tentang payudara mulai dari pencegahan, pengobatan, mendeteksi sejak dini kanker payudara, informasi rumah sakit spesialis dan klinik hingga tips menjaga kesehatan tubuh untuk menghindari kanker payudara juga bisa didapat dari aplikasi. Aplikasi Pita Pink mulai dapat di unduj pada tanggal 1 November 2015 bertepatan dengan puncak acara memperingati Gerakan Kesadaran Kanker Payudara di Indonesia yaitu Program fun running Indosat Mentar- Sketcher Pink Ribbon Go Run – Go Walk.

Aplikasi Pita Pink
Aplikasi Pita Pink

Dengan mengandalkan 68 juta pelanggan Indosat diharapkan dapat dilakukan sosialisasi melalui pesan pendek atau sms sehingga masyarakat khususnya pengguna Indosat dapat mengatahui gerakan tersebut dan disamping itu juga dapat diharapkan penggunaan Aplikasi Pita Pink dapat memberikan kemudahan kepada pelanggan untuk mengakses langsung dari smartphone dimanapun dan kapanpun tentang pentingnya kesadaran diri untuk mencegah Kanker Payudara.

Yayasan yang menaungi penderita kanker payudara di Indonesia adalah YKPI (Yayasan Kanker Payudara Indonesia) yang sebelumnya bernama YKPJ (Yayasan Kanker Payudara Jakarta) yang didirikan pada tanggal 19 Agustus 2003 sebagai organisasi nir-laba yang merupakan mitra pemerintah untuk menggalakkan kegiatan peyuluhan dan penanggulangan kanker payudara di Jakarta. Berhubung di Indonesia kanker payudara menduduki peringkat 2 (dua) terbanyak setelah kanker rahim. Sayangnya mayoritas kanker payudara di Indonesia ditemukan pada stadium lanjut ketika peluang mencapai kesembuhan kecil. Padahal peluang pasien kanker payudara mencapai kesembuhan 98% bila terdeteksi dini dan diobati secara medis.

Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia, Linda Agum Gumelar
Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia, Linda Agum Gumelar

Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), Linda Agum Gumelar, menjelaskan bahwa YKPI sangat optimis atas komitmen dan kerjasama dengan PT Indosat yang mendukung Gerakan kesadaran Kanker Payudara di Indonesia dengan meluncurkan Kartu Perdana mentari edisi khusus Breast Cancer Awarnes serta Konten Pita Pink yang sarat dengan informasi tentang Kanker Payudara.

Dukungan blogger juga sangat berperan untuk memberikan informasi mengenai kanker payudara melalui media sosial dan juga dapat berkunjung ke kantor sekretatiat YKPI yang berada di Wijaya Grand Center Blok H No. 9 Jl. Wijaya II Kebayoran Baru, Jakarta Selatan atau di RS.kanker Dharmais Jl. Letjen S. Parman Kav.84-86, Jakarta Barat. Juga dapat melihat masalah kanker payudara di website : www.ykpi.or.id motto YKPI adalah Saling jaga Saling Peduli.

Press Conference
Press Conference