Penghargaan Anugerah Pewarta Wisata Indonesia 2019

Sekitar 2 hari sebelum acara, saya di kabari melalui WhatsApp oleh Staff Biro Komunikasi Publik Kemenpar RI untuk menghadiri acara Anugerah Pewarta Wisata Indonesia (APWI) 2019. Dengan senang hati, saya menyambut kabar tersebut, karena ini juga sebagai silaturahmi saya dengan teman-teman media dan kenalanlainnya di Kemenpar RI.

Melalui TDB (Tau Dari Blogger) hadir 4 blogger sesuai undangannya dan menghadiri acara Penghargaan APWI 2019 pada hari Rabu (2 Oktober 2019) di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona,
Kementerian Pariwisata Indonesia.

Sekitar jam 12.00 WIB suasana pada
saat itu kurang kondutif karena di depan Jalan Merdeka Barat, telah ditutup karena adanya aksi demo di beberapa tempat seperti Istana Merdeka, Gedung Mahkaman Konstitusi (MK) dan beberapa tempat lainnya yang memang berada tidak jauh di sekitar Monas (Monumen Nasional).

Agenda yang sudah tersusun dengan baik tentunya terlaksana dan keamanan di luar berlangsung tertib sehingga sesuai rencana
yang telah di atur, meskipun begitu saya tetap koordinasi dengan teman-teman lainnya karena sesuai undangan, acara di mulai pada jam 13.30 WIB

Lomba APWI 2019 diadakan dengan dua tema besar, yaitu Millennial
Tourism dan 5 Destinasi Super Prioritas. Kompetisi diikuti peserta
masing-masing kategori yaitu Majalah 28 karya, Surat Kabar 40 karya, Televisi 73 karya, Blog 92 karya, Media Online 117 karya, dan Kategori Khusus 79 karya dan satu kategori Best of The Best.

Sekretaris Kementerian Pariwisata,  Kurleni Ukar menambahkan,
pemberian penghargaan APWI 2019 merupakan bentuk apresiasi Kemenpar kepada para pewarta pariwisata atas karya tulisan dan tayangan televisi terbaik mereka seputar Millennial Tourism sebagaimana tema utama dan Destinasi Super Prioritas yang mendapat perhatian khusus pemerintah.

Millennial tourism adalah pariwisata untuk generasi milenial yang menuntut penggunaan digital (digital experience) dalam segala aspek mulai dari inspirasi (mendapat ide berlibur), melakukan riset dan
perencanaan liburan, mem-booking pesawat dan hotel, berada di airport, sampai tiba di destinasi dan menikmatinya (selfie). 

Para pewarta dan Blogger yang pernah memiliki pengalaman datang ke destinasi yang memanfaatkan digital sebagai daya tarik atau meliput penggunaan digital dalam ekosistem industri pariwisata, jangan
lupa menuangkan pengalaman kalian dalam feature yang menarik.

Berikut daftar pemenang APWI 2019

Pemenang Kategori Blogger APWI 2019

Juara Satu: “The Kaldera, Pintu Milenial Tourism di Toba” karya Ang Tek Khun

Juara Dua: “Terjebak di Antara Dua Dimensi Waktu de Tjolomadoe” karya Sukma Mustika Aji.

Juara Tiga: “Jelajah Budaya dan Sejarah Dalam Jogja Cross Culture Wisata Yang Cocok Buat Milenial” karya Arinta Setiasari.

Juara Harapan Satu: “Mencoba De Loano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat Borobudur” karya Ardian Kusuma.

Juara Harapan Dua: “Taman Bunga Sampai Tempat Angker, Serunya Berburu Destinasi Instagramable” karya Fahrio Rizaldi Abror.

Pemenang Kategori Cetak Majalah APWI 2019

Juara Satu: “Vakansi Visual” karya Kurniadi Widodo dan Christian Rahadiansyah.

Juara Dua: “Ekspresi Imajinasi Ala Milenial” karya Dody Wiraseto.

Juara Tiga: “Semarang” karya Andri Syahreza.

Juara Harapan Satu: “Berebut Pasar Pelancong Milenial yang Seksi” karya Sri Niken Handayani.

Juara Harapan Dua: “Wisata Milenial di Jogjakarta” karya Harry Purnama.

Pemenang Kategori Media Cetak Koran APWI 2019

Juara Satu: “Nge-Vlog” di Dataran Tinggi Dieng” karya Arief Suharto”.

Juara Dua: “Jelajah Hutan Anggrek Nan Kekinian” karya Briyanbodo Hendro.

Juara Tiga: “Menggenggam Promosi Digital, Menggaet Wisman Milenial” karya Fadhil.

Juara Harapan Satu: “Lukisan Warna Bumi Anoa” karya Saiful Rijal Yunus.

Juara Harapan Dua: “Kenalkan Waktu Ulo dan Pegon Melalui Vlog dan Blog” karya Bagus Supriadi.

Pemenang Kategori Media Online APWI 2019

Juara Satu: “Bius Tujuh Destinasi Kekinian Bandung” karya Edi Sutrisno.

Juara Dua: “Pesona Cinta dari Teluk Jering” karya Muhammad Amin.

Juara Tiga: “Mengincar Wisatawan Milenial dengan Warisan Dunia” karya Miko Elfisha.

Juara Harapan Satu:“Melepas Penat Sejenak di Kafe Tengah Hutan Kota Jakarta nan Instagramable” karya Dinny Mutiah.

Juara Harapan Dua: “Mencari Permata Tersembunyi di Yogyakarya” karya Silvita Agmasari.

Pemenang Kategori Media Televisi APWI 2019

Juara Satu: “MenyusuriJejak Kolonial ala Milenial, program Geopark Indonesia, INEWS”.

Juara Dua: “I Love Jakarta, program Journey, Metro TV”.

Juara Tiga: “Wisata Milenial Bandung Juara, program Jalan-Jalan! Kompas TV”.

Juara Harapan Satu: “Surga di Ujung Timur Nusantara, program Destinasi Liputan 6, SCTV”.

Juara Harapan Dua: “Surga Nomad di Pulau Dewata, program Inside Indonesia, CNN Indonesia TV”.

Pemenang Kategori Khusus APWI 2019

Juara Satu: “Melirik Wisata Nomadik Labuan Bajo, program Inside Indonesia, CNN Indonesia TV”.

Juara Dua: “Jalan Jalan! Horas Menjuah-juah, program Jalan-Jalan! Kompas TV”.

Juara Tiga: “Pesona Kawasan Wisata Mandalika, program CNN Indonesia News, CNN Indonesia TV”.

Juara Harapan Satu: “Bukit Holbung Danau Toba karya Yuki Anggia Putri”.

Juara Harapan Dua: “Mengakrabi Romantisme Borobudur Nan Penuh Teka-Teki karya Hannif Andy Al
Anshori”.

click Pemenang Best Of The Best APWI 2019

Surga Cantik dari Indonesia Timur, program Travel Addict, GTV.

Lima Blogger Indonesia meraih penghargaan pada ajang Anugerah
Pewarta Wisata Indonesia (APWI) 2019. Satu orang merupakan blogger kompasiana, yang sering disebut kompasianer. Dan empat lainnya blogger dengan blog TLD (top level domain). Seperti yang disampaikan oleh  Guntur Sakti, Plt Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar RI,“Kategori Blogger bisa diikuti oleh siapa saja walaupun bukan berlatar belakang jurnalistik karena blog adalah sebuah tulisan sehingga artikel adalah nyawa yang paling penting. Selain kualitas tulisan yang mudah dipahami dan blog memiliki bahasan yang sangat mendalam.”

Untuk lebih detailnya siapa sajakan pemenang dari Kategori Blogger dan apa saja yang diceritakan.

1. Ang Tek Khun

Urutan pertama kategori blogger,  Ang Tek Khun mengangkat tulisan berjudul The Kaldera, Pintu Millennial Tourism di Toba.

Dengan tutur kata khasnya, pria yang akrab disapa Pak Khun ini,
menceritakan keindahan Danau Toba dan The Kaldera Toba Nomadic Escape yang sempati dikunjungi oleh Presiden RI Jokowi.

2. Aji Sukma

Di urutan kedua,  Aji Sukma yang menceritakan Pabrik Gula Colomadu yang didirikan tahun 1861 yang disulap menjadi obyek
wisata.

Berjudul ‘Terjebak di Antara Dua Dimensi Waktu De Tjolomadoe‘, tulisannya menceritakan primadona
baru di tengah geliat wisata Solo Raya.

3. Arinta Setia Sari

Di urutan ketiga,  here Arinta Setia Sari,
blogger Yogyakarta menceritakan pengalamannya saat jelajah budaya dan sejarahsekaligus berwisata ala milenial di acara Jogja Cross Culture 2019.

Kamu bisa baca tulisannya di sini, Jelajah Budaya dan Sejarah dalam JOGJA CROSS CULTURE, Wisata yang Cocok Buat Milenial.

4. Ardian Kusuma

Urutan keempat,  Ardian Kusuma bercerita tentang
pengalamannya menjajal DeLoano Glamping setelah melihat konten akun Instagram @deloano_glamping.

Asyik juga membaca ceritanya. Mencoba DeLoano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat Borobudur.

5. Fahrio Rizaldi Abror

Di urutan kelima,  Fahrio Rizaldi
Abror
 membeberkan beberapa tempat wisata instagrammable di Bali. Menarik juga untuk disimak.

Coba saja baca tulisannya yang berjudul Taman Bunga Sampai Tempat Angker: Serunya Berburu Destinasi Instagramable di Bali.

Menpar Arief Yahya memberikan apresiasi penyelenggaraan APWI 2019 karena diharapkan dapat memacu para pewarta pariwisata dalam membuat karya dalam tulisan atau tayangan yang menginformasikan kepada wisatawan tentang berbagai kegiatan yang terkait dengan
unsur 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas).

Unsur 3A dianggap sebagai unsur penting dalam mendukung daya saing destinasi pariwisata yang saat ini harus mengikuti tren era digital dengan kunjungan wisatawan didominasi dari generasi
milenial.

Menurut dia, media sebagai komponen Pentahelix (akademisi, industri, komunitas, pemerintah, dan media) mempunyai peran strategis dalam memajukan kepariwisataan nasional.

Penyelenggaraan Anugerah Pewarta Wisata Indonesia (APWI) memiliki media value yang tinggi sehingga dinilai efektif untuk mempromosikan kebijakan strategis Kementerian Pariwsata (Kemenpar) dan destinasi wisata di Tanah Air.

Oleh sebab itu, pihaknya tak segan meningkatkan anggaran untuk
hadiah yang diberikan, di mana pada 2017 hadiah yang diberikan Rp200 juta, pada 2018 naik menjadi Rp300 juta, dan 2019 meningkat signifikan menjadi Rp500 juta.

“Hadiahnya relatif besar. Tapi Media Value APWI 2019 bisa
mencapai Rp15 miliar. Jauh lebih tinggi dari anggaran yang kami berikan,”
 ujar Menpar Arief saat acara Anugerah Pewarta Wisata Indonesia (APWI)

Lebih lannjut ia mengatakan, “Ilmunya media valuenya tinggi,
dan eskposurenya besar sehingga sangat membantu promosi sesuai tema yang tetapkan, dan tahun depan kami akan naikkan menjadi Rp1 miliar dengan tema Tourism 4.0”.

Jadi buat blogger jangan kuatir untuk terus bereksperiman dan memberikan artikel yang menarik untuk terus menyampaikan pengalamannya diblognya sehigga pembaca akan tertarik dan
akan mengunjungi daerah wisata yang diinginkan oleh para wisatawan. Karena artikel blogger lebih detail, lengkap dan dapat direkomendasikan. Salam TAU DARI BLOGGER (ms)

Diterbitkan oleh

DaruStation

berkembang dengan terencana

Tinggalkan Balasan