The Atjeh Connection by Sarinah Gelar Launching Buku “Jejak Setapak Di Tanah Rencong” Terbitan Maslamah Publishing.


The Atjeh Connection by Sarinah Gelar Launching Buku “Jejak Setapak Di Tanah Rencong” Terbitan Maslamah Publishing.

 

Sebuah kesempatan pada hari Rabu (28/02/2018) dapat hadir di Book Launch & Book Talk “Jejak Setapak Di Tanah Rencong” yang di selenggarakan di Restoran dan Kafe The Atjeh Connection by Sarinah yang berada di Gedung Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat di lantai 2. Waktu yang sangat tepat bagi Saya sebagai blogger TDB (taudariblogger.info) yang juga seorang pekerja dan tentunya disibukkan dengan pekerjaan rutin, namun pada kesempatan ini Saya bisa libur dan meluangkan waktu agar bisa hadir dan bertemu dengan teman-teman di Maslamah Publising yang merupakan penerbit dari buku ini yakni dengan Kak Aida, Kak Risma dan Kak Hendrico.

Berkat Tuhan YME akhirnya bisa menyaksikan acaranya dan Saya dapat mengenal berbagai kalangan terutama yang mendukung lauching buku ini, terutama dengan penulisnya langsung Siti Rahmah. Tetapi yang menarik sekali ketika beberapa hari sebelumnya saat berkunjung ke Sarinah, Saya sempat milihat dan mendapatkan brosur makanan dan minuman yang tersaji di The Atjeh Connection dan menurut Saya ini sangat menarik sekali, apalagi menu makanan dan minuman Aceh tidaklah aneh lagi bagi warga Jakarta seperti Mie Aceh dan Kopi Gayo. Juga Saya dapat bertemu dan mengenal langsung pemilik dari Kafe ini yakni dengan Amir Faisal. Menurut beliau, kehadiran Kafe nya merupakan yang ke enam.

Hadir 20 menit sebelum dimulai pada pukul 16.00 WIB dan ini merupakan komitmen Saya yang selalu tepat waktu sesui janji untuk dapat hadir mulai dari awal acara. Dimana acara dibuka oleh Kak Risma selaku moderator dan dilanjutkan dengan pembacaan doa dan beberapa rangkaian acara sambutan yang dilakukan oleh Amir Faisal, selaku tuan rumah The Atjeh Connection, Aida, selaku founder Maslamah Publishing. Semua ini dapat lebih mengenal satu sama lain yang turut mendukung. Tidak ada orang yang bisa kerja sendiri tetapi kerja itu  harus bersama dan dengan kebersamaan itulah keberhasilan mudah diraih.

Mengupas cerita dibalik buku Jejak Setapak di Tanah Rencong yang dilakukan oleh Siti Rahmah tidak sebuah pekerjaan mudah, karena ini merupakan fakta sejarah yang harus di konfirmasikan langsung dengan parah tokoh-tokoh yang ada di dalam buku ini dan terlibat langsung. Salah satu tokoh yang hadir adalah Abdullah Puteh, mantan Gubernur Aceh yang sejak proses awal penulisan ini penulis selalu mendapatkan dukungan penuh olehnya bahkan hingga ke Jakarta pada saat itu narasumber harus menjalankan proses hukum di sebuah lembaga pemasyarakatan di Jakarta dan Bandung. Memang bukan pekerjaan mudah yang dilakukan oleh penulis. Kita dapat rasakan betapa lama hingga buku ini dapat diterbitkan oleh Maslamah Publishing. Ujian demi ujian selalu di dapatkan oleh penulis, namun tekad kuat akan keberhasilan untuk menyelesaikan karya sejarah bagi Aceh khususnya dan Indonesia pada umumnya menjadi bukti bahwa kita akan menjadi bangsa yang besar.

Abdullah Puteh yang dalam buku Jejak Setapak Di Tanah Rencong ini biasa dipanggil dengan sebutan Pak Lah merupakan orang yang sangat konsen dengan semangat Siti Rahmah, karena memang sedikit sekali orang yang mau mengenal sejarah dengan melakukan penelitian Sejarah Daerah Operasi Militer  (DOM) di Aceh. Sejarah juga mencatat betapa besar dan hebatnya Aceh dalam sejarah telah mencatat bahwa hanya Aceh lah yang bisa bertahan dari penjajahan Belanda dan sejak masa Kerajaan Samudra Pasai, Aceh telah mempunyai duta besar di luar negeri seperti di Negara Turki. Dari masa ke masa Aceh selalu berjuang untuk keadilan di negeri nya sendiri.

Sebuah lambang kebesaran Indonesia yakni MONAS (Monumen Nasional), seperti yang di ceritakan oleh Abdullah Puteh yang berada tepat di ibukota Jakarta merupakan hadiah untuk Republik Indonesia adalah emas yang berada dipuncak monumen tersebut. Betapa besar sekali jasa-jasa para tokoh Aceh untuk Republik Indonesia. Dan ini juga harus dapat di tulis oleh para penulis sejarah agar tidak terlupakan oleh generasi penerus bangsa. Sedikit Pak Lah bergurau kepada Siti Rahmah, saat menceritakan pengalaman penulis meminta keterangan dimana kesibukkan beliau pada saat menjadi Gubernur Aceh yang selalu di sibukkan dengan urusan Aceh pada masa diberlakukannya Daerah Operasi Militer (DOM). Beliau harus bolak balik Aceh – Jakarta bahkan harus melakukan pertemuan di luar negeri.

Buat teman-teman yang penasaran ingin membaca buku Jejak Setapak di Tanah Rencong dapat membeli langsung ke toko buku atau dapat juga menanyakan informasinya di 0813-6002-9529 Maslamah Publishing

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>