DSC05711

Menhub Resmikan KRL Lintas Bekasi – Cikarang Dan Kunjungi Jalur KA Bandara Soetta


Menhub Resmikan KRL Lintas Bekasi – Cikarang Dan Kunjungi KA Bandara Soetta.

Penulis. M.Sobari

Setelah tiba keluar tol Bekasi Timur dari awal keberangkatan rombongan kami di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan RI, Jalan Medan Merdeka Barat No.8 pada sekitar pukul 10.30. Dengan menggunakan minibus berkapasitas 12 orang yang terdiri dari media, blogger dan youtubers .Melewati BTC (Bekasi Trade Center) di Jalan Juanda, Bekasi yang tidak terlalu jauh keberadaan Stasiun Bekasi Timur yang sedianya akan di resmikan oleh Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan RI pada Sabtu, 7 Oktober 2017 jam 14.00 tampak beberapa spanduk di jalan terlihat memberikan petunjuk akan adanya acara peresmian ini. Yang juga terlihat tenda putih yang berada persis di tengah-tengah halaman stasiun yang segera resmikan dan hari Minggu, 8 Agustus 2017 segera digunakan oleh masyarakat dengan juga di fasilitasi oleh Pemkot Bekasi kendaraan feeder untuk menuju ke terminal Bekasi yang berjarak 300 meter.

Peresmian Stasiun Bekasi Timur dan KRL Bekasi – Cikarang

Stasiun Bekasi Timur

Stasiun Bekasi Timur

Sebelum peresmian saya sempatkan berkeliling Stasiun Bekasi Timur terlebih dahulu. Sesuai informasi bahwa pembangunan stasiun ini dimulai pada bulan Februari 2015 dengan perkiraan jumlah penumpang perhari sekitar 45.000 orang. Fasilitas penunjang stasiun, antara lain:
a. lahan parkir;
b. peron sepanjang 270 meter yang dapat mengakomodir 1 rangkaian KRL dengan 12 kereta;
c. Closed Circuit Television (CCTV) dan ticketing gate;
d. lift yang diprioritaskan bagi lansia dan penyandang disabilitas;
e. petunjuk informasi kereta bagi penumpang, petunjuk jalur masuk dan keluar stasiun;
f. denah lay out stasiun, serta petunjuk jalur evakuasi.

Fasilitas yang sama juga tersedia di Stasiun Cikarang. Memang ada beberapa stasiun yang di antaranya Stasiun Tambun dan Stasiun Cibitung yang juga segera di gunakan.

Walikota Bekasi Rahmad Effendi

Walikota Bekasi Rahmad Effendi

Peresmian Stasiun Bekasi Timur dan mulai beroperasinya KRL Bekasi – Cikarang pada jam 15.30 dengan berangkatnya KRL dari Stasiun Cikarang ditandai dengan penekanan tombol sirene yang dilakukan bersama oleh Menhub RI Budi Karya S, Perwakilan Dubes Jepang Konzoi Honsei, Plt. Dirjen Perkeretaapian Umiyatun Hayati Triastuti, Dirut PT KAI Edi Sukmono dan Dirut PT KCI M. Nurul Fadhila serta Walikota Bekasi Rahmad Effendi. Inilah bukti nyata komitmen Pemerintah dalam penyediaan prasarana transportasi massal yang handal, aman, dan nyaman. Pengembangan jaringan dan peningkatan pelayanan di lintas Bekasi – Cikarang ini selain ditujukan untuk memperpanjang lintas pelayanan KRL dari Bekasi ke arah Cikarang juga ditujukan untuk memisahkan lintas utama kereta api jarak jauh dan menengah dari lintas angkutan kereta api commuter line Jabodetabek. Dengan demikian, frekuensi perjalanan KRL bertambah, kapasitas angkut juga meningkat.

Suasana Peron Stasium

Suasana Peron Stasiun

Masyarakat sekitar Stasiun Bekasi Timur sangat antusias sekali menyaksikan  terutama anak-anak melihat kehadiran Menhub RI bersama rombongan menaiki KRL, terlihat ini sungguh sangat gembira sekali. Meskipun mereka berdiri di antara reruntuhan rumah yang di jadikan pembebasan lahan. Pembangunan prasarana perkeretaapian lintas Bekasi – Cikarang adalah hasil kerjasama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang melalui kontrak Paket B1 untuk pekerjaan Elektrifikasi lintas Bekasi – Cikarang yang ditandatangani pada tahun 2012, dengan nilai kontrak sebesar Rp 2,3 Triliun. Ruang lingkup kontrak tersebut meliputi:
a. pembangunan drainage dan jembatan, penggantian rel dan bantalan;
b. pekerjaan elektrifikasi seperti penggantian catenary di Manggarai dan pemasangan baru catenary lintas Bekasi – Cikarang;
c. pembangunan Stasiun Bekasi Timur, Stasiun Cibitung dan Stasiun Cikarang sisi selatan;
d. penambahan 4 (empat) substation / gardu listrik aliran atas baru di Buaran, Cakung, Bekas Timur, dan Cikarang;
e. Pekerjaan sinyal – telkom berupa pergantian sistem persinyalan SSI menjadi K5B (Kyosan). Switch Over sistem persinyalan untuk lintas Cakung-Cikarang telah dilaksanakan pada 7 Juni 2017 dan untuk lintas Manggarai-Jatinegara telah dilaksanakan pada 30 September 2017 yang lalu;
f. Keunggulan dari sistem persinyalan ini adalah penggunaan redundant system 2-out-of-2 sehingga akan meningkatkan kehandalan sistem persinyalan di Stasiun Manggarai dan Stasiun Jatinegara. Sistem persinyalan yang baru ini dapat melayani tingginya peningkatan frekuensi perjalanan kereta saat ini.

Peresmian pengoperasian KRL lintas Bekasi – Cikarang dan Stasiun Bekasi Timur dipastikan berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan mobilisasi masyarakat Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan sekitarnya, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan sosial, memberikan pilihan moda transportasi masal yang aman, nyaman dan terjangkau bagi masyarakat dan mengurangi kemacetan akibat meningkatnya volume kendaraan.

KA Bandara Soetta Dan Stasiun Batu Ceper.

Tiba di Stasiun Manggarai

Tiba di Stasiun Manggarai

Setelah tiba di Stasiun Manggarai sekitar 30 menit perjalanan dilanjutkan mengguna KA Bandara Soetta yang di kelolah oleh PT Railink berikut beberapa stasiun. Tanpa Dirut PT Railink Heru Kuswanto menyambut kehadiran Menhub yang sedianya segera melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Batu Ceper. Inilah pengalaman baru bagi saya juga untuk pertama kalinya merasakan naik KA Bandara Soetta. Terlihat interior dalam kereta yang nyaman dan diantara kursi tersedia USB untuk pengisian baterai handphone. Menurut Heru Kuswanto, bahwa uji coba operasi KA Bandara oleh Menhub ini bertujuan untuk melihat kesiapan KA Bandara Soekarno-Hatta, baik dari sisi sarana maupun pembangunan infrastruktur terkait.

Suasana KA Bandara Soetta

Suasana KA Bandara Soetta

Masyarakat sebentar lagi sekitar bulan November 2017 akan mendapatkan pilihan moda transportasi menuju Bandara Soekarno Hatta dengan ketersediaannya KA Bandara Soetta yang segera beroperasi. Dengan harga tiket di kisaran Rp.100.000 hingga Rp.150.000 dengan fasilitas premium. Mulai dari tempat duduk yang nyaman, full AC, wifi high speed, sampai dengan fasilitas toilet mirip di pesawat untuk setiap kereta. Dengan kapasitas sekali angkut berjumlah 272 penumpang dari tiap rangkaian yang terdiri dari enam kereta. Tak terasa sekali ternyata sudah 55 menit perjalanan, sambil memperhatikan tiap sudut kereta ini, akhirnya kita sampai di Stasiun Batu Ceper.

Rombongan TDB di Stasiun Batu Ceper

Rombongan TDB di Stasiun Batu Ceper

Perjalanan telah sampai di Stasiun Batu Ceper, setelah itu rombongan melanjutkan perjalanan juga bersama Menhub RI dengan menggunakan KA Wijayakusuma. Inilah yang dari dulu sangat saya inginkan untuk naik, akhirnya kesampaian juga. Kami menuju lokasi dimana proyek ini masih berlangsung dikerjakan. Tepatnya di daerah Tanah Tinggi sepanjang 2 km di ketinggian 9 meter, proyek pemadatan tanah dan juga pemasangan rel akan segera di kerjakan.

Menhub Budi Karya S Bersama Anak-Anak

Menhub Budi Karya S Bersama Anak-Anak

Ini yang kedua kalinya saya saksikan dalam sehari ini  masyarakat terutama anak-anak sangat senang bertemu Menhub RI beserta pejabat lainnya. Terlihat anak-anak di rangkulnya. Sambil meneriakkan, Indonesia….Indonesia…Indonesia…lalu.disambut angkat tangan gembira anak-anak. Pendekatan ke masyarakat ini terus dilakukan oleh pemerintah yang lokasi saat itu berada di Kota Tangerang. Pembangunan ini terus dilakukan, agar pada saatnya nanti masyarakat setelah proyek KA Bandara selesai, bisa merasakan manfaat dan tidak di rugikan bahkan menjadi semangat untuk berperan membangun dan bermanfaat kelak di masa depan.

Suasana Stasiun Sudirman Baru

Suasana Stasiun Sudirman Baru

Setelah semua selesai rombongan kembali lagi menuju Stasiun Batu Ceper, namun Menhub dan pejabat lainnya terus melanjutkan dengan menggunakan KA Wijayakusuma dan rombongan lainnya menggunakan  KA Bandara Soetta yang sementara stabling di Stasiun Tangerang kembali menuju Stasiun Batu Ceper menjemput rombongan lainnya menuju Stasiun Manggarai. Kami semua menaiki KA Bandara Soetta dan terdengar suara adzan magrib dari handphone saya yang menunjukkan bahwa hampir menjelang jam 6 sore dan rombongan kami yang di Koordinasi kan oleh Mas Franky turun di Stasiun Sudimara Baru dan sekaligus melihat perkembangan pembangunan stasiun yang sudah 90% selesai. Akhirnya selesai sudah seluruh rangkaian acara hari ini dan harapan saya semoga segera di resmikan oleh Presiden RI Joko Widodo tepat pada waktunya.

Sahabat TDB (taudariblogger.info)

Sahabat TDB (taudariblogger.info)

Tinggalkan Balasan