IMG_20170926_121544_HDR

Mengenal Yos Suprapto, Pelukis Realistis dan Sejarahwan


Mengenal Yos Suprapto, Pelukis Realistis dan Sejarahwan.

Entah mengapa setelah memasuki halaman Galeri Nasional pada hari Senin (26/9) yang berada tepat bersebrangan dengan Stasiun Gambir, Saya bersama istri mengunjungi lokasi tempat pameran tunggal lukisan Yos Suprapto. Memang pada hari yang sama juga ada pameran patung, namun arah tujuan kami beralih ke sisi kanan dari pintu masuk. Suasana siang sangat terik meskipun beberapa wilayah di Jakarta terjadi mendung bahkan gerimis.

Galeri Nasional

Galeri Nasional

Suasana Galeri Nasional tampak sepi hanya beberapa orang yang hilir mudik dan beberapa anak sekolah yang lewat, sepertinya pada bagian belakang ada bangunan Sekolah Dasar (SD). Saya memasuki arena pameran lukisan yang terlebih dahulu mengisi registrasi dengan urutan nomer 1038. Ini menandakan bahwa sudah banyak yang datang ke pameran lukisan ini. Meskipun sepi tetapi pada hari tertentu peminatnya cukup banyak.

Dewi Laut

Dewi Laut

Memasuki ruangan pertama dengan beberapa lukisan yang besar dengan warna-warna yang cerah yang dominan. Meskipun saya tidak begitu paham sekali dengan jenis lukisan tersebut. Namun perlu saya sadari bahwa semua keindahan dari sebuah karya seni menunjukkan kepolosan dan apa adanya dari sang pelukis. Saya coba memahami makna tersebut salah satunya adalah lukisan dengan judul Dewi Laut. Yaa..tentunya lukisan wajah seorang Menteri Kelautan dan Perikanan, Ibu Susi Pudjiastuti.

Kami berjalan lagi ke beberapa ruangan yang cukup luas dengan beberapa lukisan yang dipajang di beberapa sisi dinding yang ada. Memang perlu pemahaman yang sangat luas untuk dapat memahami dengan baik dan benar. Tapi saya dan istri tetap berusaha untuk terus melihat beberapa lukisan tersebut. Yaa…seni adalah sesuatu yang dapat dinikmati dan dirasakan. Hingga pada bagian ruang yang terakhir terdapat lukisan seorang wanita dengan judul Meja Bundar. Lukisan polos tanpa busana namun di tutupi oleh kain hitam dibagian tertentunya. Nahh…ini semua perlu dipahami dengan baik, apa maksud dan maknanya.

Pameran Tunggal Karya Yos Suprapto

Pameran Tunggal Karya Yos Suprapto

Setelah semua lukisan kami lihat, lalu kami menuju pintu keluar dan saat itu juga bertemu seorang pria tua dengan usia sekitar 60 tahunan dengan ciri khas ikat kepala dari Jawa. Akhirnya kami bertemu dengan pelukisnya sendiri yakni Yos Suprapto. Terlihat sekali wajahnya penuh memahami sejarah yang luas dan juga dapat menceritakan maksud dari beberapa lukisan yang sempat saya kurang pahami. Dengan penjelasan beliau, akhirnya sedikit demi sedikit saya pahami Karena semua terkait dengan kejujuran.

Foto Ki-Ka, M.Sobari, Yos Suprapto dan Fauziah

Foto Ki-Ka, M.Sobari, Yos Suprapto dan Fauziah

Yos Suprapto, saat ini sudah pensiun dari dosen sosiologi di Australia dan hobby melukis. Melukis yang beliau geluti dimulai sejak masa Sekolah Menengah Atas (SMA). Hingga kini lukisannya cukup banyak dengan 30 lukisan yang terpajang dipameran tunggal ini dan juga beliau katakan ada beberapa yang dijual. Disamping itu kami juga berbicara luas hingga tentang sejarah Indonesia, sejak jaman Kerajaan Sriwijaya, Singasari dan Majapahit hingga peradaban dunia. Semua pertanyaan besar yang kenapa dan apa sebab hancurnya masa kejayaan tersebut. Pertanyaan dan jawaban dari kami yang terus menerus menjadi semua makna sejarah yang harus ditafsirkan. Karena waktu jua lah, akhirnya kami berpisah dan mohon pamit dari Sang Pelukis Realistis dan Sejarahwan, Yos Suprapto.

 

Beberapa lukisan karya, Yos Suprapto.

Screenshot_2017-09-27-10-59-47_com.miui.videoplayer

Screenshot_2017-09-27-10-59-02_com.miui.videoplayer

Screenshot_2017-09-27-10-58-51_com.miui.videoplayer

Screenshot_2017-09-27-10-58-47_com.miui.videoplayer

Silahkan follow IG @mohamad_sobari

https://www.instagram.com/p/BZff7_tD2Uq/?r=wa1

Tinggalkan Balasan