IMG_20170829_165306_HDR

Asal Mau Kita Bisa Bekerja Bersama Membangun Transportasi Publik Untuk #UbahJakarta

Asal Mau Kita Bisa Bekerja Bersama Membangun Transportasi Publik Untuk #UbahJakarta

Keinginan untuk membangun transportasi publik yang massal dan berteknologi sudah sejak dari dahulu Indonesia lakukan. Namun seiring dengan perkembangan jumlah penduduk dan penyebaran penduduk yang sangat padat dan tak merata hampir di seluruh kota besar khususnya di ibukota Jakarta maka harus terus menerus dikembangkan dengan teknologi dan kesiapan warganya untuk berubah. Sejarah panjang transportasi publik yang ada di DKI Jakarta dan sekitarnya atau biasa kita sebut Jabodetabek menjadi sangat diharapkan oleh seluruh warga Jakarta khususnya dan pada umumnya di sekitar Jakarta seperti, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Terutama mereka yang secara rutin bekerja di Jakarta pulang pergi.

Sekilas mengulas pengalaman saya dalam menggunakan transportasi publik dan dimulai sejak tahun 2011 sebagai pengguna aktif Kereta Api (KA) Rangkasbitung – Tanah Abang karena bekerja di sekitar daerah Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Transpormasi Kereta Api Indonesia yang di mulai oleh Dirut PT KAI, Ignatius Jonan di era Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) menjadi perubahan yang sangat cepat. Memang semua pengguna KA/KRL (Kereta Rel Listrik) pada masa itu tidak siap dengan penataan Kereta Api yang lebih baik di Pulau Jawa khususnya di Jabodetabek. Saat itu juga saya aktif menjadi mediator untuk masyarakat pengguna KA Rangkasbitung di Stasiun Daru (Kabupaten Tangerang), beberapa kali di tahun 2012 terjadi aksi pemblokiran KA yang berdampak luas bagi para pengguna lainnya tidak bisa beraktifitas dan juga arus transportasi angkutan barang yang di angkut oleh Kereta Api menjadi terganggu yang berdampak luas bagi perekonomian. Namun dengan berbagai mediasi yang dilakukan terus menerus akhirnya kemajuan sudah dapat dirasakan pada masa sekarang. Asal mau kita bisa…..

Tentunya penggunaan teknologi yang tepat guna dan berdampak bagi kemajuan transpotasi publik harus terus menerus dikembangkan dengan baik dan juga tepat. Sehingga dampak dari besarnya arus pengguna transportasi publik dari Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi yang menumpuk di Jakarta harus perlu di carikan solusinya seperti integrasi antar moda sehingga setelah turun dari KA atau KRL harus ada transportasi yang berkelanjutan….yaahhh memang saat ini tersedia Angkutan Online, Bus TransJakarta, Taxi dan lain-lain yang semua ini sudah menjadi harapan namun masih kurang dapat dirasakan.

Kehadiran MRT yang telah dimulai pembangunannya pada tahun 2013 sebagai transportasi publik yang berbasis rel yang dapat di harapkan dapat menjadi pilihan lain buat warga Jakarta dan sekitarnya dan juga mengurangi kendaraan pribadi yang sudah sangat padat dan berpolusi. Bayangkan jika ini terus terjadi udara kotor Jakarta akan berpengaruh bagi kesehatan. Semangat kerja yang selalu menjadi slogan Kerja, Kerja dan Kerja di era Presiden Joko Widodo berdampak luas bagi kita untuk selalu bekerja bersama dengan semangat tinggi bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Jika saya rasakan selama ini sebagai pengguna transportasi publik, sudah mulai terasa baik dan banyak pilihan. Namun untuk tahun ini kita harus berusaha menahan kesabaran karena ada beberapa titik kemacetan saat ini seperti pembuatan underpass di Mampang, Matraman, Lebak Bulus dan flalyover di Bintaro (melewati perlintasan KA). Jadi ini kemauan kita juga untuk maju agar bersabar dan juga di bulan September tahun ini juga akan di terapkan pembatasan kendaraan roda dua di di Jalan Sudirman dan Jalan Rasuna Said. Eehhmm…..asal sabar kita bisa maju.

Beberapa tahun ke depan kita akan merasakan akan ada integrasi moda lainnya seperti KA Bandara Soekarno Hatta, LRT (Light Right Transit) Cibubur – Cawang atau Kelapa Gading – Velodrom, Pulomas dan juga MRT fase pertama Lebak Bulus – Bundaran HI dan pastinya semua butuh kemauan, kesabaran dan semangat untuk maju. Kebanggaan ini menjadi bukti bahwa Indonesia adalah negara besar. Sejak dulu dari jaman Presiden Soekarno, Soeharto, Habibie, Gus Dur dan Megawati, selalu memperjuangkan agar kita selalu berada di atas dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Harapan agar pembangunan ini terus berkelanjutan dengan perencanaan dan bertahap serta berkesinambungan.

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta sebagai perusahaan yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan tugas pembangunan rute MRT, serta kesiapan SDM (Sumber Daya Manusia) dan juga TOD (Transit Oriented Development). Tentunya memberikan informasi kepada masyarakat dengan adanya kunjungan ke lapangan tiap hari Kamis dan sejauh mana proggres yang sedang berlangsung. Harapan yang dapat di rasakan agar semua ini dapat terwujud sesuai waktunya dan segera dapat di rasakan oleh masyarakat. Asal mau kita bisa bekerja bersama #UbahJakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>