Ayo Ke Sarinah. Pusat Belanja Tradisional & UKM Indonesia.

Ayo Ke Sarinah. Pusat Belanja Tradisional & UKM Indonesia.
Setelah beberapa saat saya menggunakan angkutan kota bus Transjakarta dari Halte Pondok Pinang menuju Jalan MH Thamrin dan tepat sekali di Halte Sarinah bus berhenti dan saya langsung menuju ke Gedung Sarinah dengan menelusuri Jembatan penyebrangan orang (JPO). Dan saat hendak turun tangga bertemulah dengan beberapa teman-teman komunitas “Publik Transportation” yang juga berkantor di Lantai 12 Gedung Sarinah. Cocokkan lokasi ini sebagai “Meeting Point” tempat kumpul yang nyaman bagi komunitas. Memang saya juga sering kali meeting dan berkumpul di lantai 12. Namun kali ini saya menuju lantai 10, dimana berlokasi kantor pusat PT Sarinah.

Kali ini Komunitas Sahabat TDB (tau dari blogger) bersama Kak Aida mengadakan Workshop tentang Sarinah pada Hari Selasa, 30 Mei 2017 di Ruang Arjuna, Gedung Sarinah lantai 10 dengan President Director PT Sarinah, GNP Sugiarta Yasa. Beliau dengan ramah menjelaskan tentang PT Sarinah. Tau kah kamu…bahwa PT Sarinah adalah salah satu BUMN yang ada di Indonesia, berarti berada dalam Kementerian BUMN RI. Melihat perkembangan sejarah panjang dari Sarinah, tentunya kita akan selalu mengkaitkan dengan orang nomer satu pada saat itu yakni Presiden Soekarno.

go Sarinah adalah pusat perbelanjaan setinggi 74 meter dan 15 lantai yang terletak di Menteng, Jakarta. Gedung ini mulai dibangun pada tahun 1963 dan diresmikan pada tahun 1967 oleh Soekarno. Sarinah adalah pusat perbelanjaan pertama di Indonesia dan juga pencakar langit pertama di Jakarta. Nama Sarinah berasal dari nama pengasuh Soekarno pada masa kecil dan pertama digagas oleh Soekarno, menyusul lawatannya ke sejumlah negara yang sudah lebih dulu memiliki pusat belanja modern. Hal ini juga dimaksudkan Soekarno untuk membuat pusat perbelanjaan untuk memenuhi kebutuhan rakyat mendapatkan barang-barang murah tetapi dengan mutu yang bagus. Sarinah merupakan warisan panjang sejarah perdagangan produk tradisional Indonesia bermutu tinggi sejak 1962. Saat ini memiliki tiga gugus bisnis yakni Ritel, Perdagangan dan Property.

Presiden Direktur PT Sarinah & Direktur Ritel Bisnis
Presiden Direktur PT Sarinah & Direktur Ritel Bisnis

Dilanjutkan penjelasan berikutnya oleh Direktur Bisnis Ritel, Lies Permana Lestari. Di tengah masyarakat yang selalu berubah, komitmen untuk membantu UKM dan komunitas lokal tidak berubah. Berbagai upaya untuk mendukung pebisnis lokal mencapai kesuksesan seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Upaya tersebut hanya menjual produk ritel namun juga termasuk membuka peluang untuk memperluas jaringan dan ekspansi bisnis melalui metode komunikasi modern. Sarinah memasuki fase yang menggembirakan untuk beberapa tahun kedepannya, berfokus untuk semakin membangun hubungan yang erat dengan generasi muda Indonesia.

Setelah semua selesai bertanya jawab dengan management PT Sarinah. Selanjutnya kita melakukan foto bersama. Terlihat beberapa orang yang saya kenal dari management PT Sarinah diantaranya Bu Margy dan Pak Budi di bagian marketing. Suasana ramah dan kekeluargaan menyambut kehadiran kita semua. Semangat berbagi informasi dengan Sahabat TDB menandakan adanya ketertarikan bahwa kita semua harus menjalin komunikasi bahwa produk tradisional dan UKM Indonesia menjadi pilihan dan menjadi dambaan masyarakat Indonesia.

Ukiran Tangan
Ukiran Tangan

Selanjutnya kita di arahkan untuk melihat langsung produk tradisional dan UKM di lantai 5 di Gedung Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta. Di lantai 5 ini kita dapat saksikan berbagai kerajinan tangan Indonesia dari pengrajin UKM seperti wayang, perak, kayu dan batu. Teman-teman blogger di jelaskan oleh pihak PT Sarinah, asal usul berbagai kerajinan yang dijual belikan. Selanjutnya kami semua di ajak menujut ke lantai 4 dimana di sana di jual batik ikat dan kain tenun tangan serta lainnya. Tentunya Sarinah menjadi agen bagi produk Indonesia untuk terus dapat di pasarkan ke manca negara.

enter site Kehadiran blogger TDB yang diprakarsai oleh Kak Aida. Berharap agar blogger dapat menyampaikan informasi melalui media sosial dengan seluas-luasnya. Bersama 18 blogger, kami terus menyampaikan harapan agar keberhasilan promosi dapat kita rasakan bersama dengan hesteg #SarinahItuKeren

Peran Jurnalis Film & Pusbangfilm Dalam Menjaga Kearifan Lokal Film Indonesia

Peran Jurnalis Film & Pusbangfilm Dalam Menjaga Kearifan Lokal Film Indonesia.

go to link Indonesia adalah negara besar yang berada diantara dua samudera dan dua benua dengan letak yang sangat strategis tentunya akan banyak masuk budaya dari berbagai bangsa ke Indonesia. Juga sebagai negara kepulauan yang memiliki belasan ribu pulau baik besar maupun kecil serta berbagai bahasa dan dialek daerah yang sangat banyak serta budaya tiap daerah yang beraneka ragam. Namun ada kesempatan ini di hari Rabu, 24 Mei 2017 kami dari Komunitas Sahabat TDB (taudariblogger) diundang hadir untuk Dialog Film Nasional bersama Forum Wartawan Hiburan (Forwan) dan Pusbangfilm, Kemendikbud yang bertemakan “Kearifan Lokal Sebagai Kekuatan Film Indonesia Di Tengah Penetrasi Budaya Asing”. Diskusi ini di adakan di Hotel Santika, KS Tubun Jakarta.

Sahabat TDB
Sahabat TDB

Kearifan lokal seperti kita ketahui merupakan dasar dari lahirnya sebuah kebudayaan yang berdasarkan asimilasi dan evolusi antar masyarakat setempat, dengan kondisi alam setempat, kemudian menjadi sebuah masyarakat dan mengembangkan persamaan elemen dalam masyarakat tersebut menjalani kehidupan mereka hingga akhirnya terbentuklah kebudayaa mereka. Sebelum acara di mulai yang sedianya dilangsanakan jam 9.00 pagi, saya bersempatan dan berkenalan dengan teman-teman jurnalis film dan juga peserta dari mahasiswa salah satunya dari UIN (Universitas Islam Negeri) Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan. Mereka bersama lima mahasiswa lainnya turut serta meramaikan jalannya diskusi ini, salah satunya bernama Arini, dia mengatakan baru pertama kali ikut serta dan sangat berharap agar ada diskusi ini lagi untuk dapat turut serta berpartisipasi menjaga kearifan lokal sebagai kekuatan Film Indonesia di tengah penetrasi budaya asing.

Narasumber Dialog Film Nasional
Narasumber Dialog Film Nasional ko

Dalam diskusi ini, saya sangat tertarik dengan pembicara Tino Saroenggalo, dalam pembahasan ini beliau sangat aktif sekali menjelaskan berbagai hal tentang kearifan lokal yang terkandung di dalam Film Indonesia. Tentunya pembahasan yang menarik harus di lanjutkan di diskusi lainnya karena membahas permasalahan bangsa tentunya harus kontinyu dan berkesinambungan serta harus dilakukan kita bersama.

Salah satu dampak dari perkembangan telekomunikasi dan transportasi dunia yang begitu pesat ini adalah interaksi antar negara menjadi sangat cepat. Artinya interaksi antar budaya antar bangsa juga semakin tinggi. Apalagi dengan perkembangan dunia digital yang tercermin dalam berbagai platform termasuk internet dan media sosial. Perlindungan budaya menjadi semakin rentan kalau pemerintah tidak bisa memperkuat kebudayaan bangsa sendiri, baik secara nasional akan maupun lokal.

Acara diskusi ini semakin seru karena adanya forum tanya jawab, dimana para peserta ini sangat aktif untuk berdiskusi bagi perkembangan perfilman Nasional. Peran jurnalis Film, sangat dibutuhkan sebagai media promosi yang akan bisa mengangkat seniman, artis dan juga para figuran lainnya untuk dapat terlibat dalam memajukan kearifan lokal dalam Perfilman Indonesia. Acara diskusi inipun merupakan apresiasi dan peran jurnalis Film dalam menghadapi penetrasi budaya asing. Melalui Mas Yayo dan Mas Kicky dari Forum Wartawan Hiburan (Forwan) sangat aktif berperan dalam terselenggara diskusi ini.

Tino Saroenggalo, menyampaikan beberapa pesan melalui tulisannya yang dibagikan kepada peserta dialog film Nasional yang membahas mulai dari Kearifan Lokal, Perekaman = Pelestarian, Film = Alat Cegah, Perkembangan Film dan Peran Pemerintah. Semua dibahas dengan baik didalam tulisan yang disampaikannya dan juga dalam uraian yang di sampaikan sebagai narasumber. Beliau sangat menguasai forum diskusi ini dengan baik dan juga memahami permasalahan yang terjadi dan harus dihadapi jangan basa basi.

Maman Wijaya, Ketua Pusbangfilm, Kemendikbud
Maman Wijaya, Ketua Pusbangfilm, Kemendikbud

Pada akhir sesi pertama ini, saya berkesempatan mewawancarai Maman Wijaya, Ketua Pusbangfilm (Pusat Pengembangan Film) Kemendikbud, bersama dengan teman-teman blogger dan jurnalis lainnya. Beliau menyampaikan, “Konkretnya kita akan menyesuaikan peraturan-peraturan yang sudah ada dan masih perlu penyesuaian. Kemudian yang belum ada peraturannya kita buat. Kita juga akan mendorong pengusaha untuk membuat bioskop dengan bekerja sama dengan pemerintah daerah. Kualitas film juga harus ditingkatkan”.

Pemerintah melalui Pusbangfilm menyampaikan dukungannya melalui,
1. Regulasi melalui pelayanan yang cepat, tepat dan tanpa pungutan biaya.
2. Juga peningkatan kompetensi perfilman melalui workshop atau lokakarya yang di selenggarakan pemerintah dan masyarakat.
3. Appreasi melalui penyelenggaraan festival yang dilakukan oleh masyarakat dan komunitas di daerah.

Dalam menghadapi kearifan lokal dan penetrasi budaya asing, perlunya Film di lihat dari 2 sisi
1. Alat Penetrasi Budaya
2. Cerminan Budaya
Film dapat di gunakan sebagai propaganda untuk kearifan lokal kepada dunia Internasional. Film juga harus banyak, menarik juga syarat lainnya harus di tonton. Pemerintah juga membantu dalam menerjemahkan atau translate bahasa asing ke bahasa Indonesia.

Narasumber lainnya, Ichwan Persada juga menyampaikan di dalam tulisan yang dibagikan kepada peserta tentang, “Film Indonesia di Tengah Gempuran Penetrasi Budaya Asing Sebuah Catatan”. Fenomena yang paling menonjol pada kurun waktu ini adalah terjadinya proses globalisasi yang disebut Alvin Toffler sebagai gelombang ketiga. Setelah berlangsungnya gelombang pertama dalam bidang Agrikultur dan gelombang kedua dalam bidang Industri. Globalisasi menjadi sebuah keniscayaan yang tak bisa dihindari lagi.

Harapan kami sebagai masyarakat, agar senantiasa kita turut serta berperan dalam rangka memajukan perfilman nasional dan turut serta menonton di bioskop yang ada, agar kemajuan ini juga dapat di tingkatkan kualitas film dan promosinya dengan baik. Kita percaya kearifan lokal kita masih tetap terjaga dengan baik, jika kita mau bersama mencegah gempuran penetrasi budaya asing. Yuk….Semangat Merah Putih dan Pancasila harus kita perjuangkan agar persatuan dan kesatuan NKRI tetap terjaga dengan baik karena semua tertuang dalam kearifan lokal yang terjadi terus menerus di Indonesia.

 

Foto Bersama Forwan
Foto Bersama Forwan

“Mari Bangkit dan Buktikan Kita Berarti.” Launching Aplikasi Tony Q

Mari Bangkit dan Buktikan Kita Berarti

(Refleksi Launching Aplikasi Tony Q memperingati Harkitnas 2017)

 

…yo ayo berdiri tak perlu saling mencaci;
Ayo ayo berdiri bangsa lain menjelajah galaksi;
Ayo ayo berdiri bangkit jangan tidur lagi;
Ayo ayo berdiri buktikanlah kita berarti…

 

Lirik di atas adalah sepenggalan lagu berjudul Wake Up yang diciptakan Tony Q Rastafara tahun 2009, yang juga sekaligus menjadi lagu tema pada acara Launching Aplikasi Tony Q pada hari Sabtu 20 Mei 2017, pukul 20.20 wib di Studio Port Hang Lekiu Jakarta. Lagu tersebut diangkat kembali untuk mengingatkan kita semua bahwasanya Kebhinekaan yang ada di Indonesia haruslah tetap Tunggal Ika. Tidak saling menjelekkan satu sama lain, tidak saling berkompetisi negatif dan saling menjatuhkan. Tetapi bagaimana kita semua bisa bersinergi saling bersatu dalam kepelbagaian dan membangun untuk kemajuan negeri ini. Bangsa lain sudah jauh melangkah di depan, sudah saatnya kita terbangun dan membuktikan bahwa kita semua berarti.

IMG-20170523-WA0003

Launching aplikasi sekaligus peringatan Harkitnas 2017 ini dihadiri Tony Q Rastafara sendiri dan tim, dan beberapa tim kerja yang terlibat dalam pembuatan aplikasi Tony Q yakni tim dari SiBisnis, Kasni Film Indonesia, dan Kinarya Desa Raharja. Acara dimulai pukul 20.00 wib dan ditayangkan langsung streaming di Aplikasi Tony Q, LDTV serta Fanpages dan Youtube Tony Q Rastafara. Turut hadir juga beberapa band musik para sahabat Tony Q dan diliput juga oleh beberapa media cetak dan online.

Tony Waluyo Sukmoasih yang populer dengan nama Tony Q atau Tony Q Rastafara lahir di Semarang, Jawa Tengah, 27 April 1961. Beliau adalah pelopor musik Reggae di Indonesia yang mengembangkan karakter musik tersendiri, serta memasukkan unsur etnik tradisional dan sering mengangkat tema khas Indonesia dan nilai-nilai nasionalisme. Penggunaan alat-alat musik tradisional seperti misal Gamelan, Kendang, Tamburin, Sitar, sampai Terompet Reog sering mewarnai alunan musik dalam lagu-lagu Tony Q. Bisa disimpulkan dari sisi lirik, penggunaan alat, dan isi musik Reggae Tony Q Rastafara adalah berjiwa nasionalis. Maka tak heran untuk peluncuran aplikasinya pun dipilih tanggal 20 Mei 2017 sekaligus sebagai peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Tumpeng sebagai simbol ungkapan syukur dan peluncuran aplikasi ini pun berwarna Merah Putih, yang adalah warna Bendera NKRI.

Untuk versi awal aplikasi ini mempunyai beberapa kanal pilihan yakni TV Streaming, Video on Demand, Radio Streaming, Berita, Merchandise, Jadwal Acara, Bisnis Manteman, dan Info Karir. Untuk versi pengembangannya sedang dimatangkan bersama-sama antara Tony Q Rastafara Manajemen bersama dengan tim kolaborasi pembuat aplikasi tersebut. Diungkap oleh Tony Q pada acara launching tersebut bahwa tujuan dari aplikasi ini adalah untuk menjadi wadah silaturahim antar komunitas fans Tony Q Rastafara yang bernama Manteman. Harapannya agar Manteman sebagai bagian dari bangsa Indonesia bisa semakin solid, semakin meng-Indonesia, dan semakin mempererat tali persaudaraan. Gagasan dari aplikasi ini bersifat mempersatukan dalam dunia digital, meningkatkan komunikasi dua arah antara seorang artis dan fansnya sekaligus juga menghadirkan solusi untuk bertumbuh bersama. Baik itu solusi komunikasi, solusi informasi, maupun solusi bisnis (solusi bisnis kolaborasi dengan SiBisnis). Semua terintegrasi dan lengkap di dalam aplikasi ini. Meski demikian tim kolaborasi pun menghimbau untuk jika ada masukan dikirimkan ke sosmed official Tony Q Rastafara manajemen agar supaya bisa terjadi terus proses pengembangan dan peningkatan kualitas serta layanan.

Akhir kata, harapannya dengan aplikasi ini Tony Q Rastafara bersama dengan Manteman turut berkontribusi pada kemajuan dan pembangunan bangsa Indonesia dari sisi komunitas industri lagu (berbasis fans artis), untuk bisa bangsa Indonesia untuk semakin kuat dan berdikari. Semoga juga dengan aplikasi ini turut memajukan industri musik Reggae di tanah air dan memperkenalkan karya-karya anak negeri ke manca negara.
Video dan streaming Launching Aplikasi Tony Q Rastafara (tujuan, gagasan, filosofi, dan penjelasan fitur).

https://www.youtube.com/watch?v=lWbUOwEs9ck

Rayakan Harkitnas Aplikasi Tony Q Diluncurkan

Rayakan Harkitnas aplikasi Tony Q diluncurkan

Berawal dari testimoni kepuasan Tony Q Rastafara terhadap fansnya (dikenal dengan nama Manteman) yang membludak di beberapa konser di Indonesia pertengahan tahun 2015 lalu; Tony Q mempunyai ide kepada kami bagaimana fans Manteman bisa terangkat bersama-sama secara ekonomi dan bisa lebih terjadi engagement dua arah antara Tony Q Rastafara sebagai seorang artis Reggae dengan fansnya, – demikianlah latar belakang aplikasi ini dibuat seperti kata Didik Kurdianto perwakilan dari Tony Q Manajemen. Maka sejak dari bulan Februari lalu sampai dengan pertengahan Mei 2017 dibuatlah aplikasi ini.
Tony Q Rastafara (https://id.wikipedia.org/wiki/Tony_Q_Rastafara) adalah pelopor musik Reggae di Indonesia yang memasukkan banyak unsur etnik tradisional dan mengangkat tema-tema khas Indonesia serta nilai-nilai nasionalisme. Untuk versi awal akan launching aplikasi ini di 20 Mei 2017 mengusung beberapa menu pilihan yakni TV Streaming, Video on Demand, Radio Streaming, Berita, Jual Beli Merchandise, Jadwal Acara, Bisnis Manteman, dan Info Karir. Untuk versi pengembangannya ada beberapa keunikan dan diferensiasi yang sedang dimatangkan bersama-sama antara Tony Q Rastafara Manajemen, SiBisnis.co.id, Kasni Film, dan Kinarya Desa Raharja sebagai tim kolaborasi pembuat aplikasi tersebut.

Diluncurkan pada 20 Mei 2017 nanti bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, menurut Tony Q Rastafara ada beberapa latar belakang filosofi, yakni yang pertama adalah Kebangkitan Digital Manteman dari fans dari Tony Q Rastafara. Yang tadinya hanya bisa menyaksikan acara Tony Q Rasfatara di layar TV atau di pertunjukan. Dengan adanya aplikasi ini fans bisa terus update dan menikmati musik Reggae yang dilantunkan Tony Q Rasfatara lengkap dengan play list dan album dari awal sampai terkini. Di samping itu fans juga bisa lebih terhubung dua arah dengan Tony Q Rastafara lengkap dengan menu-menu pelengkap lainnya yang tak kalah penting semisal lebih update beritanya, lebih mudah membeli merchandise, bisa tahu jadwal acara pertunjukan live selama setahun, bisa berbisnis untuk sarana kebangunan ekonomi dan juga bisa mengupload keahlian dan talenta diri di bursa karir. Sehingga dengan demikian antara fans dengan artis yang diidolakan bisa sama-sama terbangkitkan.
Tony Q Rastafara menambahkan, senada dengan filosofi musik Reggae yang mengedepankan semangat perdamaian. Aplikasi yang akan diluncurkan tanggal 20 Mei 2017 di Studio PORT Hang Lekiu 2a no 1 Jakarta ini, untuk mengingatkan bahwasanya Kebhinekaan yang ada di Indonesia haruslah tetap Tunggal Ika. Tidak saling menjelekkan satu sama lain, saling berkompetisi negatif, dan saling menjatuhkan. Tetapi bagaimana kita semua bisa saling bersatu dan membangun untuk kemajuan negeri. Bangsa lain sudah jauh melangkah di depan. Sudah saatnya kita terbangun dari mimpi. Semangat nasionalisme ini tersirat dalam lagu Tony Q Rastafara berjudul Wake Up yang sudah diluncurkannya dari sejak tahun 2009.

Harapannya dengan aplikasi ini Tony Q Rastafara bersama dengan Manteman turut berkontribusi pada kemajuan dan pembangunan bangsa dari industri lagu (fans basis) yang biasa juga dikenal dengan perspektif ekonomi kreatif.
Majulah Indonesia untuk semakin Kuat dan Berdikari.

Video dan streaming Launching Aplikasi Tony Q Rastafara (tujuan, gagasan, filosofi, dan penjelasan fitur).

https://www.youtube.com/watch?v=lWbUOwEs9ck

Anthon Budyana Meluncurkan Buku Memoar “Pintar Saja Tidak Cukup”

Anthon Budyana Meluncurkan Buku Memoar “Pintar Saja Tidak Cukup”

 

Perjalanan hidup seseorang sering kali menjadi pilihan para penulis untuk mengungkapkan kisah seseorang di dalam sebuah buku. Kisah hidup yang diangkat kali ini menjadi sebuah inspirasi buat kita semua.

Maslamah Media Mandiri dan Anthon Budyana
Maslamah Media Mandiri dan Anthon Budyana

Bandung, Minggu 30 April 2017, bertempat Di Colony Coffee. Anthon Budyana meluncurkan buku Memoar Kisah Hidupnya dengan tajuk “Pintar Saja Tidak Cukup”. Buku setebal kurang lebih 200 halaman tersebut ditulis apik oleh Risma El Jundi, dan diterbitkan oleh Maslamah Media Mandiri.

Buku yang disusun berdasarkan proses jatuh bangunnya geliat bisnis Anthon Budyana ini,  tak tanggung-tanggung menjadi buku yang direkomendasikan oleh Mrs. Merry Riana (Motivator Wanita no. 1 di Indonesia – Mimpi Sejuta Dolar) dan Ary Ginanjar (Founder ESQ).

Tak banyak orang yang bangkit dengan segera pasca kejatuhan yang begitu dahsyat. Anthon Budyana satu dari sekian pebisnis yang membawa kembali proses bangkitnya pada The Higher Of Power yaitu Tuhan (My Trip, My Tafakur).

Dalam acara launching yang digelar selama dua jam lebih tersebut, dimulai dengan penyerahan  dan penandatanganan Moc up Buku Pintar Saja Tidak Cukup dari CEO Maslamah Media Mandiri, Aida,  M.A kepada penulis dan Anthon Budyana.

Launching ini juga diwarnai dengan Musikalisasi Puisi “Semata Kamu” oleh HendricoZricko, yang diambil dari salah satu puisi di dalam buku Pintar Saja Tidak Cukup, sebagai OST dari buku tersebut.

Acara launching ditutup dengan diskusi ringan BookTalk dan BookSigning bersama Anthon Budyana dan Risma El Jundi.

“Pintar Saja Tidak Cukup”

Silaturahmi penuh berkah menebarkan kebaikan dari ilmu bermanfaat dalam tulisan yang menyimpan sejarah dari pengalaman seorang pedagang keliling yang mampu mengelilingi dunia setelah melewati titik nadir kehidupan hingga tetesan air mata berubah menjadi untaian bahagia

“Pintar Saja Tidak Cukup”

untuk bangkit kembali melukis indah warna mimpi yang telah pudar jika tidak ada kesungguhan Doa dan Sikap agar Alloh memberikan kekuatan dan kemudahan melewati amuk amarah kekecewaan yang dapat meremukan yakinnya hati berprasangka baik kepada takdirNya

“Pintar Saja Tidak Cukup”

Menggapai mimpi dengan berangan-angan selain berandai-andai yang akan di gapai jika semangat tidak sanggup melawan ketakutan

“Pintar Saja Tidak Cukup”

Menyimpan kesedihan tanpa terlihat oleh Orang-orang yang dicintai apabila senyum tidak tampak karena tertutup raut kepedihan

“Pintar Saja Tidak Cukup”

Recommended book banget di baca oleh siapapun yang ingin sukses menggapai mimpi tanpa merasa dibatasi apapun

Terimakasih banyak Pak Anthon Budyana atas  Grand Launching buku memoar inspiratif. Semoga semua orang terinspirasi dengan pengalamannya sehingga menjadi sukses.

 

 

 

Bahas Trend Property 2017 Bersama BIG & Adhi Persada Property di The Hooks Restaurant

Bahas Trend Property 2017 Bersama BIG & Adhi Persada Property di The Hooks Restaurant.

 

Suasana sore setelah hujan pastinya semua sudah paham, apa yang akan terjadi. Memang kemacetan lalu lintas akibat genangan air hujan yang belum surut di beberapa lokasi di Jakarta Selatan menjadikan kendala buat arus perjalanan pada saat itu. Naahh…kebetulan pada Hari Selasa, 26 April 2017 saya dan beberapa teman dari Komunitas Sahabat TDB (taudariblogger.info) menghadiri undangan Talks Show Trend Property 2017 yang di agendakan pada Jam 18.00 hingga Jam 21.00 WIB. Namun apapun yang terjadi karena saya sudah konfirmasi hadir, pasti akan selalu hadir. Meskipun beberapa kali apply layanan Ojek Online selalu saja tercancel permintaannya berhubung beberapa kendala diperjalanan. Tak terasa setelah hampir menunggu 1 jam di dekat Stasiun KRL di Kebayoran Lama, akhirnya dapat juga ojek online yang dinanti dan tepat jam 18.00 saya tiba di lokasi The Hooks Restaurant di Jalan Cikotomas II No.35, Blok S Jakarta Selatan.

The Hooks
The Hooks

Sedikit kita bahas tentang restauran ini yang sering kali digunakan untuk beberapa acara talk show dan bisa juga di lihat di website, apa siihh khas kuliner yang tersedia.

Dengan kerapu terbaik dari Arafura Ocean, The Hook menyediakan satu jenis makanan laut organik di kota. Di tangan seorang koki yang luar biasa, kami menyajikannya dalam makanan lezat.

Sejak 2015, The Hook berlangsung di Kebayoran Baru, Jln. Cikatomas II No. 35, Senopati Jakarta Selatan. Sejak awal, kami melibatkan gairah dan cinta untuk menyempurnakan seafood terbaik untuk bersantap.

Datang dan rasakan kerapu Arafura sebagai tanda tangan The Hook lalu luangkan lebih banyak waktu untuk mengeksplorasi hidangan gurih lainnya.

Anda bisa menyenangkan diri sendiri dan memiliki momen berharga di sini …

Waahh..tak berapa lama saya sampai di lokasi, langsung di sambut oleh sahabat lama,  Andy Atmodjo dan kita langsung registrasi untuk kehadirannya. Tampaknya ada beberapa yang saya kenal. Langsung bertemu dengan Lucy Kusman yang mengundang saya dan juga akan menjadi moderator di acara Talks Show Trend Property 2017 di The Hooks Restaurant. Selanjutkan kita saling berkenalan dengan peserta yang lain. Sambil menunggu makan malam dan lainnya hadir, Kita semua menanti dengan sabar.

Akhirnya pada jam 19.00 di buka oleh Lucy Kusman, selaku moderator acara, dan tidak lupa memperkenalkan satu persatu komunitas yang hadir, ternyata banyak juga berkomunitas dan juga berkolaborasi dengan baik untuk membahas Trend Property 2017 yang akan bersama dengan pakar dari Adhi Persada Property. Terlebih dahulu dari founder BIG (Big Investment Group),  Benecditus Ekatra Fernandaz menyampaikan salam buat para hadirin dengan membawakan lagu dengan iringan organ dan juga menyapa kita semua.

Irena Djoemadi, Adhi Persada Property
Irena Djoemadi, Adhi Persada Property

Naahh…sekarang kita akan mendapatkan penjelasan langsung dari Irena Djoemadi, selaku GM Sales & Marketing Region 3, PT Adhi Persada Property. Yuk…apa saja tentang anak perusahaan PT Adhi Karya ini.

Adhi Persada Properti adalah perusahaan pengembang yang telah lama bergerak pada sektor hunian,gedung komersial dan pengelolaan properti serta telah menghasilkan sejumlah gedung perkantoran, komersial, hunian yang berkualitas prima.

Sebagai salah satu anak perusahaan PT Adhi Karya (Persero), Tbk. yang merupakan perusahaan BUMN Jasa Konstruksi terbesar di Indonesia, PT Adhi Persada Properti memiliki reputasi dan kredibilitas yang dapat diandalkan dalam penyediaan produk – produk properti yang berkualitas baik.

Dengan didukung oleh tenaga terampil dan profesional, PT Adhi Persada Properti dan perusahaan induk memiliki jaringan relasi yang luas, juga adanya dukungan pendanaan yang kuat, kami dapat terus mengembangkan sayap usaha untuk menghasilkan produk – produk yang inovatif dan bermutu seiring dengan terus bertumbuhnya sektor bisnis property di Indonesia.

Tidak juga ketinggalan ada penawaran yang menarik yang juga sedang di tawarkan oleh Adhi Persada Property, yakni Conexio dhika city “The Modern Dynamic Living”, sebuah hunian apartemen yang berada di pinggir Jakarta yang terintegrasi dengan Stasiun LRT. Akan launching dengan harga perdana untuk 100 unit pertama. Yuk…yang berkesempatan bisa segera menghubungi Markerting Gallery di De’minimalis No.11, Jl. Raya Caman Jati bening – Kota Bekasi.

Ari Kho, Praktisi Bisnis Properti
Ari Kho, Praktisi Bisnis Properti

Selanjutnya pembahasan property semakin seru dengan dihadiri oleh Ari Kho, seorang praktisi bisnis property. Dalam kesempatan ini penjelasan tentang properti dipandu oleh pembangunan infrastruktur yang telah gencar dilakukan oleh pemerintahan Jokowi. Nanti tentunya kita akan memahami dengan baik.

Transit Oriented Development (TOD) atau

Pembangunan berorientasi transit.

dicampur dengan menggunakan area perumahan dan komersial yang dirancang untuk memaksimalkan akses terhadap transportasi umum dan sering menggabungkan fitur untuk mendorong publik transportasi.

 

Sebuah lingkungan khas TOD memiliki pusat dengan stasiun transit atau berhenti (stasiun traim, stasiun metro, halte kereta atau halte bus). Dikelilingi oleh pengembangan kepadatan kerapatannya relative tinggi  dengan perkembangan kepadatan rendah yang menyebar ke luar dari pusat

7 prinsip untuk pengembangan berorientasi transit,

1. Kualitas angkutan umum

2. Transportasi aktif

3. Mobil menggunakan manajemen

4. Lingkungan penggunaan campuran dengan lantai yang efisien

5. Pusat lingkungan and vibrant ground floors.

6. Ruang publik

7. Partisipasi masyarakat dan collective identity.

Tanpa terasa waktu telah menunjukkan jam 21.00 sebagai tanda berakhir. Suasana semakin hidup dengan dilakukan tanya jawab oleh para peserta acara ini sehingga timbul interaktif, tapi tidak itu saja loohh, mereka yang bertanya mendapatkan voucher Rp.200.000 dari The Hook untuk dapat menikmati hidangan khas ikan kerapu. Asyiikkk….kan. Tentunya acara ini tidak saja sebagai Talks Show, tapi sebagai ajang silaturahmi sesama komunitas dan antar komunitas. Sukses yaa buat BIG yang sudah mengadakan acara ini dan akan terus di nanti, karena banyak ilmu bermanfaat yang akan kita dapat.

Komunitas Sahabat TDB
Komunitas Sahabat TDB