IMG_20160726_143528

Halal Bi Halal dan Diskusi PT Reska Multi Usaha (RMU) di Stasiun Bogor.


Halal Bi Halal dan Diskusi PT Reska Multi Usaha (RMU) di Stasiun Bogor.

Kali ini Komunitas Blogger TDB (Taudariblogger.info) mendapatkan undangan ke Stasiun Bogor oleh PT Reska Multi Usaha (RMU).Yakni salah satu anak perusahaan dari PT KAI (Kereta Api Indonesia) pada hari Selasa (26/7/2016). Bersama para sesepuh KRLmania seperti, Muni Lestari dan Anthony Landjar serta pengamat transportasi, Dharmaningtyas dan tidak ketinggalan adalah Komunitas JB (Jalur Bekasi).

Direktur Bisnis dan Parkiran PT Reska Multi Usaha (RMU), Edi Suryanto di dampingi para manager serta Kepala Stasiun Besar (KSB) Bekasi, Pasar Minggu dan Kebayoran serta beberapa manager lainnya. Diskusi dan silaturahmi adalah cara kita bertukar pikiran untuk dapat mengetahui berbagai hal yang tidak kita ketahui dari berbagai sisi, juga dapat mendatangkan manfaat yang baik.

Perjalanan KRL saya ke Stasiun Bogor memang terlambat di karenakan ada keperluan lain yang tak bisa di hindari. Rencana berkumpul jam 11.00. Namun saya masih berada di Stasiun Tanah Abang. Tapi ada juga yang sudah sampai di lokasi di antaranya, Widya, Uwan dan Hatta, lalu berikutnya Tigor. Teman-teman Komunitas Blogger TDB di sambut hangat oleh staff dan pejabat PT Reska Multi Usaha (RMU). Melalui whatsApp kami berkomunikasi bahwa acara ramah tamah sudah di mulai. Kami yang terlambat masih konvoi berurutan di perjalanan KRL, mulai dari Rey dan CJ di Bojonggede, Evelyn di Cilebut dan Saya di Depok sehingga sampai di lokasi pada jam 12.00. Bersyukur sekali semua yang hadir menyambut kehadiran kami yang terlambat dengan melanjutkan diskusi ini. Edi Suryanto, merupakan sahabat lama saya sejak tahun 2012 mengurusi PT KAI Daop 1 di lintas barat terutama di Stasiun Daru, Kab Tangerang, Banten yang pada saat itu bernama Pos Daru. Karena saat itu saya adalah pelaku komunitas pengguna Kereta Api yang aktif menyuarakan kemajuan perkeretaapian di lintas barat sesuai UU Perkeretaapian, mengenai peran serta masyarakat.

Toge goreng terbungkus daun jati. ( Foto Doc. Rey)

Toge goreng terbungkus daun jati. ( Foto Doc. Rey)

Hingga akhirnya kita semua harus memberhentikan diskusi ini dengan ISHOMA ( Istirahat, Sholat dan Makan Siang). Ada yang menarik dengan hidangan makan siang di ruangan VIP di Stasiun Bogor ini yakni Soto daging kuning dan Toge goreng khas Bogor yang masih terbungkus daun jati. Makanan khas yang di hidangkan ini adalah rekomendasi dari Mba Muni yang memang asli Bogor dari Citayam. Waahh…luar biasa, sambil bercerita seru dengan Mas Anthony dan Pak Edi bicara masalah berbagai hal terutama kemajuan perkeretaapian di Indonesia.

Berlanjut kembali berdiskusi membahas PT Reska Multi Usaha (RMU). Menurut Pak Edi saat menyampaikan ke para hadirin semua adalah bahwa anak perusahaan PT KAI ini tidak hanya satu saja tetapi ada anak perusahaan yang lain seperti PT KCJ, PT KA Logistik dan PT Property Management. Tentunya semua adalah anak perusahaan yang mendukung operasional PT KAI. Sehingga dapat di katakan bahwa secara tidak langsung, pengguna Kereta Api mulai masuk dan keluar stasiun serta layanan catering di dalam keretaapi akan berhubungan dengan PT Reska, ujar Pak Edi Suryanto.

Diskusi Mas Anthony Landjar dengan PT Reska, Parkiran sepeda

Diskusi Mas Anthony Landjar dengan PT Reska, Parkiran sepeda

Melalui diskusi inilah kita dapat lebih mengenal lebih dekat, apa itu PT Reska Multi Usaha (RMU), sebagai pengelolah perparkiran stasiun. Ada beberapa usulan dan pertanyaan dari para hadirin dimana sangat di harapkan sekali oleh pihak pengelolah agar dapat dilakukan evaluasi untuk memberilan kenyamanan kepada pelanggan. Namun begitu juga harapan dari Mas Anthony Ladjar yang setiap kesempatan selalu meminta kepada pihak terkait untuk menyediakan tempat parkir khusus sepeda sehingga fasilitas parkir juga dapat memberikan kenyamanan bagi pengguna sepeda. Hal ini di tanggapi positif oleh PT Reska sebagai satu moment yang baik dan dapat melengkapi perayaan Hari Ulang Tahun PT KAI di bulan September 2016.

Beberapa teman lainnya juga memberikan masukkan mengenai pelayanan parkir di beberapa stasiun yang ada. Seperti Saya mendapatkan titipan beberapa pertanyaan dari teman blogger pengguna KRL di Stasiun Tangerang, yang mengatakan bahwa sistem parkir yang diberlakukan hanya memberikan tiket tanpa pencatatan apa-apa sehingga jika terjadi sesuatu seperti kehilangan, apakah akan bermasalah ? Ya…mungkin kita lebih paham lagi tentang sistem yang diberlakukan di setiap stasiun karena akan berbeda-beda sesuai situasi dan kondisi yang ada. Pastinya semua kendaraan aman dan di asuransikan menurut Pak Eddi Suryanto. Begitu pertanyaan titipan lainnya yang saya terima melalui whatsApp group Sahabat TDB mengenai, Kapan diberlakukan sistem perparkiran di Stasiun Tigaraksa. Di jelaskan kembali oleh Direktur Bisnis dan Perparkiran, Pak Eddi Suryanto bahwa untuk stasiun yang belum di berlakukan masih kendala sewa lahan dari PT KAI ke PT Reska sehingga ada administrasi yang harus dilengkapi.

Menanggapi masalah perparkiran bawa ada beberapa sistem yang diberlakukan dalam hal teknologi yang di gunakan diantaranya,

• eManless

Brand ResParking untuk system perparkiran yang menggunakan Barcode dan Webcam, adalah system terpadu untuk memudahkan pengelolaan, baik dari segi manajemen parkir, maupun dari segi keamanan dengan menggunakan system komputerisasi pada suatu lahan parkir, maka pengelolaan ResParking dapat lebih efektif dan efisien karena dengan bantuan computer dapat memudahkan proses pencatatan data, transaksi dan system informasi terhadap pengguna parkir. Penghitungan biaya parker dapat terealisasi dengan baik.

• eParking

adalah Brand ResParking yang merupakan pengembangan dari system informasi computerisasi parkir yang difokuskan menggunakan kartu Uang Elektronik dan Smart Card Satu kartu hanya bias digunakan oleh satu kendaraan dalam satu kali parkir. Artinya sebelum kendaraan itu keluar, maka kartu tidak bias digunakan oleh kendaraan lain.

• CPMS

System tanpa PC hanya menggunakan Chip dan Menggunakan Kartu. Saat Ini 3 Stasiun yaitu St. BangiL, St. Blitar & St. Jombang.

• Tiket Manual Barcode (TMB)

Tiket Manual Barcode (TMB) adalah tiket yang memiliki 20 digit nomorseri yang berfungsi sebagai identifikasi spesifik jenis pelayanan, lokasi, waktu pencetakan dan kode pengaman.

Dengan kemajuan teknologi modern tentunya segala hal akan lebih mudah, meskipun begitu, pihak manajemen masih membutuhkan informasi baik ide, saran dan pendapat dari semua pihak. Untuk mengatasi lahan terbatas di manfaarkan sistem double decker. Ada beberapa stasiun yang menerapkan sistem ini seperti halnya Stasiun Bogor. Tentunya permasalahan lahan bisa di atasi dengan sistem ini dan tentunya perlu ada koordinasi bersama dengan pemda setempat agar turut mendukung dan memperhatikan akses keluar masuk yang terkadang menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Dengan pembayaran parkir secara elektronik di harapkan dapat meningkatkan pendapatan PT Reska Multi Usaha (RMU). Tentunya partisipasi masyarakat pengguna parkiran stasiun dapat lebih aman dan nyaman serta kendaraan dapat tercover asuransi. Tentunya kami dari pengguna KRL selaku blogger dari TDB mengharapkan adanya kerjasama agar informasi tentang parkiran stasiun dan tersampaikan dengan berita baik. Pastinya dengan adanya diskusi dan halal bi halal lebih dapat memahami situasi dan keadaan yang sesungguhnya dari pihak manajemen PT Reska. Di akhir acara ini semua yang hadir melakukan foto bersama di ruang VIP Stasiun Bogor dan didepan pelataran stasiun dengan gaya khas bangunan Belanda. Namun pihak manajemen PT Reska menyampaikan agar pertemuan ini menjadi yang pertama dan akan dilanjutkan dengan pertemuan yang berikutnya. Semoga dapat bermanfaat buat kita semuanya.

Foto bersama Manejemen PT Reska Multi Usaha dan Komunitas Pengguna KRL

Foto bersama Manejemen PT Reska Multi Usaha dan Komunitas Pengguna KRL

Tinggalkan Balasan