IMG-20160505-WA029

Film MARS, Tupon Seorang Ibu Dengan Tutur Jawa Yang Baik


Menyaksikan Film MARS di Blok M Square Cinema 21. Kebetulan Komunitas Blogger Indonesia TDB (TaudariBlogger) di undang oleh Kak Zul, yang merupakan salah satu anggota Komunitas Penggila Film. Pada hari Kamis (16/5). Kami berkumpul setelah Magrib karena pemutaran film tayang pada jam 19.00. Kebetulan saya hadir bersama istri yang kebetulan anak sedang melakukan kegiatan Pramuka di Cibubur bersama guru dan temam-teman SMP kelas 7 dan 8.

IMG-20160505-WA022

Ketika sampai di lobby bioskop 21 Blok M Square, saya sempat memperhatikan satu persatu orang yang hadir untuk mecari teman yang telah konfirmasi hadir, namun terkejut juga pas dibelakang saya berdiri ternyata ada Bang Nur dan Bunda Siti yang sudah siap menanti untuk menonton Film MARS yang sedianya di theater 6. Sebelumnya saya bersiap diri untuk sholat magrib agar terpenuhi kewajiban sebagai muslim bersama istri menuju lantai paling atas tempat di mana berada masjid yg cukup megah.

Setelah sholat kembali lagi ke lobby bioskop, bertemu Kak Zul yang sedang mengantri tiket di loket dan ternyata lima orang blogger TDB sudah masuk ke theater 6 di baris huruf F. Sambil menanti yang lainnya saya berdiri di lobby dan ternyata mendekati film di mulai mba ellisa dan suami telah siap hadir sehingga tiket tersisa dua telah terpenuhi lalu akhirnya kita menuju tayangan film MARS dan mendapatkan baris G berjajar bersama dan berurutan.

Film garapan sutradara Sahrul Gibran ini sungguh sangat memukau sekali dengan lantar belakang kehidupan di Gunuing Kidul yang miskin, namun terdapat sebuah keluarga yang menitik beratkan pendidikkan sebagai sebuah harapan untuk merubah kehidupan yang lebih baik dengan generasi masa depan yang dapat hidup layak. Tupon adalah nama yang diperankan oleh Kinaryosih, sangat baik sekali memerankan peran ini serta tutur bahasa Jawa yang menurut saya sungguh halus, sopan dan baik.

Meskipun begitu, kehidupan yang miskin bukan berarti bertutut bahasa yang kurang baik, tetapi teramat baik bagi ukuran Tupon dalam menyampaikan kalimat-kalimat dalam bahasa Jawa dengan tingkatan status sosial ekonomi masih berbeda. Bersama suami yang hanya seorang buruh pemecah batu dan seorang anaknya yang sebentar lagi menginjak sekolah dasar. Tentunya ini menjadi perhatian yang penting bagi mereka berdua agar anak perempuan tunggalnya ini bernama Sekar Palupi, dapat pandai dan pintar sehingga dapat mengwujudkan cita-citanya untuk merubah masa depan keluarga agar di hargai oleh orang lain.

Melihat suami dari Tupon ini yang diperankan oleh Teuku Rifnu Wikana yang bekerja sebagai buruh angkut batu. Namun terlihat sangat bahagia dan saling memahami satu dengan yang lainnya. Saling pengertian antara suami dan istri memperlihatkan bahwa miskin itu tidak harus bertengkar tetapi harus berjuang agar perubahan kehidupan ini menjadi satu pilihan untuk menjadikan kehidupan lebih baik.

Di film ini memperlihatkan bahwa takdir baik dan buruk senantiasa harus ikhlas di terima sebagai makhluk Tuhan YME yang tidak lepas dari kekurangan dan kelebihan. Suatu ketika Tupon harus menerima kenyataan bahwa anaknya harus keluar dari Sekolah Dasar Negeri, akibat ejekkan beberapa temannya sehingga berakibat perilaku anaknya menjadi nakal dan sering tidak masuk sekolah. Begitupula, takdir lainnya yang harus di terima, dimana suaminya mendapatkan musibah di tempat kerja penggalian batu menyebabkan nyawanya tak tertolong lagi. Nasib menjadi orang susah terus mendapatkan cobaan terus menerus.

Miskin itu bukan berarti harus kasar bertutur kata, namun beda dengan Tupon, dengan tutur kata yang baik menjadi sebuah kebanggaan buat saya, saat menonton film MARS ini. Sungguh sangat saya sukai tutur kata sopan yang ucapkan oleh Tupon. Ternyata orang yang miskin ini tidak rendah sekali dalam bertutur kata dengan lainnya. Sikap ini selalu menjadi pelajaran yang berharga dan selalu rendah diri dan tidak angkuh.

Sekar Palupi, ketika masih kecil diperankan oleh Chelsea dan sudah dewasa diperankan oleh Acha septriasa serta perjuangan belajar dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi, tergambarkan dengan baik. Ibu adalah penentu kemajuan keluarga. Meskipun ibunya buta huruf, bukan berarti anaknya menjadi keturunan tidak bisa baca juga. Cita-cita ini selalu di bayangkan oleh Tupon seperti lintang lantip. Bintang ini selalu berkalap kelip dan bersinar terang cerdas yang merupakan Planet Mars. Judul ini merupakan uraian yang nyata dari sebuah mimpi. Film yang di produksikan oleh Multi Buana Kreasindo, sungguh sangat cermat menyampaikan pesan-pesan positif dan kisah haru. Tidak heran lagi beberapa penonton setelah keluar dari bioskop terlihat merah dan wajah sedih tapi penuh ceria. Karena kesuksesan datang dari perjuangan. Semoga film MARS menjadi sebuah perubahan di sosial masyarakat dan perubahan kehidupan yang lebih baik, tentumya film Indonesia, akan digemari oleh bangsa sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>