Ruwat Bumi, Aksi Nyata PMI Di Hari Bumi

Setelah sehari sebelumnya menyaksikan launching infografis dan videografis di Wisma PMI pada hari Jumat (22/4) dan dilanjutkan pada hari Sabtu (23/4) di mulai jam 8.00 pagi melakukan aksi nyata dengan susur sungai Ciliwung yang di adakan di dua wilayah Kabupaten Bogor dan Jakarta Utara. Kebetulan saya mengambil lokasi di Keluaran Ancol, Penjaringan dan Pademangan. Jam 7.30 pagi saya dan Kak Widya sudah sampai di lokasi di Jalan Kencur dengan menggunakan bajaj biru yang berbahan bakar gas (BBG) yang sebelumnya menggunakan KRL dari Stasiun Palmerah dan berganti Trans Jakarta. Ini juga merupakan bagian dari kendaraan umum yang ramah lingkungan dan mengurangi beban jalan dan polusi melalui asap kendaraan mobil/motor pribadi.

Sungai Ciliwung, merupakan satu dari 13 sungai besar yang melintasi Jakarta dan wilayah penyangga. Kondisi Sungai Ciliwung, semakin hari semakin memperihatikan. Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung dipenuhi oleh pemukiman padat, aliran air yang tercemar limbah padat atau cair dari industri maupun rumah tangga, membuat beban cilieung semakin padat, dan aliran sungai tersendat. Ciliwung dulu yang asri, hijau, ramah, kini berbeda, semakin gersangn kotor dan garang.

Blogger Volunteer PMI
Blogger Volunteer PMI

Saat dilokasi Jalan Kencur, berbagai instansi pemerintah saling bersinergi mulai dari PMI, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Tagana, Basarnas, Koramil, Satpol PP dan lain-lainnya turut membantu menyukseskan acara Ruwat Bumi ini untuk memberikan keselamatan berlangsungnya kehidupan ini. Saya yang kebetulan mengkoordinir source url Komunitas Blogger Indonesia TDB (Taudariblogger) membantu teman-teman athanazio.com Blogger Volunteer PMI yang terdiri dari dua group antara lain dari PMI Bogor yang bertanggungjawab Kak Meri terdiri dari tujuh blogger dan PMI Jakarta Utara terdiri dari sembilan blogger yang bertanggungjawab Kak Sarjono, juga tampak hadir Kak Aulia dan Kak Heri dari PMI Pusat di wilayah Jakarta Utara dan Kak Age dan Kak Rofie di wilayah Kabupaten Bogor.

Dengan momentum peringatan Hari Bumi, 22 April, Palang Merah Indonesia (PMI) dengan dukungan Palang Merah Amerika (Amcross) bekerjasama dengan pemerintah daerah Kabupaten Bogor dan Jakarta Utara, serta komunitas Ciliwung dan Masyarakat, menggagas RUWAT BUMI, kegiatan peduli Ciliwung melalui susur sungai dan aksi bersih sungai untuk mengugah kesadaran pemangku kepentingan dan masyarakat untuk menjaga bumi, Ciliwung dan ekosistemnya.

Melalui get link Program Pengurangan Resiko Terpadu Berbasis Masyarakat (PERTAMA) di wilayah perkotaan yang dimulai sejak tahun 2012 hingga 2017, PMI meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan masyarakat di sepanjang DAS Ciliwung khususnya di dua wilayah Kabupaten Bogor (Desa Sukahati, Karadenan, Pondok Rajek, Kedung Waringin) dan Jakarta Utara (Keluarahan Ancol, Penjaringan dan Pademangan) melalui kegiatan here Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT), penilaian ancaman, kerentanan dan kapasitas, perencanaan aksi Masyarakat, upaya peningkatan kesadaran Masyarakat, dan mitigasi struktural skala kecil.

Kegiatan susur sungai Ciliwung dilakukan di dua tempat terpisah yaitu dari Kelurahan Karadenan sampai dengan Pondok Rajeg di Kabupaten Bogor dan dari RW 4 Ancol sampai RW 1 Ancol, sekitar 1,5 – 2,5 jam perjalanan menggunakan perahu karet. Perahu karet melintasi beberapa titik kegiatan yang diinisiasi dalam Program PERTAMA seperti prmbuatab lubang biopori, pembuatan taman vertikal, percontohan unit pengolahan sampah dan bank sampah, pembuatan taman terbuka hijau dan upaya peningkatan kesadaran Masyarakat melalui edukasi Masyarakat dan siswa sekolah.

Kegiatan Vertical Garden
Kegiatan Vertical Garden

Melalui kegiatan ini, diharapkan sebagai Masyarakat kita dapat berkontribusi dalam upaya merawat bumi, alam dan sungai secara nyata, Sebagai komponen Masyarakat, upaya yang dapat dilakukan adalah dengan

1) Tidak membuang sampah disungai;

2) Melakukan pemilihan sampah dan mengelola sampah secara mandiri;
3) Menanam pohon dan memperbanyak lubang biopori untuk perluasan daerah resapan air;
4) Melakukan pembersihan sungai dan saluran air secara rutin; tidak mendirikan bangunan di pinggir aliran sungai; dan
5) latih kesiapsiagaan diri dan masyarakat secara mandiri.

Bersama PMR Jakarta Utara, Kegiatan Olah Limbah Sampah
Bersama PMR Jakarta Utara, Kegiatan Olah Limbah Sampah

Kegiatan-kegiatan ini dapat kami di saksikan bersama saat susur sungai Ciliwung dan merapat di salah satu titik yang di jadikan tempat aksi kegiatan ini masyarakat pinggir sungai. Para ibu-ibu yang tergabung dalam PKK Kelurahan Ancol, Penjaringan dan Pademangan turut serta memamerkan hasil karyanya berupa kerajinan tangan dari sisa sampah plastik pembungkus dan di rangkai menjadi tas-tas yang bagus dan menarik. Juga memanfaatkan dinding-dinding disekitarnya dengan melakukan penanaman pohon vertikal. Juga selain itu hadir para siswa siswi yang tergabung di PMR (Palang Merah Remaja) beberapa sekolah di Jakarta Utara. Hal yang menarik yang saya temukan adalah konsep rumah bambu dari Komunitas Anak Kali Ciliwung dan juga penataan Jalan Inspeksi disepanjang sungai Ciliwung di wilayah Jakarta Utara.

Puncak Perayaan Ruwat Bumi oleh PMI Jakarta Utara
Puncak Perayaan Ruwat Bumi oleh PMI Jakarta Utara

Peringatan Hari Bumi mendapatkan sambutan yang meriah dari masyarakat setempat dan akhirnya sampailah kita menuju panggung acara Hari Bumi yang dihadiri oleh pejabat pemerintahan Kota Jakarta Utara, Ketua PMI Jakarta Utara, Bapak Sabri dan Perwakilan dari America Red Cross, click Dino Argianto. Juga ada hiburan kreatif dari Masyarakar berupa tarian modern dan lawak serta nyanyian dengan lagu rege. Tentunya kami dari Komunitas Blogger Indonesia TDB (taudariblogger) mengucapkan terima kasih untuk dua even sekaligus tanggal 22 dam 23 April 2016 dalam rangka peringatan Hari Bumi yang dilaksanakan oleh PMI Pusat sangat berkesan sekali dan ini pertama blogger di ikutsertakan serta harapan kami agar DPR RI segera mensahkan RUU Kepalangmerahan. Satu Negara, Satu Gerakan dan Satu Lambang.

Launching Media Komunikasi (Infografis Dan Videografis) Sinergi Antara PMI Dan ITB

Tidak seperti biasanya pada hari Jumat (22 April 2016) pada jam 7.30 pagi setelah tidak diberlakukannya 3 ini 1 di Jalan Gatot Subroto, Jakarta sangatlah macet sekali. Setelah transit menggunakan Transjakarta dari Stasiun Palmerah sebagai bus feeder di koridor 9 (Pluit – PGC) di halte JCC dan akhirnya berpindah ke halte bendhil. Namum dengan begitu tetap saya siasatkan agar tepat waktu menuju Wisma PMI di Jalan Wijaya, Jakarta Pusat pada jam 8.00 pagi saat dimulainya acaranya launching ini.

Setelah sampai di lokasi Wisma PMI di sambut oleh Herry Firmansya sebagai staff divisi PB PMI Pusat di lobby wisma ini yang berhadapan langsung dengan Gedung PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian) dan lokasi kegiatan berada di lantai 8 dengan menggunakan lift hingga lantai 7 dan dilanjutkan menaiki tangga darurat yang ada. Kemudian mengisi daftar hadir dan bertemu dengan teman-teman Komunitas Blogger Indonesia TDB (Taudariblogger) lainnya yang sudah konfirmasi hadir.

Meskipun waktu peresmian lauching sedikit mundur waktunya tetapi akhirnya dibuka sekitar jam 9.00 pagi oleh Plh Ketua Umum PMI, source url Ginandjar Kartasasmita, yang menjelaskan melalui sinergi antara PMI dan ITB memperkuat upaya advokasi kebijakan bencana iklim sebagai salah satu mandat PMI untuk mengurangi korban bencana yang didukung oleh basis data dana analisa secara akurat.

Bersama Kepala perwakilan Palang Merah Amerika di Indonesia, Tom Alcedo menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi antar pemangku kepentingan. “Para pemangku kepentingan di Jakarta dan wilayah penyangga harus mengedepankan koordinasi dan komunikasi untuk mengurangi dampak bencana iklim yang terjadi di wilayah DAS Ciliwung melalui tata ruang DAS yang komprehensif.

Serta perwakilan dari Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat dengan menekan tombol bersama saatnya launching Infografis dan videografis yang juga bertepatan dengan Hari Bumi dan diliput oleh MNC Group dan NET TV sebagai media partner.

Palang Merah Indonesia (PMI) dengan dukungan Palang Merah Amerika bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) menginisiasi penelitian kebencanaan iklim, keretanan iklim dan kapasitas adaptif di DAS ciliwung sebagai bagian dat Program Pengurangan resiko Terpadu Berbasis Masyarakat (PERTAMA) di wilayah perkotaan. Kegiatan penelitian telah dilaksanakan pada kurun waktu 2013-2014 dengan menghasilkan beberapa dokumen penelitian berikut rekomendasi sebagai bahan advokasi kepada pemangku kepentingan di wilayah target.

Kegiatan berikutnya adalah workshop dan diskusi publik dengan narasumber antara lain Dr. Armi Susandi, MT, Ketua Tim Peneliti ITB menguncapkan penelitian yang dilakukan ITB menggunakan model iklim cerdas (smart climate model) yang telah terverifikasi di berbagai negara dengan akurasi prediksi mencapai 80%. “Untuk kajian kerentanan di DAS Ciliwung tersebut kami menggunakan data dari 19 titik stasiun pengamatan curah hujan dan 7 stasiun pengamatan temperatur di wilayah Bogor, Depok dan Jakarta. Penelitian tersebut menghasilkan 4 model proyelksi yaitu proyeksi curah hujan, temperatur, kebencanaan dan opsi adaptasi janhka panjang bagi pemerintah, swasta dan masyarakat.

Di sampaing itu juga hadir see Drs. Yayat Supriatna, MSP (pemerhati perkotaan) perlu direkomendasikan adaptasi yang bersifat cross boundary yang perlu di lakukan di 3 wilayah kajian. Adaptasi di wilayah Bogor, diantaranya :
1) Pembatasan alih fungsi lahan di wilayah hulu Sungai Ciliwung;
2) Pembangunan waduk;
3) Penguatan sumur resapan bagi masyarakat.

Adaptasi di wilayah Depok, antara lain 1) Pembuatan turap dibeberapa segmen sungai Ciliwung;
2) Pembangunan beberapa waduk untuk menampung air;
3) Penguatan sumur resapan untuk masyakat.
Dan untuk di Jakarta :
1) Percepatan Pembangunan Banjir Kanal;
2) Pengerukan waduk dan kolam retensi;
3) Normalisasi sungai/kali di Jakarta;
4) Pembangunan turap dibeberapa segmen Sungai Ciliwung;
5) Pembangunan “Rusun Adapsi” dengan Sungai Ciliwung;
6) Pembuatan polder (jebakan air);
7) Sumur resapan;
8) Penghijauan disekitar pantai utara Jakarta;
9) Mempercepat air menuju laut (pompa);
10) pembangunan tanggul/sea wall.

Data infografis dan videografis ini menggunakan pemodelan proyeksi kebencanaan iklim. Model tersebut memprediksi curah hujan secara spasial di masa depan dengan mempertimbangkan pola curah hujan masa lalu, dan juga pola anomali. Beberapa rekomendasi adalah
1) Perlunya perencanaan tata ruang DAS Ciliwung secara komprehensif;
2) Penyediaan infrakstruktur perkotaan yang mengamodasik wilayah hulu dan hilir seperti pembangunan tanggul dialiran sungai dan pantai; normalisasi sungai dengan membuat pelebaran badan sungai dan pengerukan lumpur; membuat waduk dan perbaikan saluran air; pemuvatan rewncana kontigensi banjir, melatih kesiapsiagaan aparatur dan masyarakat; dan memperkuat sistem peringatan dini banjir.

Dari paparan di atas, menjadi jelas sekali oleh para Blogger Volunteer PMI yang berasal dari Komunitas Blogger Indonesia TDB (TaudariBlogger) yang sebagian pernah mengikuti pelatihan PMI berupa managemen stress dan tanggap darurat bencana. Hal ini akan menjadi penting sekali untuk dapat berbagi informasi dan pengalamannya ke media sosial melalui artikel yang dibuat di blog. Jadi tugas PMI sangatlah luas sekali yang juga berfungsi sebagai pendukung pemerintah untuk membantu tugas-tugas khusus lainnya. Yuks…. kita support PMI di Hari Bumi 22 April 2016 untuk selalu jaya di masa depan dan dibutuhkan untuk kemanusiaan. Pastinya DPR RI harus segera mensahkan RUU Kepalangmerah.

Sungailiat Triathlon 2016, Bakal Menyapa Bangka Belitung.

Kehadiran ke Balairung Soesilo Soedarman, Kemenpar RI adalah sesuatu kebetulan sekali, mengingat tidak ada agenda untuk menyaksikan launching Sungailiat Triathlon 2016 dan Celebrating The 250th Anniversary of Sungailiat di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona. Tetapi menjadi sesuatu hal yang menyenangkan sekali berkat ajakkan dari Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik, Kemenpar RI, Iqbal Alamsjah untuk melihat langsung kegiatan launching ini sebagai bagian sesuatu diskusi yang menarik buat kami yang saat itu hadir bertiga yakni Saya, Muchtar dan Muji dari Komunitas Blogger Indonesia TDB (TaudariBlogger). .

Setelah sholat maghrib di lantai bawah Gedung Sapta Pesona Jakarta dan menyantap hidangan prasmana yang telah tersedia. Tentunya saya dapat mengenal beberapa teman-teman media partner yang pernah hadir saat Workshop di Batam. Namun begitu kita hanya sebentar bertegur sama diantara mereka karena harus masuk ke Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Selasa (19/4)

Menpar Arief Yahya
Menpar Arief Yahya

Menpar Arief Yahya saat launching menyatakan bahwa kegiatan wisata olahraga (sport tourism) Sungailiat Triathlon 2016 bakal menyapa Kota Sungailiat, Bangka Belitung, 23 April 2016 mendatang. Menpar Arief Yahya melaunching langsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Selasa (19/4). Setelah sebelumnya sukses dengan wisata GMT (Gerhana Matahari Total) di Pulau Belitung, Prov. Babel.

Sungailiat Triathlon ini memang mendapat perhatian besar dari Kementerian Pariwisata. Maklum, partisipan yang ambil bagian berasal dari 19 negara antara lain Algeria, Australiia, Austria, Kanada, Belanda, Prancis, Jerman,Italia, Jepang, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Romania, Singapore, Spanyol, Swedia, Inggris, Amerika Serikat serta tuan rumah Indonesia. Total pesertanya, 687 orang.

Dari data Provinsi Bangka Belitung, trend kunjungan wisatawan yang datang ke Bangka untuk menyaksikan event Sungailiat Triathlon terus meningkat.

Tahun 2014 ada 400 wisnus dan 75 wisman yang datang menyaksikan sport tourism ini. Tahun 2015, jumlahnya meningkat menjadi 700 wisnus dan 180 wisman. Sementara di 2016, Kemenpar memancang target 1,200 wisnus dan 400 wisman.

Even ini bisa memberikan direct impact terhadap kunjungan wisatawan ke Bangka. Diperkirakan 1,200 wisnus dan 400 wisman yang datang ke Bangka untuk menyaksikan event ini.

Kedatangan wisatawan tersebut akan menggairahkan perekonomian masyarakat serta mendongkrak pariwisata Kabupaten Bangka dan Babel pada umumnya,” tutur Menpar Arief Yahya di hadapan Gubernur Babel H Rustam Effendi, Bupati Bangka H Tarmizi, Anggota DPD asal Babel serta Anggota DPR RI asal Babel.

Marketeer of The Year 2013 itu sangat optimistis pariwisata Babel bakal sangat cerah. Itu terkait dengan ditetapkannya kawasan Tanjung Kelayang, Belitung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Inilah salah satu kawasan yang dipersiapkan sebagai satu dari 10 Bali Baru.

“Pariwisata di Pulau Bangka dan Belitung memiliki 3A (Aksesibilitas, Amenitas dan Atraksi) yang bagus dan mempunyai banyak keunggulan. Pantainya berpasir putih, laut jernih, bawah laut bagus, pulau-pulau sekitar menawan dan orang sering bechmarking sebagai Maldive-nya Indonesia. Kawasan ini juga destinasi yacht yang ideal, karena dari
Singapura, Batam, Bintan melalui Selat Karimata tidak terlalu jauh sehingga bisa bolak-balik berlayar dari dan ke Singapura. Melalui udara, hanya 45 menit penerbangan ke Soekarno-Hatta Jakarta. Ini pasar potensial,” ujar Mempar Arif Yahya

Karena punya direct impact yang besar, Provinsi Bangka Belitung dan Pemkab Bangka tak mau asal-asalan menggarap event internasional ini. Segala hal disiapkan dengan mengacu standar internasional. Dan untuk memeriahkan even tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka mengaku sudah menyiapkan pertunjukan istimewa di sela acara. Ada acara Nganggung atau Sepintu Sedulang atau makan bersama dilakukan masyarakat Bangka, bazaar , festival kuliner khas Bangka, dan press tour yang siap menghibur peserta.

“Kebetulan penyelenggaraan tahun ini bertepatan dengan HUT Kota Sungailiat yang ke 250 Tahun. Suguhan acaranya pasti istimewa. Di rute triathlon ini, kami akan bawa seluruh peserta melewati objek wisata unggulan antara lain; Pantai Teluk Uber, Pantai Tanjung Pesona, Pantai Tikus, Puri Tri Agung, Agro Wisata Rebo, Pantai Rebo, Pantai Mang Kalok, Pantai Air Anyir, dan Pantai Temberan,”

“Persiapannya sudah 99 persen. Kondisi jalan sudah oke, pengamanan, akomodasi dan logistik lainnya juga sudah selesai. Pihak sekolah, pelajar, masyarakat di Sungailiat juga sudah siap dikerahkan untuk menyukseskan acara ini,” paparnya.

Animo masyarakat khususnya dari komunitas triathlon di Indonesia maupun regional Asia Pasifik untuk ikut dalam Sungailiat Triathlon 2016 cukup tinggi. Dari paparannya, pengumuman dan promosi di website (www.SungailiatTriathlon.com) sejak dibuka Pada 2 Februati 2016 hingga 30 Maret 2016 telah dilihat sebanyak 12.730 kali oleh pengunjung dari 34 negara.

Foto Bersama Menpar Arief Yahya
Foto Bersama Menpar Arief Yahya

Pada saat berakhirnya acara launching ini, saya bertiga mendapatkan kesempatan untuk beramah tamah dengan Menpar, Arief Yahya dan mengenalkan Komunitas Blogger Indonesia TDB (TaudariBlogger) agar selalu menjadi trending topic dalam setiap kegiatan untuk di share ke media sosial dan juga berkesempatan berkenalan dengan Putri Pariwisata 2015 dan juga dengan Helmi Yahya, sebagai tamu istimewa di acara ini yang juga sempat bertanya tentang TaudariBlogger. Pastinya kita akan mensupport Pesona Indonesia bagi kemajuan bangsa dan negara bidang pariwisata agar dapat kita semua tau dari blogger sebagai media sosial yang efektif, murah dan cepat,

Intergrasi Transjakarta Dan KRL di Stasiun Palmerah

Bukan menjadi hisapan jempol lagi, mulai hari selasa lalu (11 April 2016), integrasi Transjakarta dan KRL sudah mulai dilakukan di Stasiun Palmerah, dengan adanya 5 bus TransJakarta, rute Stasiun Palmerah hingga Bundaran HI menjadi lebih mudah menuju berbagai arah di Jakarta.

Perjalanan KRL dari Stasium Serpong ke Stasiun Palmerah dapat dilanjutkan dengan menggunakan bus feeder menuju jalur busway koridor 9 rute PGC hingga Kampung Rambutan dan Grogol hingga Pluit dengan merapatnya bus feeder ini di Halte JCC serta menuju koridor 1 Blok M dan Jakartakota dengan merapatnya bus feeder di Halte Duku Atas 1. Namum begitu bisa juga turun di Halte Bendhil pada jalur lambat. Memang hari Sabtu (15/4) saya mencoba memanfaatkan fasilitas bus feeder yang berhenti tepat di depan Stasiun Palmerah.

Petugas Trans Jakarta, Bpk Agam
Petugas Trans Jakarta, Bpk Agam

Saat bertemu dengan petugas pengatur waktu (timer) bernama Pak Agam dari PT Trans Jakarta, dia mengatakan bahwa pada saat jam kerja keberangkatan bus feeder sekitar 5 – 10 menit dan dibandingkan saat Sabtu Minggu hingga 10 – 15 menit. Tetapi waktu ini juga menjadi pertimbangan saat perjalanan Trans Jakarta terhambat atau tidak oleh kemacetan di Jalan Jend Sudirman dan Jalan Gatot Subroto yang merupakan jalan utama yang dilewati oleh bus feeder ini, pastinya akan ada hambatan perjalanan bus Tranjakarta untuk rute ini. Jadi dengan perkiraan jarak tempuh 13 km dengan waktu perjalanan 1 jam.

Pada kesempatan itu Pak Agam, menjelaskan bahwa peran pemerintah daerah provinsi DKI Jakarta sangatlah peduli kepada masyarakat dalam berbagai hal terutama untuk pelayanan berupa moda transportasi darat yang saling terintergrasi dengan baik dan menjadi solusi bagi pengguna KRL untuk berganti moda transportasi lainnya. Dan juga dikatakan, armada di rute Stasiun Palmerah – Sudirman akan ditambah menjadi 8 bus feeder seiring bertambahnya pengguna KRL yang berganti angkutan ke bus feeder ini

Kondektur Trans Jakarta, Bpk Rivai
Kondektur Trans Jakarta, Bpk Rivai

Saat akan berjalan kondektur bus Trans Jakarta bernama Bapak Rivai memberikan solusi dua pembayaran Transjakarta yakni tunai dengan harga Rp. 3.500 atau dengan elektronik tiket. Sehingga saat penagihan dapat menggunakan tap alat EDC mobile dari Bank BCA. Menurutnya sistem tunai ini masih digunakan karena kuatir pengguna tidak memiliki elektonik tiket keluaran beberapa bank untuk bertransaksi. Jadi usahakan menggunakan uang pas Rp. 3.500 jika pembayaran tunai agar mempermudah petugas.

Namum ketika bus feeder ini berjalan hanya dua orang penumpang yakni saya dan salah satu wanita yang bekerja di daerah karet dan turun tepat di Halte Karet. Saya sempat bertanya kepada wanita ini dan mengatakan sangat bermanfaat sekali serta mengurangi biaya transportasi jika menggunakan taxi ataupun ojek. Namum masih kurangnya penumpang di rute ini diakibatkan masih sedikitnya promosi atau masih minimnya informasi yang diberikan oleh PT Trans Jakarta dan PT KCJ kepada masyarakat. Karena jika di akumulasikan 4 hari dengan 5 bus yang ada baru berjumlah 300 penumpang yang menggunakan bus feeder Trans Jakarta

Akan tetapi usaha kerjasama bersama PT KCJ dan go site PT Trans Jakarta sangat bermanfaat buat pengguna KRL dan semoga seluruh stasiun KRL Jabodetabek, bisa memanfaatkan bus feeder ini ke segala arah. Juga ini dapat ditiru oleh pemerintah daerah lainnya seperti Bogor, Depok, Bekasi dan Tangerang. Harapannya dengan terintergrasinya moda transportasi menjadi solusi menghindari kesemrawutan di setiap stasiun KRL Jabodetabek.

Cerita Fiksi Dibalik Film Surat Cinta Untuk Kartini

Kisah ini dimulai dari para pelajar Sekolah Dasar (SD) yang bosan dengan pelajaran sejarah yang setiap waktu dikemas itu-itu saja sebagai sebuah mata pelajaran sejarah nasional yang menjadi pelajaran utama di sekolah.

MNC Picture mengemas cerita fiksi dalam mengangkat sisi lain dari perjuangan RA Kartini dalam mengangkat emansipasi wanita di Jawa. Pelajaran sejarah itu sesungguhnya tidak membosankan terkadang penyampaian yg terlalu kaku. Namum Seorang guru bernama Rangga, mengemas kisah ceritanya menjadi menarik dan memotivasi murid-murid untuk meniru perjuangan Ibu Kita Kartini dalam sebuah cita-cita yg akan dicapai kelak oleh mereka.

Surat Cinta Untuk Kartini merupakan sebuah film Drama Indonesia, Film Surat Cinta Untuk Kartini ini Di sutradarai Oleh Azhar Kinoi Lubis dan Naskahnya di tulis oleh Vera Varidia, FIlm garapan MNC Pictures ini akan rilis pada tanggal 21 April 2016

Film Drama Indonesia “Surat Cinta Untuk Kartini” bercerita tentang seorang cowok tampan yang bekerja sebagai seorang tukang pos di era 1900 an, Dia bernama Sarwadi (Chicco Jerikho).Sarwadi kebetulan bertugas mengantarkan surat – surat ke wanita cantik bernama Kartini (Rania Putri Sari).Dari situ lah awalnya Sarwadi mengenal Kartini, dan selang beberapa waktu Sarwadi Jatuh Cinta kepada kartini.

Surat Cinta Untuk Kartini, merupakan sebuah film yang ceritanya merupkan kisah fiksi dengan latar belakang sejarah pada Era Kartini di tahun 1900an. Film Surat Cinta Kartini sendiri akan di sutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis dan naskah skenarionya di tulis oleh Vera Varidia.

Film Surat Cinta Untuk Kartini ini di bintangi oleh Chicco Jerikho dan Rania Putri, Ayu Dyah Pasha, Maya Putri, Ence Bagus, Keke Harun, Ahmad Rosadi, dan Melayu Nichole,

Kemasan fiksi dalam film ini sangat menarik dan bisa menjadi sesuatu yang tidak membosankan untuk para pelajar mempelajari sejarah nasional Indonesia. Melalui Ibu Kita Kartini inilah kita mengenal istilah emansipasi wanita, karena melalui tulisan-tulisan Kartini tersebar kisah perjuangannya hingga ke luar negeri sampai ke negeri Belanda.

Jadi saksikan film Surat Cinta Untuk Kartini di bioskop kesayangan Anda pada tanggal 21 April 2016 dan ajak seluruh keluarga untuk menyaksikannya.

Komitmen Rakornas SMK Pariwisata se-Indonesia di Batam, Kepri

Sebuah perhelatan besar yang diadakan oleh Kemenpar RI dengan mengundang Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pariwisata se-Indonesia dalam rangka Rakornas (Rapat Koordinasi Nasional) yang diadakan di Pulau Batam, Provinsi Kepulauan Riau, mulai tanggal 30 Maret hingga 1 April 2016.

Hadir dalam rakornas yang baru pertama kali diselenggarakan Deputi BPKK, Kemenpar ini antara lain Wakil Ketua Komisi X DPR RI Ferdiansyah, Dirjen Kelembagaan Kementerian Ristek & Dikti Dr. Ir. Patdono Suwignjo, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbud Hamid Muhammad, Sekda Kepri Reni Yusneli, dan Sekjen Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Djunaedi.

Ki - Ka, Deputi BPKK Ahman Sya, Sekda Kepri Reni Yusneli, dan Sekjen Gabungan Industri Pariwisata Indonesia  (GIPI) Didien Djunaedi dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI ,Ferdiansyah
Ki – Ka, Deputi BPKK Ahman Sya, Sekda Kepri Reni Yusneli, dan Sekjen Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Djunaedi dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI ,Ferdiansyah

Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan (Deputi BPKK) Kementerian Pariwisata menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pariwisata se-Indonesia di Hotel Harmoni One Center Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Rakornas mengangkat tema “Peningkatan Kualitas dan Daya Saing lulusan SMK Pariwisata di era Masyarakat Ekonomi ASEAN” yang dibuka oleh Deputi BPKK Ahman Sya tersebut berlangsung selama tiga hari (30 Maret hingga 1 April 2016) membahas sejumlah agenda utama seputar komitmen para stakeholder khususnya lembaga pendidikan dalam mencetak SDM pariwisata berkualitas agar mampu bersaing di pasar kerja era pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Pemerintah (Kemenpar) berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing SDM pariwisata yang tahun ini diwujudkan dalam program kegiatan antara lain memfasilitasi kegiatan sertifikasi bagi 35.000 tenaga kerja sektor pariwisata. “Angka ini mengalami kenaikan 100% dari target tahun 2015 yang lalu sebanyak 17.500 tenaga kerja,” kata Ahman Sya.

Selain itu Kemenpar juga melakukan program kegiatan memfasilitasi pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bidang pariwisata di 34 provinsi serta pelatihan dasar pariwisata untuk 17.600 orang di seluruh Indonesia. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi wisatawan yang tahun ini mentargetkan kedatangan 12 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 260 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air. “Pelatihan dasar pariwisata antara lain berupa pemberian pemahaman dan pelatihan penerapan Sapta Pesona (keamanan, ketertiban, kebersihan, kenyamanan, keindahan, keramahtamahan, dan kenangan) bagi SDM pariwisata sebagai kunci utama dalam menciptakan pelayanan prima bagi wisatawan dalam rangka peningkatan daya saing,” kata Ahman Sya.

Ada tiga (3) komitmen yang diharapkan lahir dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pariwisata se-Indonesia di Hotel Harmoni One Center Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (30/3).

Pertama, mendorong mensukseskan pembangunan pariwisata Nasional, mengingat sektor ini mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, mengatasi kemiskinan, dan melestarikan lingkungan atau pro growth, pro job, pro poor, dan pro environment.

Kedua, meningkatkan kurikulum berbasis kompetensi dengan peningkatan di berbagai bidang.

Ketiga, SMK Pariwisata harus memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bidang pariwisata sendiri.

Komitmen ini diyakini akan mencetak SDM pariwisata yang andal dan profesional berstandar ASEAN.

Tahun 2015 daya saing SDM pariwisata Indonesia di tingkat ASEAN masih berada di ranking 5 di bawah Singapura, Thailand, Malaysia, dan Filipina, sedangkan di tingkat dunia berada di rangking 53 dari 141 negara atau jauh tertinggal dari Singapura di ranking 3 dan Filipina di ranking 42 dunia.

Menurut Deputi BPKK Ahman Sya, dalam upaya meningkatkan daya saing, sejumlah kelemahan SDM pariwisata kita harus diperbaiki terutama dalam hal penguasaan bahasa Inggris, “SDM pariwisata kita masih lemah dalam tiga hal yakni; penguasaan bahasa asing terutama Inggris, teknologi informasi (IT), maupun manajerial. “Untuk meningkatkan kualitas SDM pariwisata kita, tiga hal ini menjadi fokus perhatian,” kata Ahman Sya.

Melalui Rakornas SMK Pariwisata, menurut Ahman Sya, akan menjadi komitmen bersama antara pemerintah dan stakeholder khususnya bidang pendidikan untuk mendukung program penciptaan SDM pariwisata berkualitas agar dapat memenangkan persaingan. Tenaga kerja pariwisata Indonesia diharapkan akan mudah mengisi peluang kerja di sektor pariwisata khususnya untuk 38 job titles yang telah disepakati bersama dalam Mutual Recognation Arrangement (MRA) Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Pemerintah telah menetapkan sektor pariwisata sebagai leading sector karena industri jasa ini menghasilkan devisa dan menciptakan lapangan kerja yang besar. Tahun ini target pariwisata mendatangkan 12 juta wisman dan 260 juta pergerakan wisnus serta akan menghasilkan devisa sebesar Rp 172,8 triliun dan menyerapkan 11,7 juta tenaga kerja.

Rakornas SMK Pariwisata se-Indonesia diikuti 400 peserta dari perwakilan SMK Pariwisata seluruh Indonesia, perwakilan Kementerian/Lembaga yang terkait dengan pengembangan SDM meningkatkan SDM Pariwisata yang tersertifikasi sesuai dengan standar MRA ASEAN.

Banyak harapan yang ingin dicapai oleh semua pihak dan melihat tujuan positif Rakornas ini demi terbentuknya komitmen meningkatkan SDM pariwisata Indonesia serta tercapainya target yang akan dituju bersama untuk pengembangan dan kemajuan Pariwisata Indonesia.

Rakornas SMK Pariwisata se-Indonesia di Hotel Harmoni One Center Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)
Rakornas SMK Pariwisata se-Indonesia di Hotel Harmoni One Center Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)