Gelang-Limited-Edition-dan-Nonton-Film-I-Am-Hope

Gadis Pelangi Sebuah Impian & Kenyataan, I Am Hope.


Siang di hari Selasa (9/2) cuaca sedikit cerah tetapi mendung terasa meliputi awan di sekitar Jalan Sudirman, Jakarta menuju Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta. Semangat untuk terus mendukung film I am Hope dan Gelang Harapan adalah sebuah kewajiban sebagai langkah maju untuk menolong para penderita kanker di Indonesia

Sore ini akan segera di tayangkan film I am Hope untuk media dan blogger, tampak antrian panjang saat registrasi untuk mengisi daftar hadir, tepat di depan Cafe Allergo di Epicentrum. Setelah itu dibagikan press release untuk dapat menjadi panduan dalam menulis kisah di film I am Hope. Memang saat terbaik untuk publikasi yang penanyan di mulai 18 Februari 2016

Kisah yang dimulai dari sebuah keluarga kecil harmonis dengan cukup mapan. Gadis pelangi adalah seorang anak dengan mimpi yang indah dimasa kecil hingga besar semua kenyataan menjadi pilihan. Dan tidak semua tau apa yang akan terjadi kedepannya. Tuhan YME selalu berkata lain karena dia berkehendak. Semangat dan doa adalah semua perjuangan hidup, antara ada dan tiada. Jadi sesungguhnya cobaan itu adalah sebuah semangat untuk berjuang.

Tyo Pakusadewo berperan sebagai ayah dari Mia bernama Raja yang selalu berjuang untuk keluarga dan semangat untuk berjuang untuk penyembuhan sang istri yang menderita kanker, namun semua perjuangan baik material dan nonmaterial, tetapi akhirnya sebuah kenyataan harus dihadapi meskipun berat.

Mia yang diperankan oleh Tatjana Saphira adalah anak perempuan tunggal dari Raja yang mengalami hal yang sama seperti ibunya yang mengalami kanker dan tidak tertolong lagi pada usia penyakitnya belum setahun. Namun beda sekali apa yang dialami oleh ibunya. Perjuangan Mia untuk sembuh selalu menanti kedepan. Meskipun hari berganti minggu lalu berganti bulan, Mia tidak pernah mengalami putus asa serta ditemani Maia yang diperankan oleh Alessandra Usman dalam bayangan nyata.

Semangat berjuang menjadi semangat untuk berbagi kasih dengan seorang teman pria yang dikenalnya bernama david, saat pementasan drama bersama sahabatnya bernama Maia. Kekuatan cinta juga merubah segala dan saling menolong untuk membuka kesempatan agar tulisan yang dibuat oleh Mia dapat diterima oleh Rama Sastra, produser dari sebuah PH (Production House)

Semangat Mia untuk sembuh dari penyakit kanker dan berhasil dari karya tulisan menjadi dua pilihan yang sekaligus ini direalisasikan bersama. Hidup itu tidak saja bernafas tetapi menjalankan hidup, ujar Mia kepada sang ayah yang dicintai. Kekuatiran inilah yang terjadi menjadi trauma sang ayah terhadap anaknya, Mia.

Musik adalah bahasa universal yang bisa menjadikan semua harapan menjadi semangat untuk sembuh. Sehingga dalam film I am Hope ini selalu berlatar belakang irama musik yang indah menjadi komunikasi buat penonton. Penonton akan ikut merasakan betapa hebatnya sebuah perjuangan menghadapi kanker sebagai penyakit nomer satu di Indonesia.

Film I am Hope yang diproduksi oleh Alkimia Production, durasi 108 menit dengan tim produser diantaranya Wulan Guritno, Janna Soekasah Joesef dan Amanda Soekasah serta di sutradarai oleh Adilla Dimitra. Serta cerita yang diambil dari inspirasi kisah nyata sebuah harapan dalam novel berjudul I am Hope. Semoga menjadi inspirasi bagi para penderita kanker untuk tetap percaya dan berani dengan semangat bahwa harapan akan muncul, setia menemani. Gadis Pelangi Sebuah Impian dan kenyataan. Film I am Hope, siap tayang dibioskop pada tanggal 18 Februari 2016.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>