Djakarta Lloyd

Djakarta Lloyd Sebagai Host BUMN Marketeer Ke 42.


BUMN Marketeer yang ke 42 di selenggarakan pada hari Rabu (27/1) di Double Tree Hotel by Hilton, Jalan Pengangsaan Timur No.17 tepat tidak terlalu jauh dari Stasiun Cikini. Dimulai pada jam 07.00 pagi menjadikan acara ini sesuatu yang menarik dan menjadi semangat karena para peserta dari berbagai BUMN sudah harus tepat waktu hadir. Dimulai dengan sarapan pagi untuk memberikan semangat pada saat diskusi nanti. Karena sesuai acara akan berakhir sekitar jam 09.00 pagi.

Foto Bersama BUMN

Foto Bersama BUMN

Acara di buka oleh Publisher of Marketeers Media Fleet, Hermawan Kartajaya sebagai Chairman, MarkPlus dengan pengalaman konsultan 25 tahun dan sebelumnya Sales & Distribution Director di HM Sampoerna. Kemudian dilanjutkan sambutan dan presentasi “Babak Baru PT Djakarta Lloyd (Persero) dalam Membangun Bangsa”,Arham S. Torik , President Director PT Djakarta Lloyd. Beliau bercerita tentang pengalaman dari awal untuk memperbaiki kinerja perusahaan pelayaran ini dengan amanah yang besar, karena perusahaan sedang melakukan banyak pekerjaan mulai dari renegoisasi dengan karyawan, berusaha menambah order, optimalisasi aset, dan menghadapi proses kasasi oleh kreditur.

Tak banyak yang tahu Indonesia memiliki BUMN di bidang pelayaran niaga, PT Djakarta Lloyd (Persero). Sempat beken pada tahun 1970an, Djakarta Lloyd pun pernah merasakan titik nadir pada tahun 2011 yang mana perusahaan nyaris pailit. Namun bagai keajaiban, perusahaan yang tadinya mau mati, tapi diberi kuasa untuk bangkit kembali,” kenang Direktur Utama Djakarta Lloyd Arham S. Torik

Arham mengatakan, kini perusahaan yang dipimpinnya kembali membaik. Hall ini dilihat dari laba perseroan yang kembali positif di tahun 2012. “Tahun 2014, kami mencetak laba Rp 12 miliar, tahun 2015 Rp 18 miliar. Harapannya, tahun ini bisa berkali-kali lipat,” tandasnya.

Keyakinan Arham dinilai wajar mengingat pada akhir Desember tahun lalu, Djakarta Lloyd mendapatkan suntikan dana PNM sebesr Rp 350 miliar dari pemerintah.  Saat itu, ada kekhawatiran nama DL dicoret dari daftar BUMN yang bakal menerima PNM lantaran saham negara di perusahaan plat merah itu hanya tersisa 29%.

Dia mengatakan, selama sepuluh tahun terakhir, Djakarta Lloyd hidup dari mengemplang utang, tidak bayar pajak, dan menjual aset. Termasuk kapal-kapal yang disita pihak lain lantaran utang, yang kini hanya mmenyisakan lima unit. “Bahkan, tahun 2011, kami tidak bisa membayar gaji karyawan kami sendiri,” ungkapnya.

IMG_20160127_043515

Setelah merestrukturisasi organisasi dan keuangan, satu-satunya perusahaan kargo milik pemerintah ini akan melakukan lebih banyak sinergi dengan BUMN.  Arham menyebut, sinergi tersebut berupa kontrak pengangkutan laut atau kargo yang dibutuhkan BUMN.

Human kapital sebagai modal majunya perusahaan sehingga harus diisi oleh orang-orang baru yang mempunyai prestasi baik dan untuk orang lama yang lulus assessment. Pertama yang dilakukan adalah menentukan skala prioritas untuk menyelesaikan masalah dengan motonya “Bergerak lebih cepat, dengan strategi 3F yakni Fokus terhadap bisnis baru, Friend membuat networking dan Face dgn orang-orang yang berprestasi. Untuk menghadapi tantangan ke depan. Agar Djakarta Lloyd menjadi BUMN unggulan, menurut Arham S. Torik adalah dengan menerapkan 3E yakni Efektif, Effisien dan Edan atau Effulgence atau brilian atau terobosan.

Sebagai BUMN yang sahamnya keseluruhan dimiliki oleh Negara PT Djakarta Lloyd (Persero) memiliki komitmen yang kuat untuk terus maju dan berkembang serta mendukung pemerintah dalam mendorong tumbuhnya perekonomian nasional. Karena itu tidaklah berlebihan jika eksistensinya menjadi perhatian pemerintah saat ini dan masa depan.

M.Sobari

M.Sobari

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>