Grand Zuri BSD City, Hotel Dengan Sentuhan Rumahan.

Sebuah hotel yang terletak di jantung Bumi Serpong Damai City dan dekat dengan Jakarta. Menjadikan hotel ini sangat strategis dengan melalui jalan tol Banten. Juga dapat ditempuh dengan kendaraan umum lainnya seperti, Kereta Commuter Line (KCL) Tanah Abang – Serpong ( Stasiun Rawa Buntu) dengan jarak tempuh hanya kurang dari 30 menit dan berada di Jalan Raya Pahlawan Seribu, Kavling Ocean Walk Blok CBD Lot.6 BSD City, Serpong, dilanjutkan dengan taxi atau kendaraan umum lainnya. Begitu juga jika berkendara dari Bandara Internasional Soekarno Hatta dapat ditempuh hanya 35 menit.

Para Pelopor Jakarta Corners besama Teguh Sudarisman dan PR Grand Zuri, BSD City
Para Pelopor Jakarta Corners besama Teguh Sudarisman dan PR Grand Zuri, BSD City

Inilah yang kedua kalinya saya ke Grand Zuri, BSD City. Dimana saat pertama kali datang mengikuti seminar berkebun atas undangan kedutaan Belanda. Namun pada saat kemaren Sabtu (24/10/2015) menghadiri soft launching Jakarta Corners. Sebuah situs mengenai berbagai hal tentang Jakarta yang dipelopori oleh 6 orang yang diantaranya Donna Imelda, Dewi Rieka, Evi Indrawanto, Shintaries Nijerinda, Katerina dan Salman Faris.

Lobby GrandZuri, BSD City
Lobby GrandZuri, BSD City

Suasana Grand Zuri BSD City sangatlah nyaman dan terjaga keamanan. Ketika saya masuk di lobby hotel terasa suasana akrab sekali karena bernuansa rumahan. Beberapa kursi sofa sebagai ruang tunggu menjadikan keakraban saat bertemu teman-teman blogger lainnya yang sudah datang pada jam 08.00 pagi ini. Sebelum acara dimulai pada jam 9.30 pagi saat berkesempatan berkeliling areal lobby hotel sambil mengabadikan dengan kamera saya ke berbagai sudut ruang. Setelah itu melakukan registrasi untuk mencatat kehadiran saya di acara Blogger Gathering ‘’Telisik Unik Sudut Jakarta’’ yang menjadi narasumbernya adalah Teguh Sudarisman. Dimana ruangan pertemuan yang luas dan baik serta terjangkau dari berbagai sudut.

Wakil GM Grand Zuri, BSD City, Bapak Adimara
Wakil GM Grand Zuri, BSD City, Bapak Adimara

Saat acara berlangsung diperkenalkan wakil General Manager Grand Zuri BSD City, Bapak Adimara yang menjelaskan latar belakang keberadaan hotel ini yang merupakan bagian dari Zuri Management yang berpusat di Pekanbaru, ibukota propinvi Riau. Juga menjelaskan bahwa Grand Zuri BSD City memiliki 132 kamar dan merupakan hotel ke-9 dari Zuri Hospitality Management (ZHM), setelah di Dumai, Duri, Pekanbaru, Jababeka dan Palembang. Grand Zuri BSD City meramaikan pasar perhotelan di Serpong, memiliki delapan ruang pertemuan yang berkapasitas antara 50 dan 300 orang, fasilitas kolam renang, spa, lounge, coffe shop, parkir berkapasitas 150 mobil.

Cerenti Restaurant, Grand Zuri BSD City
Cerenti Restaurant, Grand Zuri BSD City

Beberapa fasilitas lainnya yang dijelaskan olehnya antara lain get link Cerenti Restaurant yang merupakan restaurant yang memiliki pilihan makanan untuk sarapan, makan siang dan makan malam dengan hidangan lokal Indonesia dan juga makanan Internasional dengan masakan Korea dan Jepang spesialisasi. Interior dirancang untuk menciptakan suasana yang professional namun ramah. Sebuah kesempatan buat saya dan teman-teman blogger lainnya merasakan nikmatnya hidangan makan siang di restauran ini dengan kursi dan meja makan seperti di rumah, menjadikan hidangan terasa nikmat sekali.

Lounge Zuri, Grand Zuri BSD City
Lounge Zuri, Grand Zuri BSD City

Zuri Lounge, yang terletak di lantai 2 adalah tempat yang ideal untuk memenuhi tamu atau teman sambil menikmati koktail, anggur berkualitas, sampaye, kopi, teh dan makanan lezat lainnya serta menikmati musik live setiap Senin – Sabtu. Dan didekat lounge juga tersedia mushola yang berada persis dipojok lantai 2 dekat lift dan ada beberapa ruang meeting lainnya yang tersedia.

Mba Dini, PR Grand Zuri BSD City bersama Mba Hermini, saat akan keliling hotel.
Mba Dini, PR Grand Zuri BSD City bersama Mba Hermini, saat akan keliling hotel.

Selanjutnya diperkenalkan Executive Secretary Asst Public Relation, Grand Zuri BSD City, M. Nindya Ayundini atau biasa di sapa dengan Mba Dini, pada akhir acara. Semua peserta diajak berkeliling hotel untuk membuktikan bahwa nuansa rumahan selalu ada disetiap dinding, diantaranya beberapa lukisan yang indah berwarna-warni menciptakan keakraban bagi para pengunjung hotel. Untuk menuju lantai 5 harus menggunakan lift yang tersedia pada di bagian sebelah ruang resepsionis. Mba Dini, memadu teman-teman blogger ke berbagai ruang yang ada di lantai 5 . Semua kamar modern dalam desain, menggabungkan tampilan yang kontemporer klasik dengan kenyamanan yang luar biasa. Semua suite memiliki ruang tamu yang terpisah, meja kerja yang luas, kamar mandi besar dengan bathtub dan dilengkapi dengan WiFi, 32 inch TV LCD dan minibar. Zuri Dream adalah tempat tidur King Koil dengan bantal mewah dan selimut. Juga saya berkeliling diantaranya fasilitas kolam renang dan ruang gym.

Zuri Dream adalah tempat tidur King Koil
Zuri Dream adalah tempat tidur King Koil

Benar-benar hotel dengan sentuhan rumahan yang menjadikan para pengunjungnya tertarik untuk mencoba menginap dan merekomendasikan ke teman-teman saya lainnya untuk bisa berkunjung ke Grand Zuri, BSD City. Banyak kegiatan pameran dan seminar yang ada di seputar wilayan Serpong ini termasuk keberadaan pusat hiburan dan belanja yang ada disekitarnya sebagai penunjang aktivitas, tentunya Grand Zuri BSD City memberikan pelayanan dengan motto, here We Know How To Please You.

Blogger Gathering Jakarta Corners di Grand Zuri BSD City
Blogger Gathering Jakarta Corners di Grand Zuri BSD City (Foto Dok. Jakarta Corners)
Lukisan yang berada di setiap dinding di Grand Zuri BSD City
Lukisan yang berada di setiap dinding di Grand Zuri BSD City
Kolam Renang di Grand Zuri BSD City
Kolam Renang di Grand Zuri BSD City
Ruang Gym
Ruang Gym
Toilet di dalam kamar.
Toilet di dalam kamar.
Meja kerja yang luas dan nyaman
Meja kerja yang luas dan nyaman

Peran Perempuan Penentu Kemajuan Rumah Tangga

Sebuah tantangan kedepan yang harus dilakukan oleh para perempuan Indonesia adalah turut serta menggerakkan ekonomi rumah tangga. Dibeberapa daerah di Indonesia, peran perempuan terutama para ibu-ibu yang turut membantu kepala rumah tangga untuk menopang biaya kehidupan keluarga yang semakin hari semakin meningkat demi untuk memberikan kehidupan yang terbaik buat keluarga terutama perkembangan anak hingga dewasa. Sehingga peranan ini harus selalu diarahkan dengan baik oleh KPPPA (Kemeterian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak).

Inilah yang menggerakkan saya untuk ikut serta acara seminar yang diadakan oleh KPPPA pada hari Jumat (23/10/2015) yang bertemakan, ‘’Dukungan Teknologi Informasi dan Komunikasi Untuk Mendukung Industri Rumahan’’. Acara yang berlangsung di Grand Hotel Cemara, Menteng, Jakarta Pusat,. yang dimulai pada jam 09.00 wib. Tentunya kita tidak sulit mencari lokasi acaranya karena terletak strategis dengan Jalan Cemara dan juga Stasiun Gondangdia. Meskipun undangan yang saya terima pada malam hari, tentunya menjadi kebanggaan untuk turut serta kaum lelaki melihat peran perempuan dari sisi yang berbeda. Ini perlu sekali kita utarakan bersama meskipun rata-rata yang hadir pada saat itu adalah mayoritas perempuan dan juga ada beberapa pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) yang diundang oleh KPPPA. Sehingga sangatlah baik sekali jika semua yang hadir dapat turut serta berbagi ilmu dengan teman-teman lainnya.

Kita semua harus tahu apa yang menjadi kelebihan perempuan disamping emansipasi yang telah dilakukan dahulu oleh RA. Kartini. Kebijakkan pengembangan industri rumahan melalui sistem ekonomi rumah tangga, menjadikan arahan yag terbaik oleh KPPPA agar menjadikan perempuan memiliki arahan yang strategis seperti,
1. Penanggulangan kemiskinan dan perluasan lapangan kerja.
2. Mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.
Dasar Pemikiran,
1. Mengurangi pengangguran melalui perluasan kewirausahaan pada usaha mikro melalui gerakan kewirausahaan nasional.
2. Menyingkapi moratorium TKI.
3. Koordinasi pengembangan industri rumahan.
Jadi yang perlu disingkapi dari pengertian gender di atas adalah suatu konsep kultural yang merujuk pada karateristik yang membedakan antara perempuan dan lelaki baik secara biologis, perilaku, mentalitas dan sosial budaya. Namun perannya di masyarakat dapat disejajarkan dengan batasan-batasan tertentu. Lelaki dan perempuan secara sexualitas di bedakan berdasarkan alat kelamin yang dimilikinya, namun secara gender perbedaan tersebut tidak menjamin perbedaan gender.

Hal yang luar biasa saat itu adalah para narasumber adalah para perempuan. Saya sangat bangga bahwa KPPPA telah memberdayakan para perempuan hebat Indonesia untuk memberikan arahan kepada peserta acara ini, antara lain Martha Simanjuntak, sebagai founder IWITA , Puspita Zorawan, MPsi.T, sebagai Motivator dan Ani Bertha, sebagai Blogger. Ketiganya adalah perempuan Indonesia yang bisa mengembangkan karier bagi kemajuan bersama tidak saja bagi perempuan tetapi untuk seluruhnya dengan dukungan teknologi dan informasi.

Pemanfaatan teknologi dan informasi pada saat ini menjadi penunjang karir perempuan. Banyak peluang bisnis yang dapat dilakukan di rumah karena teknologi dapat mengubah perilaku konsumen. Seperti yang diutarakan Ibu Martha Simanjuntak, yang aktif diberbagai organisasi, bahwa menjadi ibu adalah dambaan perempuan dimanapun mereka berada. Peluang selalu tersedia dimanapun dan tidak perlu takut untuk memulainya dari awal, pertama-tama Anda bisa membuat daftar tentang apa saja seperti modal serta peluang yang bisa diciptakan.

Menjadi agen perubahan adalah tujuan kita bersama untuk memberikan peluang bagi perempuan untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Sebagai motivator, Ibu Puspita Zorawar memaparkan bahwa kemajuan itu haruslah dengan, pengembangan pribadi, penerimaan diri, pengembangan potensi diri dan wawasan yang komprehensif. Sehingga peranan perempuan menjadi multiperan saat ini yakni part time work, full time, career dan working from home.

Tentunya profesi yang beragam pada saat ini menjadi hal yang baru seperti halnya, Ibu Ani Bertha menjadikan tulisan adalah kekuatan karena dari hobi bisa menjadi profesi. Inilah profesi blogger yang ditekuninya menjadi penghasilan yang luar biasa. Berbagai cara dipaparkannya agar kita semua meniru keberhasilannya karena tulisan yang kita buat dapat dituangkan ke blog pribadi ataupun dapat dikirim ke berbagai media online.

Tidak semua pembahasan diatas dilakukan sekaligus, karena berhubung saat itu adalah hari Jumat sehingga peserta laki-laki pada jam 11.30 wib harus melakukan ibadah sholat Jumat di masjid terdekat dan setelah itu makan siang di lantai dasar Grand Hotel Cemara. Lokasi yang sagat strategis menjadi mudah terjangkau dari berbagai sudut Jakarta. Acara seminar yang berada di lantai 5 dilanjutkan kembali pada jam 13.30 wib dan berakhir pada jam 15.30 wib. Banyak manfaat yang bisa kita bagi dari materi yang disampaikan pada acara ini dan kita berharap agar peran perempuan penentu kemajuan rumah tangga dapat seiring dengan pengembangan teknologi dan informasi.

Foto Bersama Peserta Seminar KPPPA di Grand Hotel Cemara (Foto Dok. Cahyanto Chan)
Foto Bersama Peserta Seminar KPPPA di Grand Hotel Cemara (Foto Dok. Cahyanto Chan)

Bersama Sinar Harapan, Bahas Uang Elekronik Pilihan Kita.

Seperti biasanya setelah pulang kerja pada jam 14.00 wib siang ini, saya melanjutkan aktivitas lain sebagai blogger. Berhubung hari Rabu (21/10) masuk shift pagi, tentunya banyak waktu yang bisa dilakukan di luar jam kerja. Ini juga bertepatan dengan acaranya go to link Ngopi Sore Bareng Sinar Harapan, dengan tema Praktis Aman Nyaman Bertransaksi Non Tunai, yang diadakan di Resto Bebek Bengil, Jakarta di The Ubud Building Jl. H.Agus Salim No.132, Menteng-Jakarta.

Meskipun acara dimulai pada jam 14.30, tentunya saya berusaha untuk segera sampai tujuan dan memang tidak begitu sulit dan jalan belum begitu macet dari kantor Citibank di Bapindo Plaza menggunakan Transjakarta di Halte Gelora dan berhenti di Halte Sarinah. Tapi sayang sekali rutenya harus berbalik arah lagi karena ketidak tersedianya Halte Plaza Indonesia yang ditutup oleh proyek MRT (Mass Rapid Transportasi).

Setelah sampai dilokasi, saya menuju ke meja penerima tamu untuk registrasi dan memberikan kartu nama. Meskipun telat 30 menit tetapi belum dimulai acaranya. Melihat sekitar resto yang bernuansa Bali, sungguh nyaman dan asri. Kita seolah-olah dibawah ke tanah para dewa, demikian juga setting ruang dari Resto Bebek Bengil ini. Menyantap hidangan kue dan minuman teh hangat yang tersedia yang juga pilihan saya selain tersedia es krim, kopi dan air putih.

Acara Ngopi Sore Bareng Sinar Harapan, ini juga menghadirkan pembicara-pembicara dari Bank Indonesia di wakili oleh Riki Satria, Direktur Elektronik BI , Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di wakili oleh Dana Febriyanto, Direktur Group Peraturan LPS, PT Bank Negara Indonesa, Tbk diwakili oleh Ryan Kiryato yang menggantikan Anggoro Eko Cahyo, yang berhalangan hadir dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) diwakili oleh Jeffry Cho.

Semakin berkembangnya media sosial yang terjadi sekarang ini tentunya semua orang tidak kesulitan untuk mengakses informasi dan berkomunikasi. Indonesia yang memiliki jumlah penduduk terbesar nomer 4 di dunia, menjadi sasaran yang tepat untuk perkembangan internet. Bahkan jumlah handphone melebihi jumlah penduduk yang ada sekarang sebanyak 350 jutaan. Padahal jumlah peduduk Indonesia per 2014 adalah sekitar 250 juta jiwa. Inilah bonus demography yang sesungguhnya terjadi seperti yang dituturkan, Riki Satria.

Perkembangan transaksi yang ada di Indonesia, diperlukan sebuah cara yang praktis, aman dan nyaman yakni dengan adanya uang elektronik atau e-money, sehingga dapat dilakukan transaksi non tunai. Jadi mengapa harus non tunai diantaranya sebagai berikut, mengurangi biaya pengelolaan uang tunai, membantu usaha pencegahan dan identifikasi kejahatan, pembayaran yang aman, praktis dan effisien, serta mengakomondasikan peningkatan bisnis e-comerce. Salah satu manfaat e-money adalah meningkatkan inklusi keuangan. Penjabaran Ryan Kiryanto, dari PT Bank Negara Indonesia, Tbk. , sangat jelas dan padat ditambah dengan kata-kata berbahasa jawa yang lucu dan menambah suasana tidak kaku. Disamping itu juga menjelaskan tantangan dan peluang inklusi keuangan Indonesia diantaranya adalah Negara Kepulauan, Kendala infrastruktur, Tingkat pendidikan yang masih rendah, Komposisi masyarakat berpendapatan rendah dan masih tinggi penetrasi teknologi telekomunikasi yang lebih baik.

Berbagai sisi keuntungan yang tentunya diperlihatkan dari sistem pembayaran yang dilakukan sekarang dengan menggunakan e-money, pastinya ada berbagai hal yang perlu diantisipasi seperti halnya adanya pemalsuan (fraud) ataupun cara yang tidak aman lainnya yang perlu dicermati bersama, demikian yang sampaikan oleh Jeffry Cho.

Perlu juga kita ketahui bahwa untuk menjamin simpanan nasabah bank. Pemerintah mendirikan LPS (Lembaran Penjamin Simpaan) melalui UU No.24 Tahun 2004. Fungsinya, menjamin simpanan nasabah dan turut aktif dalam stabilitas sistem pembayaran sesuai dengan kewenangannya. Penjelesan yang dilakukan oleh Dana Febriyanto secara singkat dan padat.

Moderator beberapa kali memotong pembicaraan narasumber mengingat waktu yang sangat terbatas, tetapi juga ada sesi tanya jawab seputar transaksi keuangan non tunai baik dengan menggunakan EDC (Electronic Data Capture) dan juga beberapa resikonya. Juga pada akhir acara tersebut Daud Sinyal dan Mei Fong Chin dari Sinar Harapan, berkesempatan hadir kedepan untuk memberikan beberapa hadiah doorprize bagi para pemenang yang terpilih melalui undian. Tentunya saya sangat berterima kasih sekali kepada Sinar Harapan yang telah membuat acara Ngopi Sore Bareng ini menjadi yang hal menarik dan semoga uang elektronik ini menjadi pilihan praktis, aman dan nyaman bagi masyarakat Indonesia.

Ngopi Sore Bareng Sinar Harapan
Ngopi Sore Bareng Sinar Harapan

Mengajak Anak di Sunday Sharing #21

Beberapa hari sebelum dilaksanakan Sunday Sharing #21 pada hari Minggu (18/10/2015). Saya mengajak anak yang SMP Kelas 8 untuk ikut acara tersebut. Karena biasanya seharian dihabiskan waktunya bermain game di laptopnya. Rasa kuatir yang teramat saya rasanya jika terlalu lama di depan laptop akan berakibat mata mengalami iritasi. Alhamdullilah, sesuai rencana akhirnya mau ikut juga bersama belajar blogdetik di kantor detik.com di Jalan Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan.

Kebetulan sekali pada hari Minggu ini merupakan hari libur kerja saya, maklumlah biasanya masuk kerja berhubung unit kerja menggunakan waktu on shift. Tidak saya sia-siakan waktu ini untuk bergegas mempersiapkan diri untuk mengikuti acara Sunday Sharing #21 dengan menyiapkan beberapa pesan yang harus dibawa yang dikirim ke email oleh Ketua Kelas dan Wakilnya, Mas Bowo dan Mas Dede.

Kang Arul sebagai narasumber Sunday Sharing #21 (Foto Dok.Pribadi)
Kang Arul sebagai narasumber Sunday Sharing #21 (Foto Dok.Pribadi)

Tema acara tersebut berhubungan dengan blogger untuk membuat repotase ketika menghadiri acara launching sebuah produk dan yang menjadi narasumber adalah Kang Arul. Pastinya dengan gaya khas Kang Arul, semua peserta merasa nyaman dan serius tapi santai. Semua peserta terlihat gembira dan terkadang tertawa ataupun tersenyum. Tentunya pengalaman menjadi seorang dosen disebuah peguruan tinggi hingga kini menjadikannya mudah sekali menyampaikan kepada peserta acara ini.

Disamping itu yang menjadi kesenangan saya adalah anak ikut serta dan interatif bersama peserta lainnya. Tanpa merasa minder meskipun diantara peserta lainnya usianya teramat muda yakni 14 tahun, pasnya Desember 2015. Dengan diberikan lima lembar kertas folio untuk tugas yang akan dikerjakan serta tiga buah spidol dengan warna merah, biru dan hitam menjadi langkah-langkah yang akan kita lalui saat belajar bersama Kang Arul.

Saat Kang Arul menjelaskan 5 buah gambar yang harus diselesaikan dengan menguraikan menjadi lima kata dalam satu paragraf yang saling bertautan. Anakku berhasil menguraikan kata-kata tersebut dan dibacakan oleh Kang Arul dari lembar kertas yang ditempel di dinding. Tentunya mendapatkan sebuah buku yang paling besar sebagai hadiahnya. Pastinya dia akan sangat tertarik dengan acara ini.

Pelajaran berikutnya adalah siapkan terlebih dahulu materi sebuah acara dengan mencari di websitenya begitupula dengan foto-fotonya agar informasi yang didapatkan menjadi benar. Juga perhatikan 8 kata yang akan menjadi bahan tulisan sebanyak 8 paragarf. Sehingga setiap kali ada acara yang biasanya lebih dari satu dalam tiap harinya dapat dipermudah dengan metode ini. Jangan terlalu membahas seluruh materi, tetapi bahaslah situasi dan kondisi saat itu yang mendukung acara berlangsung.

Memang waktu jua yang memisahkan pertemuan ini. Berhubung Kang Arul harus mengikuti acara berikutnya di Bentara Budaya, Palmerah pada jam 13.00 wib. Akhirnya dipercepat dan dipadatkan materinya. Meskipun begitu buat Saya ini menjadi pelajaran yang sangat berharga, apalagi anak ikut serta dan sungguh menyenangkan. Akhirnya ketika saat perjalanan pulang, dia berkata, “…..Ayah menyenangkan sekali acaranya dan kalau ada kesempatan lagi aku bisa ikut……..”.

Materi 5 gambar dengan 5 kata yang dikembangkan dalam 1 kalimat. (Foto Dok.Pribadi)
Materi 5 gambar dengan 5 kata yang dikembangkan dalam 1 kalimat. (Foto Dok.Pribadi)

Inilah kesan pertama yang menyenangkan, tentunya Kang Arul dapat membaca pikiran semua peserta dan sungguh menyenangkan juga akhirnya buku yang diberikan Kang Arul hingga kita terus dibaca oleh anak saya yang berjudul Kumpulan Kisah Klasik Dinasti Ming, ‘’Kisah Belut Emas’’. Disamping itu juga ada peserta yang terlihat pendiam ternyata terbukti dapat memberikan tulisan yang sangat bagus hingga akhirnya Kang Arul memberikan dua buah hadiah sekaligus . Semoga saja pada acara Sunday Sharing yang berikutnya menjadi acara yang menyenangkan dan selalu sukses.

Belajar Tulus Ikhlas dari Film ‘’Little Big Master’’ Saat Nobar Bersama Celestial Movies

Film yang berlantar belakang di sebuah negara Hong Kong yang sangat kental sekali dengan budaya barat terutama dari Inggris. Memang selama 100 tahun lamanya Hong Kong telah menjadi bagian dari sebuah perjanjian dengan Inggris. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa hampir seluruh sistem pendidikan dan kebudayaan menjadi sesuatu yang terpadu dengan baik antara Timur dan Barat. Inilah yang menjadikan kesan yang terdalam I Love HK Movies.

Little Big Master adalah sebuah film yang berkisah dari sebuah negeri yang maju yang berkembang pesat, namun ada sisi lain bahwa Hong Kong juga memiliki desa-desa yang menyebar di seputar wilayahnya daratan tinggi yang nampak dari awal film ini memperlihatkan sisi pedesaan dari Hong Kong. Tidak semua orang Hong Kong itu kaya tetapi di film ini memperlihatkan keadaan terendah dari penduduk Hong Kong yang berpenghasilan rendah, tentunya akan hidup dipinggir kota besar.

Celestial Movies menghadirkan film ini sebagai, film drama Hong Kong terlaris tahun ini. Menceritakan gambaran Hong Kong yang sesungguhnya dengan keanekaragaman sosial budaya. Film yang diperankan oleh aktris cantik Miriam Yeung sebagai Lui Wai-hung dan aktor ternama Hong Kong, Louis Koo sebagai Dong, film ini sangat menyentuh hati.

Dunia pendidikan menjadi sebuah kesewenang-wenagan orang tua terhadap anaknya. Ketidakmampuan anak seringkali menjadi sesuatu yang tabu pada orangtua yang terpandang dan kaya. Hal ini terlihat sekali saat Hung menjadi seorang Kepala Sekolah di TK (Taman Kanak-Kanak) yang terkenal. Orang tua murid merasa bahwa anaknya mampu berbagai pelajaran mulai belajar bahasa Inggris, Francis, kesenian dan sebagainya. Nilai yang rendah menjadi anak bosan dan merasa disudutkan oleh orangtuanya. Inilah yang terlihat bahwa guru yang jujur dan cerdas seperti Hung, menyampaikan hal tersebut dengan mengusulkan agar anak tersebut dipindahkan ke kelas biasa dari sebelumnya di kelas khusus. Tetapi sulit sekali untuk dapat dibenarkan oleh kedua orangtua murid tersebut Akhirnya dengan pertimbangan yang ada, Hung menyerah dan mengundurkan diri.

Dong dan Huang sedang merencanakan keliling Eropa
Dong dan Hung sedang merencanakan keliling Eropa

Sebuah pelajaran besar dari sebuah TK ternama dan terkenal di Kota dan keputusan yang tepat untuk mundur bukan segala-segalanya berakhir. Tetapi akan menjadi sebuah tantangan besar di lain tempat dan waktu. Hung yang didukung oleh sang suaminya Dong menjadikan hal yang terbaik bahwa dukungan orang terdekat sangatlah utama dan tepat meskipun ada penyakit tumor yang sewaktu-waktu menyerangnya. Keterbukaan antara suami dan istri adalah hal yang diperlihatkan dalam kisah film ini dengan ciri khas budaya timurnya yang selalu saling penghormati dan menghargai diantara keduanya.

Guru Hung sedang mengajarkan buat ke 5 muridnya.
Guru Hung sedang mengajarkan buat ke 5 muridnya.

Dunia lain yang jauh dipedesaan dari kota menjadikan pilihan Hung untuk memulai karirnya kembali sebagai Kepala Sekolah TK dengan hanya lima murid tentunya juga menjadi tantangan tersendiri karena dalam waktu dekat jika tidak dipertahankan para muridnya itu dapat berakibat TK akan ditutup oleh Komite Desa, yang menganggap TK itu sudah tidak berguna lagi. Memang tulus ikhlas sangat berperan sekali bagi kemajuan dari tantangan yang ada. Inilah modal kita untuk berjuang menghadapi tantangan yang luar biasa dari berbagai pihak dan ganasnya arus modernisasi dan semua orang akan selalu mengejar keuntungan tanpa memperhatikan orang lain lagi disekitar kita yang tidak mampu.

Kepala Sekolah TK, Hung bersama 5 muridnya.
Kepala Sekolah TK, Hung bersama 5 muridnya.

Penonton juga dipersembahkan lima orang murid dengan karakter dan lantar belakang yang sangat rendah ekonomi keluarga tetapi sangat besar semangat berjuang untuk mendapatkan pendidikan diantaranya, Ho Yu-ying Winnie sebagai Ho Siu Suet (Siu Suet), Keira Wang sebagai Tam Mei Chu (Chu Chu), Fu Shun-ying sebagai Lo Ka Ka (Ka Ka) dan yang menarik lagi adalah dua orang murid dengan orangtua berasal dari Asia Selatan yakni Zaha Fathima dan Khan Nayyab sebagai Kitty Fathima dan Jennie Fathima. Kelima murid ini yang bertahan untuk tetap di TK tersebut karena sebelumnya TK ini memiliki siswa-siswi yang banyak, tetapi satu persatu pindah termasuk para gurunya. Inilah kesewengan para pemangku desa yang ingin mendapatkan keuntungan besar jika TK tersebut ditutup.

Salah satu murid yang lulus dari TK
Salah satu murid yang lulus dari TK

Keberhasilan Hung sebagai Kepala Sekolah TK dengan semangat yang besar dan penuh kekeluargaan menyebabkan para orang tua dari kelima murid tersebut tetap mendukungnya sampai berakhirnya proses belajar selama satu semester. Pendekatan Hung yang tulus ikhlas juga menjadi simpati seluruh penduduk desa. Di akhir cerita ini diperlihatkan para penduduk desa bersama-sama memasukkan kembali anaknya bersekolah ke TK tersebut. Semua perjuangan yang diperlihatkan di film ini tentunya mendapatkan sebuah hasil nyata dengan keberhasilan mempertahankan TK tetap berdiri hingga sekarang. Akhirnya penonton terbawa terharu menyaksikan film ini dan sangat mirip sekali kisahnya dengan Laskar Pelangi. Hayoo…bermimpi karena mimpi itu indah.

Terima Kasih Buat Celestial Movie
Terima Kasih Buat Celestial Movie

 

Apresiasi Sastra oleh Sapardi Djoko Darmono & Dewi Lestari di Galeri Indonesia Kaya

Tidak seperti biasanya menurut petugas keamanan di depan Galeri Indonesia Kaya, para pengunjung ngantri mengular pada saat melakukan registrasi ulang di hari Kamis (8/10/2015) pada jam 18.00.sore ini. Memang saat saya mengantri belum mendaftar online di website www.indonesiakaya.com karena memang baru sehari diinformasikan oleh teman sesama blogger yang gemar puisi dan sajak. Kemungkinan tidak dapat masuk mejadi 99.99% karena kapasitas ruang pertunjukkan hanya cukup 150 orang sedangkan yang mengantri hampir melebihi kapasitas yang tersedia. Galeri Indonesia Kaya berada di Grand Indonesia, West Mall Lat 8, Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat.

Menjelang pertunjukkan dimulai akhirnya Saya hanya mendapatkan kesempatan menyaksikan melalui live streaming di luar ruang pertunjukkan. Sebuah layar tersedia dan disaksikan cukup banyak para pencinta puisi dan sajak. Dengan berdiri diterangi cahaya yang redup menambahkan hikmat saat awal pertunjukkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan bersama-sama.

Suara indah dari nyanyian yang dipadukan oleh iringan piano, tampak Dewi Lestari atau dipanggil Dee membacakan sajak-sajak indah diiringin irama musik yang bersesuaian. Kemudian sambil bernyanyi mengiringi suasana yang sejuk di malam hari. Dewi Lestari yang bernama pena Dee Lestari memulai karier sebagi penyanyi latar pada tahun 1993 mengiringi penyanyi legendaries Chrisye dan banyak penyanyi lain. Pada tahun 1995, ia bergabung denga trio ‘’Rida, Sita, Dewi’’ yang telah mengeluarkan empat album hingga akhir kebersamaan mereka pada tahun 2003.

Ki-Ka. Dewi Lestari & Sapardi Djoko Darmono ( Doc.Pribadi di Live Streaming)
Ki-Ka. Dewi Lestari & Sapardi Djoko Darmono ( Doc.Pribadi di Live Streaming)

Para penonton sungguh antusias menyaksikannya, setiap selesai sajak-sajak dan lagu-lagu yang ditampilkan selalu disambut tepuk tangan tanda gembira dan kagum. Memang menyenang jika dapat langsung menyaksikan didepan panggung. Namun diantara para penonton yang berdiri tampak seorang artis sinetron yang sempat Saya berkenalan, namanya Dinda Kanyadewi. Dia sangat menggemari sajak-sajak Sapardi Djoko Darmono. Karena beberapa waktu lalu di pameran Internasional Indonesia Book Fair (IIBF), JHCC, Senayan. Saya juga sempat menyaksikan dia dibarisan kursi paling depan panggung dengan wajah kagum mendengar tiap baris sajak yang dibacakan oleh Sapardi, yang biasa berbicara dengan gaya anak mudanya meskipun usia sudah sangat lanjut.

Berikut menjelang waktu bergulir Sapardi Djoko Damono, tampil dengan dipandu untuk menaiki tangga panggung. Usia boleh tua tetapi semangat berkarya harus tetap seperti usia muda. Enerjik dan humor menjadi bagian yang tak terpisahkan. Pak Sapardi dilahikan di Solo, Jawa Tengah pada tanggal 20 Maret 1940. Ia menulis puisi dan kemudian esai dan kritik sastra, sejak masih menjadi murid SMA. Ia telah menerbitkan sekitar 40 judul buku asli dan terjemahan antara lai n 10 buku puisi, lima novel, dua kumpulan cerpen dan belasan buku esai – asli dan terjemahan.

Sebuah sajak yang ditunggu-tunggu oleh para penonton yang ingin sekali dibacakan langsung oleh sang pujangga ini yakni,

Hujan Bulan Juni

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

Semua mendengar kagum dengan kata-kata yang pas sajak dibacakan satu persatu tiap baris dengan pasti. Sebuah pertanyaan yang dijawab juga oleh beliau adalah Kenapa judul harus seperti itu dan dijawabnya bahwa tidak ada pernah hujan di bulan Juni, sehingga para pendengar akan tambah penasarankan…., ujar Pak Sapardi.

Memang usia tidak muda lagi tetapi judul ini menjadi sebuah buku novel yang telah di lauching di bulan Juni lalu. Inilah yang menjadikan saya kagum dan gemar membaca kisah beliau dan karya. Tetap semangat dan selalu berbagi pengetahuan dengan yang muda.

Menjelang akhir acara ditampilkan penyanyi Nana Tatyana dan gitaris Gupta Mahendra, yang membawakan sajak dalam tampilan musukalisasi. Sebelum bernyanyi Nana berbicara tentang pengalamannya membuat beberapa CD musikalisasi puisi Sapardi Djoko Darmono yang sudah dikerjakan bersama musisi dan penyanyi sejak tahun 1990-an. Acara ini dilaksanakan sebagai salah satu kegiatan apresiasi sastra dan penyebarluaskan informasi mengenai kesusastraan Indonesia modern.

Berakhirnya acara pertunjukkan menjadi sebuah makna yang terus teringat dan kagum. Saat itu untuk meringankan kaki yang pegal waktu berdiri, Saya sempatkan duduk dikursi untuk menanti antrian keluar. Sambil bercerita dengan seorang wanita disamping kursi saya, ‘’…ternyata acara ini disambut hujan di sore hari di luar sana…,’’ ujarnya. Semoga dunia seni ini menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan digemari oleh generasi muda.

Inspirasi Kreatif Tokopedia, Ciptakan Peluangmu

Warna hijau menjadi dominan sekali ketika saya menghadiri acara Tokopedia di Assembly Hall Lantai 9, Bapindo Plaza, Jalan Jend.Sudirman Kab 54-55, Jakarta Selatan. Waktu menunjukkan jam 8.45 wib, ketika saya melakukan registrasi dan mendapatkan kupon undian dan godiebag dengan warna hijau. Sudah banyak peserta yang hadir baik dari blogger, media maupun dari seller tokopedia.

Apa itu Tokopedia ? mungkin ini pertanyaan sebagian orang yang belum mengenal. Tokopedia.com merupakan salah satu mal online di Indonesia yangmengusung model bisnis markerplace. Sejak diluncurkan hingga akhir tahun 2015, layanan dasar Tokopedia bisa digunakan oleh semua orang secara gratis.

Tokopedia Roadshow dengan tema Ciptakan Peluangmu, menjadi rangkaian kegiatan keliling ke kota-kota besar di Indonesia diantaranya, Bandung, Surabaya, Semarang, Makassar, Medan, Malang, Solo, Yogyakarta dan Banjarmasin. Diawali di Jakarta pada Sabtu (10/10/2015) dengan dihadiri oleh banyak peserta dan merupakan ajakkan kepada generasi muda untuk, Ciptakan Peluangmu. Pada saat itu juga dihadiri oleh Abdulah Rahim Tahir selaku CEO JNE sebagai satu perusahaan kurier untuk mengantarkan barang pesanan dari tokopedia dan juga perwakilan dari Bank Mandiri yang menjelaskan produk-produk perbankan dan menjadikan sarana pembayaran dalam bertransaksi di tokopedia serta Smartfren sebagai pendukung acara ini yang menjadikan komunikasi anda menjadi lebih nyaman. Sedikit terlewati adalah Bank BNI yang turut serta menjadi pendukung acara Tokopedia Road show yang memiliki cabang diseluruh Indonesia.

Meskipun tertunda sekitar 1 jam dari rencana acara pada jam 9.00 wib yang dibuka oleh pembawa acara yang gendut dan lucu yakni Kemal Muchtar. Sebelum acara dimulai dipersilhakan hadirin untuk memeriksa kursi yang ada stiker sebagai door prize dan juga melakukan lomba live tweet dengan mention @smartfrenworld @tokopedia dan hastag #TopedJKT15 #GoForit sehingga selama acara berlangsung hadirin dipersilahkan untuk mengirim ke media sosial baik facebook, twiteer dan instagram.

Ciptakan Peluangmu, ini akan menjadi fokus Tokopedia dalam satu tahun ke depan dengan harapan bisa menjadikan Indonesia sebagai kekuatan digital terbesar di Asia Tenggara dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat menciptakan peluangnya sendiri melalui pemanfaatan internet, demikianlah yang dikatakan Willian Tanuwijaya sebagai CEO Tokopedia.

Beberapa tokoh muda kreatif dan insipiratif dihadirkan dalam acara ini sepert Arie Kriting sebagai Stand up Comedy Indonesia, Alit Susanto sebagai Penulis Buku /Blogger dan Rizki Auliadi sebagai Salles Tokopedia. Dari ketiga tentunya tidak berbasis suka dengan berbisnis online seperti hal dengan Arie Kriting, menjadi tokoh muda yang mejadikan alternatif teman-teman dari Indonesia Timur untuk senantiasa mengembangkan kreatifitas didalam komedi dengan ide-ide dan banyolannya menjadi yang menarik dan banyak orang terhibur, meskipun diawal kariernya tidak semudah yang dibayangkan. Begitu juga dengan penulis buku Alitt Susanto, yang sukses dengan hasil karya dari penulisan buku dan dalam waktu dekat bukunya difilmkan ke layar lebar, disamping itu dia mendapatkan peran sebagai security. Menurutnya, jika kita mau berubah janganlah disitu-situ saja tetapi melakukan sesuatu.

Menyimak kisah tentang suksesnya Rizky Auliadi sebagai seller di Tokopedia adalah merupakan doa dari Ibu dimana ketika dia dalam kesulitan maka disitulah ibu selalu mendoakan anaknya supaya sukses dengan kata-kata jangan putus asah. Sukses dengan menjualan aneka macam souvenir dengan brand Evriz. Kehidupan yang dulu dilakukan apa saja baik sebagai pengamen maupun pemulung pada akhirnya dengan semangat dan terus berinisiatf dengan kreatif sehingga berhasil menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat disekitarnya. Hasil inovasinya sangat digemari oleh konsumen di Tokopedia.

Ki-Ka, William, Arie, Alitt, Sobari, Rizki & Abdull ahRahim
Ki-Ka, William, Arie, Alitt, Sobari, Rizki & Abdull ahRahim

Kisah sukses Willian Tanuwijaya dapat ditularkan kepada masyarakat di Indonesia dengan mengedukasi mengenai penggunaan internet sebagai dasar bisnis dan menginspirasikan masyarakat untuk menciptakan peluangnya sendiri demi kehidupan yang lebih baik. Ciptkan Peluangmu, menjadikan semangat untuk berbagi kepada setiap pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah) bersama menciptakan peluang yang mandiri dan sejahterah untuk bersama. Saat inilah membuka mata saya ingin  bergabung di Tokopedia menjadi seller. Acara yang bermanfaat dan tepat guna untuk selalu berusaha dengan menjaga kepercayaan.

Jangan Takut Berinvestasi Saham Di Bursa Efek Indonesia.

Hari ini (Sabtu,3/10) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengadakan Money Brunch #5 yang mengundang blogger untuk turut berpartisipasi. Lokasi BEI berada di Kawasan SCBD yang diadakan pada Jam 09.30 – 14.00. Beberapa narasumber turut serta memeriahkan acara ini. Sedikit banyak kita lebih mengenal pasar modal.

Pasar modal merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Pasar Modal menyediakan berbagai alternatif bagi para investor selain alternatif investasi lainnya, seperti: menabung di bank, membeli emas, asuransi, tanah dan bangunan, dan sebagainya. Pasar Modal bertindak sebagai penghubung. Pasar Modal bertindak sebagai penghubung antara para investor dengan perusahaan ataupun institusi pemerintah melalui perdagangan instrumen melalui jangka panjang seperti obligasi, saham, dan lainnya. Berlangsungnya fungsi pasar modal adalah meningkatkan dan menghubungkan aliran dana jangka panjang dengan “kriteria pasarnya” secara efisien yang akan menunjang pertumbuhan riil ekonomi secara keseluruhan.

Usia pasar modal Indonesia sebenarnya tidak lagi muda, sebab bangsa ini sudah mengenal pasar modal sejak tahun 1912 lalu, tegas Indrasto Budisantoso (Founder Jojonomic). Sayangnya meski berumur lebih dari seabad, belum mayoritas masyarakat Indonesia yang memanfaatkan pasar modal sebagai sarana investasi. Fakta itu terlihat dari sub rekening efek investor domestik yang tercatat, jumlahnya hanya sekitar angka 376.000 per 30 September 2013. Bandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 230 juta jiwa. Peningkatan jumlah investor domestik merupakan tantangan bagi pasar modal Indonesia. Rencana­rencana strategis pun dicanangkan, di antaranya dengan diselenggarakannya program Gerakan Cinta Pasar Modal pada tahun 2013 ini.

Menurut Arsya sebagai blogger pemilik account @sosialjunkee. Masyarakat masing belum begitu paham dengan pasar modal yang ada bahkan dia katakan baru mengetahui tentang bursa saham pada saat ini. Artinya masih banyak orang Indonesia yang tidak mengenal dan paham dengan investasi saham di Bursa Efek Indonesia. Sebenarnya sebuah kesempatan buat kita mengenal lebih jauh tentang saham ini melalui informasi yang disebarkan oleh blogger.

Daniel Tedja selaku Pres.Dir. Phillip Securities Indonesia, menjelaskan dengan adanya internet broker ini, para investor bisa melakukan semua proses transaksi tak terkecuali termasuk mengakses data dan analisa melalui komputer. Kini siapapun bisa melakukannya, dengan semakin canggihnya fitur yang tertanam di smart phone penggunaan internet broker semakin mudah dan murah. Dengan internet broker, para investor bisa melakukan investasi kapan saja dan dimana saja sesuai keinginan mereka.

Memang berbicara mengenai keuangan sangatlah membosankan tetapi menarik. Pihak penyelenggara juga beberapa permaian dan lomba twit dan instagram. Juga menebak judul film yang berhubungan dengan pasar modal. Ternyata untuk lomba live twit, saya disebut juga sebagai pemenangnya dan mendapat sebuah buku.

Tentunya pada awal acara ini juga telah disampaikan oleh Nicky Hoga sebagai Direktur Pengembangan BEI, bahwa masyarakat jangan takut untuk bermain saham di bursa efek karena dijamin oleh OJK (Otorisasi Jasa Keuangan).

Pada kesempatan ini pihak penyelenggara acara, setelah makan siang. kita diajak untuk berkeliling disekitar BEI. Tenyata baru kali pertama ini saya mengetahui adanya Meseum Sejarah Bursa Efek Indonesia. Sejarah dimulai dari masa kolonial Belanda dan dilanjutkan hingga periode kemerdekaan hingga masa kini. Tampak ada beberapa simbol binatang yang menjadi motivasi bagi para pelaku pasar uang ini. Ternyata teknologi dan informasi sangat berpengaruh bagi perkembangan bagi pelaku pasar uang. Mulai menggunaan papan tulis sampai penggunaan HT (Handy Talking) untuk proses di lantai bursa. Saatnya pelajar sekolah hingga mahasiswa harus lebih mengenal dan pihak pemerintah perlu menambahkan mata pelajaran ekonomi mengenai bursa efek. Sehingga menjadi paham dan mengerti ditingkat pelajar dan mahasiswa.

Demikianlah sekilas mengenainpasar modal dengan beberapa cara dengan program yang dilakukan oleh jojonomic dan semakin mengerti akan bursa saham dan pasar modal.

Diskusi Masalah Kereta di Beranda Kitchen – Kita Butuh Kereta.

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan informasi melalui teman sesama blogger, mengenai Obsat (Obrolan Santai) yang telah memasuki episode ke Obsat #170 yang diadakan di Beranda Kitchen, Jalan Ahmad Dahlan No.21, Jakarta Selatan yang diselenggarakan pada hari Kamis, tanggal 1 Oktober 2015 sekitar jam 19.00 wib, yang bertema, Kita Butuh Kereta. Kehadiran saya pada kesempatan ini juga sebagai ajang silaturahmi dengan teman-teman pengguna KCL Jalur Serpong khususnya dan teman-teman lainnya dari Beritagar.id

Pengguna KCL Jalur Serpong
Pengguna KCL Jalur Serpong

Acara yang digagas oleh Beritagar.id sangat menarik seputar masalah KCL (Kereta Commuter Line) Jabodetabek yang dikelolah anak perusahaan PT KAI yakni PT KCJ (KAI Commuter Jabodetabek). Hadirkan para narasumber seperti Anggara dari JakartaByTrain, Ismi P.Ismail dari @JalurSerpong dan Gusti dari @KRLmania. Moderator acara ini dibawakan oleh Wicaksono pemilik account @Ndorokakung , sehingga makin kocak dengan jeletukkannya.

Berdasarkan video yang ditayangkan, ada sebuah pertanyaan. Mengapa Kita Butuh Kereta ? Ada beberapa jenis moda transportasi yang ada seperti, Kereta, Bus dan Kapal Laut. Namun perlu dikaji berapa banyak beban penumpang dan beban barang yang diangkutnya. Hasil analisa dari Beritagar.id bahwa penggunaan bus memiliki 85% beban penumpang dan 91% beban barang, kemudian kereta memiliki 7% beban penumpang dan 0.7% beban barang, selanjutnya Kapal laut memiliki 8% beban penumpang dan 8,3% beban barang. Sehingga jika kita menimalkan penggunaan jalan raya dapat berdampak bagi pengurangan polusi udara dan jika pemanfaatan kereta tentunya daerah sekitar rel yang dilaluinya dapat ditanami tanaman penghijauan. Sejarah kereta Indonesia dimulai sejak jaman kolonial Belanda, diawali oleh Bar Sloet Van Den Beele, sebagai penggasan pembuatan jalur kereta yang pertama antara Semarang hinnga Grobongan, kemudian dilanjutkan Jakarta hingga Bogor.

Selanjutnya moderator kembali ke tema acara, Kita Butuh Kereta. Bahwa perubahan yang terjadi pada KCL Jabodetabek sejak 3 tahun ini tentunya membawa dampak peningkatan jumlah pengguna KCL, hingga tahun 2015 ini, jumlah penumpang bertambah mencapai 912.000 orang setiap harinya. Inilah yang akan dibahas oleh para narasumber.

Menurut Ismi, admin @JalurSerpong bahwa gangguan perjalanan kereta yang terjadi saat ini di Jalur Serpong adalah dampak dari lambatnya dan gangguan perjalanan KA Lokal Rangkasbitung serta KCL Jalur Maja, hal ini disebabkan masih menggunakan single track antara Parungpanjang hingga Maja, juga masih labilnya jalur di sekitar Stasiun Tigaraksa yang seringkali mengalami longsor disekitar perbukitan Cikasungka. Juga yang menjadi pembahasan yang seru di media sosial adalah gerbong KKW (Kereta Khusus Wanita). Apakah masih diperlukan gerbong KKW tersebut ? Inilah yang menjadi sangat seru dibahas karena adanya pro dan kontra diantara penumpang sendiri.

Begitu juga Anggara, admin JakartaByTrain mengatakan bahwa sampai saat ini pihak operator kereta yakni PT KAI da PT KCJ belum pernah membahas keberadaan tempat-tempat wisata yang ada disekitar stasiun. Sebuah pengalaman yang dituturkan Anggara, ketika dia berjalan di tempat wisata Kota Tua, ada dua orang turis Jerman memintanya untuk di foto, lalu bercakap-cakap dengan turis tersebut bahwa mereka belum memanfaatkan kereta karena masih bingung cara penggunaannya. Sehingga inilah yang menjadi inspirasi pembuatan website tersebut, agar menjadi petunjuk tata cara penggunaan kereta. Namun saat saya tanyakan mengenai, Apakah pihak PT KCJ merespon ide tersebut ? dijawab tidak ada.

Pembahasan terus masih seru dan dilanjutkan oleh Gusti, pengguna KCL Jalur Bogor yang merupakan anggota KRLmania. Menuturkan pengenai aktivitas dari KRLmania dengan jumlah member di media sosial yang sangat banyak karena hampir pengguna KCL Jabodetabek dari berbagai komunitas turut serta didalamnya dan berbagai kegiatan mulai dari rekreasi bersama, kegiatan bakti sosial dan juga melakukan aksi menuntut penurunan tarif yang berhasil hingga ke DPR RI.

Berbagai pertanyaan juga meramaikan acara diskusi ini yang berakhir hingga jam 21.00 wib. Mulai dari pertanyaan saya, Apakah perlu PT KAI atau PT KCJ melakukan lelang jabatan pada posisi tertentu untuk para anggota komunitas pengguna KCL ? Karena kecenderungannya pengguna KCL lebih mengetahui keadaan yang sesungguhnya dilapangan. Ini akan menjadi masukan yang terbaik buat KCL dimasa depan. Mengingat minimnya informasi yang ada pada operator kereta tersebut.

Saat acara berakhir, moderator menyerahkan tiga buah KMT (Kartu Multi Trip) bernilai Rp.250.000,- yang dibagikan buat para penanya dengan pertanyaan yang menarik. Berhubung salah satu kandidat dari Stasiun Sudimara langsung pulang sebelum acara berakhir, akhirnya saya menggantikannya dan mendapatkan KMT tersebut. Alhamdullilah, memang rejeki tidak kemana-mana dan dapat dimanfaatkan untuk penggunaan KCL setiap hari. Harapan kita semua bahwa kereta merupakan sarana yang paling favorit saat ini dan harus terus didukung oleh pemerintah dan masyarakat penggunanya. (KangObay – DaruStation).

Foto Bersama Para Pengguna KCL Jabodetabek. (Foto Doc.Beritagar.id)
Foto Bersama Para Pengguna KCL Jabodetabek. (Foto Doc.Beritagar.id)