Telekomunikasi Dan Penyiaran, Ada Apa Dengan Keduanya Di Negeri Kita ?

follow site Tepatnya di Gedung Dewan Press, Jalan Kebun Sirih. Saya menuju ke lokasi pada jam 8.30 pagi di hari Rabu, 29 Juli 2015 yakni lebih cepat 30 menit sebelum acara dimulai. Ini dimaksudkan agar Saya dapat melihat lokasi didalam gedung yang hampir tiap kali lewat jalan tersebut hanya sekedar lewat saja tanpa pernah masuk kedalamnya. Acaranya yang akan diadakan adalah Seminar dan Peluncuran Buku ” Menegakkan Kedaulatan Telekomunikasi & Penyiaran Di Indonesia” yang dipersembahkan oleh Yayasan TIFA dan PR2Media (Pemantau Regulasi & Regulator Media).

Dari Kiri-Kanan : Bp Riant N, Mahfusz Siddiq, Bp.Rudiantara, Bp Moderator, Bp.Amir Effedi Siregar, Bp Bayu N dan Ibu Rahayu
Dari Kiri-Kanan : Bp Riant N, Mahfusz Siddiq, Bp.Rudiantara, Bp Moderator, Bp.Amir Effedi Siregar, Bp Bayu N dan Ibu Rahayu

Mengisi daftar hadir sebagai blogger yang sudah terdaftar oleh panitia dan melengkapi data-data lainnya serta menandatangani kehadiran. Selanjutnya pada sisi yang lain Saya menerima dua buah buku dengan judul, Media Terpenjara Bayang-Bayang Pemilik Dalam Pemberitaan Pemilu 2014 dan #Save RRI-TVRI. Selanjutnya masuk ke lokasi yang ternyata hanya baru beberapa orang saja yang hadir. Dan mendekati jam 9.00 saat akan dimulai acara, tampak Menteri Komunikasi Informasi (Menkoinfo), Bapak Rudiantara telah siap hadir tepat waktu dibarengi oleh pembicara yang lainnya seperti Politisi PKS Bapak Mahfusz Siddiq, selaku anggota DPR RI Komisi 1, Bapak Amir Effendi Siregar, selaku team penulis buku tersebut didampingi anggota team yang lainnya yakni Ibu Rahayu, Bapak Bayu Wahyono, Ibu Novi Kurnia dan Bapak E.Wendratama, selanjutnya yang paling terakhir hadir yakni Bapak Riant Nugroho, sebagai Ahli kebijakan publik. Melengkapi acara dimulai di sampaikan pembukaan oleh seorang pembawa acara dan moderator.

Ketua PR2Media, Bp.Amir Effendi Siregar
Ketua PR2Media, Bp.Amir Effendi Siregar

Pada kesempatan tersebut panitia membagikan beberapa lembar Rilis Pers sebagai kelengkapan dalam seminar tersebut agar para hadirin dapat melengkapi kesimpulan dari pembahasan mengenai Kedaulatan Telekomunikasi dan Penyiaran, yang dilakukan oleh PR2Media (Pemantau Regulasi dan Regulator Media) dengan Ketua Bapak Amir Effendi Siregar.

Telekomunikasi dan penyiaran adalah dua sektor strategis yang memiliki nilai sosial, ekonomi, dan politik sangat besar bagi sebuah bangsa. Namun, tiadanya penegakkan peraturan yang memadai membuat dua sektor itu belum memberikan nilai yang cukup bagi kedaulatan negara dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Di era konvergensi teknologi saat ini, dua sektor itu dangat berhubungan bahkan menyatu, tapi regulasi keduanya masih belum padu, bahkan secara paradigma berbeda. Dimana pada tahun 1999 terdapat UU Telekomunikasi No.36 yang dibuat di zaman deregulasi dan liberalisasi, yang menyebabkan pemodal asing dapat menjadi pemegang saham mayoritas yang mengendalikan perusahaan telekomunikasi. Sementara itu pada tahun 2002 lahir di zaman reformasi yakni UU Penyiaran No.32 sehingga undang-undang lebih demokratis dalam pengaturan kepemilikan. Menurut Amir Effendi Siregar, bahwa kedua undang-undang itu mempunyai perbedaan paradigmatik dalam mengatur kegiatan industri.

Komisi 1 DPR RI, Bp.Mahfusz Siddiq dan Menkoinfo, Bp.Rudiantara
Komisi 1 DPR RI, Bp.Mahfusz Siddiq dan Menkoinfo, Bp.Rudiantara

Pada kesempatan itu Bapak Rudiantara selaku Menkoinfo memaparkan tentang regulasi yang akan diterapkan nantinya yang berpihak kepada rakyat melalui Kabinet Kerja Jokowi dan sebagai penyeimbang tentunya dilengkapi oleh Bapak Mahfusz Siddiq, selaku anggota DPR RI Komisi 1. Sehingga acara seminar ini sangat lengkap dan tentunya semoga ada solusi terbaik untuk bangsa dan negara Indonesia.

Selanjutnya dari hasil penelitian PR2Media menunjukkan bahwa, sejak awal perkembangan telekomunikasi, pemerintah Indonesia kurang memperhatikan keberlanjutan kebijakan yang dibuatnya. Ketidaan blue print dan road map yang memadai untuk pembangunan berbagai sektor di telekomunikasi menjadi salah satu sebab utamanya.

Ketiadaan regulator independen telekomunikasi juga menyebabkan kerugian bagi negara dan warga, misalnya pengaturan bisnis yang tidak sehat dan tidak transparannya tarif. Lemahnya penegakkan aturan penyiaran juga menyebabkan siaran nasional yang Jakarta-sentris dan lemahnya penyiaran lokal di daerah.

Masyarakat juga cenderung hanya menjadi pasar untuk industri telekomunikasi dan internet, yang banyak dimiliki oleh pemain asing. Ketergantungan pada produk impor dan fokus pemerintah pada infrastruktur menyebabkan industri konten nasional tidak berkembang. Kurangnya perhatian pemerintaj terhadap industri konten menyebabkan content provider asing justru memenuhi saluran telekomunikasi nasional, termasuk internet, yang telah dibangun dengan susah payah. Para penyedia konten itu mendapatkan banyak keuntungan dari transaksi yang dilakukan, tapi negara tidak begitu menikmati tambahan devisa dari transaksi yang terjadi. Ke depan, menurut sejumlah informan riset, strategi telekomunikasi bisa fokus pada pemberdayaan, konten dan aplikasi lokal.

Bp.Riant Nugroho (pojok kiri), selaku Dosen Program Pasca Sarjana Fak.Ilmu  Administrasi UI dan Pengamat kebijakan Publik
Bp.Riant Nugroho (pojok kiri), selaku Dosen Program Pasca Sarjana Fak.Ilmu Administrasi UI dan Pengamat kebijakan Publik

Melengkapi pembahasan yang dilakukan oleh PR2Media, seorang pengamat kebijakkan publik, Bapak Dr. Riant Nugroho yang juga sebagai Dosen Program Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, juga melengkapi dengan menambahkan isu bijakan selain telekomunikasi dan penyiaran yakni isu ke tiga, kemandirian. Di sektor telekomunikasi, dari sisi perangkat, teknologi, sistem, dan konten Indonesia masih belum mandiri. Kajian independen yang pernah dilakukan beliau pada tahun 2014 menunjukkan, bahwa dari sisi jaringan tetap (9% dari pangsa pendapatan) hanya sekitar 15% dikuasai perusahaan non-Indonesia. Tetapi, jasa telekomunikasi (pendapatan “pulsa” dan “data” sekitar 43% dari pangsa pendapatan) sekitar 65% dikuasai perusahaan non-Indonesia, konten dan aplikasi 12% pangsa pendapatan) 95% dikuasu perusahaan non-Indonesia. Infrastuktur pendukung industri telekomunikasi (sekitar 7% dari pangsa pendapatan) 100% dikuasai perusahaan non-Indonesia, konten dan aplikasi 12% pangsa pendapatan) 95% dikuasai perusahaan non-Indonesia. Untuk terminal atau gadget (29% pangsa pendapatan) dikuasai industri non-Indonesia. Dalam hal penyiaran, kepemilikan tetap perusahaan nasional Indonesia, tetapi dari segi konten, diperkirakan 50%-55% adalah konten import. Produksi televisi sudah di Indonesia, dan pabrikan di Indonesia, meski dominasi merek non-Indonesia tetap tinggi, sekitar 65%-70%. Perubahan dari teknologi analog ke dijital akan mempengaruhi kualitas kemandirian industri penyiaran di Indonesia, dan perlu diperhatikan seberapa terlewati ambang batas kemandirian Indonesia.

enter Tak terasa waktu bergulir terus hingga menunjukkan waktu jam 11.30, dimana Bapak Rudiantara ingin berpamitan terlebih dahulu karena ada pertemuan seminar yang lain tetapi dengan cekatan Pak moderator memberikan kesempatan kepada hadirin peserta seminar untuk bertanya langsung ke Pak Menkoinfo dan juga ada satu pertanyaan di arahkan ke Bapak Mahfusz Siddiq dan juga satu pertanyaan ke Bapak Amir Effendi Siregar. Suasana seminar menjadi lebih semangat lagi dan Pak moderator manambah waktu 15 menit sehingga berakhir pada jam 12.15 yang juga diakhiri dengan memberikan buku kepada para pembicara dan para peserta serta ditutup dengam makan siang bersama.

Pemberian buku Menegakkan Kedaulatan Telekomunikasi & Penyiaran DiIndonesia
Pemberian buku Menegakkan Kedaulatan Telekomunikasi & Penyiaran DiIndonesia

Tantangan ke depan semakin banyak, seiring penerapan teknologi konvergensi. Empat group besar perusahaan penyiaran mulai mengelola bisnis telekomunikasi, sementara perusahaan telekomunikasi juga sudah menyediakan jasa penyiaran. Namun, regulasi yang memadai belum ada hingga saat ini. (Kutipan ringkasan dibagian belakang terakhir buku “Menegakkan Kedaulatan Telekomunikasi & Penyiaran Di Indonesia”).

Buku ''Kedaulatan Telekomunikasi & Informasi'' yang dibagikan kepada para peserta seminar.
Buku ”Kedaulatan Telekomunikasi & Informasi” yang dibagikan kepada para peserta seminar.

 

Bahas Diet Dan Pola Makan bersama @DetikHealth

Suasana sabtu sore hari (11/7/2015) di seputar blok M, Jakarta Selatan sangatlah ramai dengan berbagai pengunjung yang berdatangan untuk berbagai tujuan. Tepat diseberang SMA Negari 6 tampak Jalan Mahakam dimana beberapa meter terdapat Pisa Cafe. Kehadiran saya disana dalam rangka menghadiri bincang sore bersama detikhealth dan juga untuk ngabuburit.

TwImg-20150712-040004

Bersiaplah untuk melakukan registrasi untuk menghadiri acara tersebut dengan mencatat data kepesertaan dengan waktu pelaksanaan pada jam 16.00. Kehadiran saya 30 menit sebelum acara dimanfaatkan untuk saling menyapa dengan perserta yang lain. Kami bercerita bersama teman-teman Blogger lainnya sebelum acara dimulai.

Kiri - Kanan : Nectana Ayu (Warung Berkebun) dan Dr Ida Gunawan Ms, SpGk (RSPI, Puri Indah)
Kiri – Kanan : Nectaria Ayu (Warung Berkebun) dan Dr Ida Gunawan Ms, SpGk (RSPI, Puri Indah)

Tema acara pada sore hari ini menjelang berbuka puasa adalah “Gagal Langsing & Tips Sehat”. Dihadiri oleh Dr Ida Gunawan MS SpGk merupakan pakar diet dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Puri Indah dan Nectaria Ayu, pemilik Warung Kebunku untuk berbagi tips dan menu diet yang sehat. Pada kesempatan tersebut acara dipandu oleh Raja Siregar untuk memeriahkan acara agar tetap berlangsung dengan baik dengan memberikan pesan kehadirin untuk memberikan partisipasi twipic ke @detikhealth dengan hastag #dbincangsehat dan #rspi.

Pembawa Acara : Raja Siregar
Pembawa Acara : Raja Siregar

Mulailah Raja Siregar menyapa para hadirin dengan memberikan kata pembuka acara dan dilanjutkan pembahasan bincang sehat ini oleh Ibu Dr Ida Gunawan Ms SpGK dengan menjelaskan definisi diet yang tepat yakni dengan pengaturan pola makan dengan baik dan benar. Jadi yang diatur apa yang masuk dan apa yang keluar. Apa yang dimakan dan bagaimana supaya lemak berlebihan bisa dikeluarkan dengan berolah raga. Mendengar kata diet langsung muncul dipikiran kita adalah segala macam larangan untuk makan. Padahal tidak seperti itu tetapi sebenarnya bukan pantangan atau larangan untuk makan demi mendapatkan berat badan ideal. Penurunan berat badan yang paling baik adalah 0,5 – 1 kg setiap minggu atau 2 – 4 kg per bulan.

Saat itu juga Dr Ida Gunawan Ms, SpGK memaparkan berbagai hal tentang diet dimana sering kali kita salah kaprah soal diet yang beredar membuat banyak orang sulit mengikuti program yang diberikan oleh dokter. Sehingga pada akhirnya orang kemudian memilih untuk mengikuti program tidak sehat, namun menjanjikan turun berat badan yang signifikan. Salah satu program yang tidak baik adalah dengan menganjurkan untuk tidak makan sama sekali yang jelas-jelas lebih berbahaya bagi kesehatan.

Dalam kesempatan itu juga Dr Ida Gunawan Ms SpGk, juga bercanda dengan gaya dietnya bahwa bahaya baget itu nggak makan, kalau engga makan nanti otak nggak dapat nutrisi, jadinya nanti pikun. Kalau nggak makan satu bulan bisa pingsan sudah begitu nanti suami bawa pulang perempuan lain nggak sadar, ujarnya sembari tertawa.

Menurut Dr Ida Gunawan Ms, SpGk. Otak membutuhkan 100 gram setara dengan 400 kalori karbonhidrat agar mampu berpikir dengan baik. Makanan rendah kalori adalah sayuran dan beberapa buah-buahan, agar-agar dan cincau hijau baik untuk diet. Diet yang tepat adalah gizi lengkap dan seimbang. Untuk berolah raga angkat beban yang ringan dan berulang-ulang melatih otot trisep dan bisep. Penumpukkan lemak ada di perut lengah, pinggul dan bokong. Lakukan pengaturan makanan dan berolah raga. Masa otot besar bukan lemak, obersitas adalah peningkatan masa lemak. Semua mendambakan badan ideal ada faktor genetik terkadang menentukan adalah metabolisme tubuh dan lingkungan. Ada 4 pilar agar terhindar diabetes adalah edukasi, diet tepat, aktivitas fisik dan konsultasi dokter. Kemudian ada 3 J yakni Jumlah, Jenis dan Jadwal untuk menjaga berat badan ideal.

Pada sesi berikutnya dibawakan oleh Nectaria Ayu, pemilik Warung Kebunku, yang mengaku sempat menjalani pola makan tidak sehat. Akibatnya berat badannya tidak teratur dan tubuhpun terasa enak. Dalam pengakuannya Mba Ayu mengatakan, “Akhirnya sekarang saya makan beras merah yang lebih sehat. Jadi lebih enak badannya.

Selanjutnya Raja Siregar, selaku pemandu acara dan juga memberikan arahan kepada hadirin akan lebih relax dengan melakukan permainan mitos atau fakta yang saat itu maju ke depan 3 orang peserta. Pertanyaannya seputar kesehatan dan diet. Setelah itu juga diumumkan pemenang dari diet experiance detik health dan juga ke dua pemenangnya memberikan sharing pengalaman dietnya. Begitu juga tanya jawab dengan Dr Ida Gunawan Ms, SpGk seputar bincang sehat dan diet.

Mendekati bedug magrib, acara break sebentar dan para peserta menyiapkan hidangan berbuka puasa yang telah tersedia. Saat itu juga saya bisa berdiskusi dengan teman-teman yang lain seputar bincang sehat. Memang sangatlah penting menjaga kesehatan dan berolah raga. Makanan berbuka puasa cukup mengenyangkan dan sangat nikmat dengan minuman teh manis dingin dan air putih cukup membebaskan dahaga saat puasa tadi. Selanjutnya saya sholat magrib dilantai tiga yang telah tersedia.

Mba Hermini, peserta dari Blogger ikut berpartispasi membuat Green Smoothiest
Mba Hermini, peserta dari Blogger ikut berpartispasi membuat Green Smoothiest

Pada sesi terakhir untuk melengkapi Mba Ayu menyampaikan pengalaman dan berbagi tips sehat dengan melakukan praktek pembuatan Green Smoothies yakni campuran sayuran jenis daun seperti bayam dan buah-buahan sebagai pemanis. Green Smoothies sebaiknya segera di konsumsi agar tidak terokdasi dengan radikal bebas. Pilih makanan rendah kalori sayuran, hindarin kafein, coklat dan teh. Hindari stres dan lakukan olah raga. Usahakan pilih sayuran yang organik dan buah lokal hindari buah import. Green Smoothies, mengandung banyak serat dan baik untuk tubuh dan bagus untuk pencernaan. Kemudian praktek dilakukan bersama-sama dengan peserta lainnya untuk menguji serta memberikan cara yang mudah agar peserta lainnya dapat membuat Green Smoothies. Pada kesempatan itu Mba Ayu memberikan pertanyaan ke hadirin peserta bincang sehat dan pemenangnya diberikan buku tips pembuatan Green Smoothies dan kabarnya buku itu sudah ada di toko buku Gramedia.

Pada akhir acara kita semua hadirin melakukan foto bersama agar dapat menjadikan kesempatan ini sebagai pembelajaran agar menjaga kesehatan itu menjadi hal yang utama. Tidak itu saja tetapi harus selalu menjaga makanan yang bergizi yang sesuai buat tubuh kita dan terhindari stres.

Foto bersama dengan peserta bincang sehat
Foto bersama dengan peserta bincang sehat

Meriahnya Bukber Blogger Repotase Indonesia (BRID) Di Warung Daun Cikini

IMG-20150707-04828Sebuah kesempatan yang sangat berharga sekali untuk anggota komunitas BRID (Blogger Reportase Indonesia) atas undangan buka puasa bersama. Baru sekitar beberapa bulan saya ikut serta bersama BRid, sehingga perlu banyak belajar dari teman-teman lainnya yang lebih dulu menjadi anggota BRid. Pada siang ini (selasa,7 Juli 2015) saya mantapkan untuk konsisten hadir ke lokasi di Warung Daun, Cikini. Kebetulan kami berjanjian untuk naik KCL (Kereta Commuter Line) menuju Stasiun Tanah Abang. Diantaranya Mas Yanto dari Stasiun Duri menuju Stasiun Tanah Abang dan Mba Hermini dari Stasiun Rawa buntu dan saya dari Stasiun Serpong. Akhirnya pada waktu yang tidak lama kita saling menunggu sehingga pada akhirnya terkumpulah kita bertiga di Stasiun Tanah Abang untuk menuju Jalan Cikini Raya dengan menggunakan Kopaja 502 yang lewat depan TIM (Taman Ismail Marjuki). Lokasinya tepat bersebrangan dan berada pada jalan dengan satu jalur, sehingga kita harus hati-hati menyeberangnya.

Sebuah rumah tua dengan penampilan sederhana tetapi terlihat mengikuti perkembangan masa. Tepatnya jam 15.20, kami bertiga sampai di lokasi warung daun cikini. Memasuki rumah tersebut dan bertemu dengan Mba Ani Berta serta melakukan registrasi dan absensi. Tentunya kehadiran kami sesuai dengan jam acaranya yang jam 15.30. Ornamen-ornamen tua terlihat didalam restauran warung daun seperti meja dan kursi yang menjadi penghias unik yang dominan. Bertemulah saya dengan para admin BRID (Blogger Repotase Indonesia) dan teman-teman lainnya, terlihat Mas Agung, Mba Lisnawati, Mas Giovani dan lain-lainnya. Setelah menaruh tas kami di kursi yang berada di beranda samping bangunan tersebut, saya selanjutnya menuju beranda lainnya untuk menuju sebuah mushola kecil yang bernama Mushola As Shuhada untuk sholat ashar terlebih dahulu. Setelah sholat, kami melihat lokasi halaman yang luas dan bertemu teman-teman lainnya yang satu persatu hadir ada yang menggunakan motor pribadi, ada juga yang naik Gojek, bis kopaja, metromini bahkan ada juga yang naik KCL di Stasiun Gondangdia yang berada didekat lokasi.

Menteng-20150707-04831Selanjutnya saya berkumpul kembali ke meja yang tersedia di samping beranda restauran warung daun. Bertemulah beberapa teman yang belum saya kenal dan berkenalan terlebih dahulu. Memang suasana kopdar atau kopi darat menambahkan kemeriahan dan menambah perkenalan dengan teman-teman lainnya. Tanpa ada Mba Jannah dan Mas Unggul yang memenangkan lomba penulisan di Citra Alam. Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang sangat luar biasa, sehingga saya dapat lebih bisa belajar untuk lebih baik lagi.

Memang tidak semuanya saya mengenalnya tetapi saya berusaha mengenal satu persatu nama teman-teman yang biasanya kita saling bersenda gurau di media sosial seperti di dalam facebook group BRID (Blogger Repotase Indonesia). Kemeriahan ini menjadikan saya lebih mengenal lagi apa itu BRID. Memang pada acara tersebut beberapa hadirin yang hadir memberikan kesan dan pesan mengenai BRID. Semua peserta yang berdiri didepan menyatakan bahwa BRID adalah tempat yang tepat untuk para Blogger untuk berbagi hasil karyanya dan terus menerus mendapatkan arahan dan bimbingan dari Mas Ahmad Tsar. Memang disayangkan masih saja ada anggota BRID yang tidak sempat hadir dan memang tidak diperkenankan hadir dengan beberapa alasan yang itu sudah menjadi ketentuan para admin. Tetapi kami semua tetap disarankan untuk selalu konsisten untuk memberikan repotase setiap kali mendapatkan momen yang dihadiri.

Pada kesempatan lain hadir juga Kak Ipan Setiawan yang mengkhususkan hadir ke acara buka puasa bersama yang langsung dari Garut. Perjalanan panjang dengan bis yang dimulai dari pagi hari sekitar jam 7 pagi dan tepat tiba dilokasi dari terminal Kampung Rambutan. Inilah yang menjadi kemeriahan lagi atas kehadiran Kak Ipan dengan ciri khasnya bersalamannya. Kak Ipan menjadi peserta yang sangat spesial sekali dengan memberikan kata-kata khasnya yang biasa diucapkan serta logat sunda yang halus. Inilah perjuangan blogger yang ingin maju bersama teman-teman yang lainnya. Satu persatu dari beberapa teman yang memberikan pengalaman dengan cerita yang menarik tentang BRID.

Menteng-20150707-04850Tak terasa meja tempat kita berada terisi satu persatu menu santapan berbuka puasa yang menjadi khas dari restauran warung daun cikini adalah gurame saos mangga yang juga merupakan password dari wifi yang ada di restauran ini. Berbagai menu tersedia dimeja yang tadi sepi menjadi ramai dengan berbagai kehadiran makanan dan minuman yang sangat menarik, tetapi yang menjadi ciri makanan berbuka puasa adalah kurma. Satu buah kurma menjadi santapan saya saat terdengar suara adzan tiba. Teman-teman Blogger sudah siap menyantap berbuka puasa dengan meriahnya.

Menteng-20150707-04849Suatu hal yang menambah kemerihan ini lagi kehadiran tiba-tiba dari Ibu Yenny Wahid, anak dari Presiden RI, Gus Dur. Beliau memang tidak direncanakan hadir tetapi ini menjadi kesempatan kita semua untuk berfoto bersama beliau. Terlihat memang sangat sederhana sekali dan penuh keramahan. Inilah yang menjadi kesempatan saya untuk berkenalan dengan beliau. Memang hanya mengenal di televisi saja dan baru kali ini saya bertemu. Diakhir penghujung acara ini kita berkesempatan untuk berfoto bersama dengan seluruh peserta Blogger Repotase Indonesia (BRID) dan tamu undangan dari PT Indosat Tbk serta terutama lagi dengan Ibu Yenny Wahid. Kami semua bersalaman untuk mengakhiri acara buka puasa bersama ini yang sungguh meriah dan penuh hikmat. Tentunya ini menjadi memon berharga agar kita semua selalu konsisten untuk terus menerus berkarya dan tidak bosan untuk terus belajar. Sebuah kesempatan sukses akan selalui menyertai kita semua dengan ketekunan dan profesionalisme.

1436260248284

Mencari Hilal, Kisah Layar Lebar Dengan Pesan Islami.

Mencari-Hilal-e1434339536328-200x290Saat pertama di undang oleh sebuah Group Blogger di facebook, mengenai nonton bareng untuk sebuah film berjudul : Mencari Hilal. Terbesit dipikiran saya adalah salah satu cara menentukan masuknya bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Namun setelah menyaksikan film tersebut secara utuh dari awal hingga akhir. Tentunya banyak pesan positif dan kritikan buat pemerintah serta kondisi Indonesia yang sesungguhnya dengan ciri khas Islam di tanah Jawa khususnya di Yogyakarta.

2015-07-05 14.19.38Saat menanti di mulainya film tersebut, Saya beserta pengunjung nonton bareng yang lain menanti di lobby Cinema XXI Pejaten Village. Berkenalan dengan seorang Wartawan Tempo, bernama Mba Ratna yang mengkhususkan penulisan untuk seni khususnya kontemporer dan saat itu juga bertemu Mas Unggul, teman blogger saat kami sedang berbicang tampaknya dibelakang terdengat suara khas yakni Menteri Agama RI, Bapak Lukman Hakim saat diwawancarai Metro TV, setelah wawancara tersebut saya berkesempatan bertemu beliau. Dan saat bersama itu juga saya bertemu dengan Pengacara Senior Bapak M.Assegaf dan kami sempat berbincang-bincang dengan beliau serta berfoto bersama.

2015-07-05 12.05.55Tidak berapa lama lagi dimulai acaranya di studio 2 dan dibuka oleh para mereka yang terlihat pada pembuatan Film Mencari Hilal diantara Sutradara, Pemeran Utama dan Produser. Sungguh sebuah hasil film dengan kerja bareng diantaranya adalah ProduksiMVP Pictures, Studio Denny JA, Dapur Film, Argi Film, Mizan Productions.

Sebelum kita semua menyaksikan film tersebut ada pernyataan yang di sampaikan oleh Mas Ismail Basbeth, Sang Sutradara Mencari Hilal. Sebagai seorang Muslim, berdarah Arab dan besar didalam lingkungan budaya tradisi Jawa. Bahwa film adalah penyelamat dalam berkomunikasi yang baik dalam mengutarakan pendapat dan pemikiran.

Kisah film ini dimulai dari warung kelontong Pak Mahmud yang dibintangi oleh Dedi Sutomo, yang berprinsip bahwa berdagang itu adalah ibadah artinya kita harus jujur dan tidak mempermainkan harga dan ukuran. Jika barang rusak jangan dijual kecuali jika memang konsumen mengetahui hal ini dan ikhlas membelinya meskipun terjadi barang yang sedikit rusak. Ada lagi seorang pembeli ingin memborong seluruh beras dari warung Pak Mahmud, tetapi beliau tidak berkenan karena dikuatirkan konsumen lainnya yang membutuhkan tidak bisa mendapatkan beras tersebut.

Kisah-kisah Islami berikutnya terjadi adanya musyawarah para pedagang di rumah Pak Mahmud karena menyesuaikan harga agar tidak menjual dengan harga yang terlampau tinggi dan akan mempersulit pembeli. Namun nasehat dari Pak Mahmud tidak di gublis. Akhirnya pertemuan itu diakhiri dengan kekesalan para hadirin yang meninggalkan Pak Mahmud seorang diri.

Semakin kita menyaksikan film ini secara utuh baru terasa, apa yang menjadi harapan dan tujuan Pak Mahmud, ketika mendengar bahwa pemerintah mengeluarkan biaya besar hanya untuk menentukan mulai puasa Ramadhan pada sidang Isbat.
Akhirnya beliau teringat ketika menjadi santri di pesantren dahulu dengan tekad yang luar biasa ke esok harinya Pak Mahmud berkeinginan bertemu dengan teman lamanya. Ternyata tidak sekedar tekad saja bahwa perjalanan itu sangatlah tidak mudah dan penuh rintangan. Ditemanin oleh anak bungsunya bernama Heli yang diperankan Oka Antara. Seorang artis muda yang sangat berbakat dan sangat memahami perannya karena diantara ayah dan anak ini telah terjadi berbedaan dan bertentangan dalam sikap dan idealismenya. Tentunya disinilah hikmah terdalam dari film Mencari Hilal ini. Semua selalu berakhir dengan sesuatu kepuasan dan keikhlasan.

Ketika film ini berlangsung, saya sempat berdiskusi dengan wartawan. tempo. Mba Ratna yang kebetulan posisi tempat duduk kami bersebelahan yakni pada bagaia A11 dan A12. Sebuah posisi teratas dan sangat strategis kami menyaksikan setiap kisah-kisan dan pesan-pesan yang ada di dalam alur cerita film ini.
Ketika saya bertanya bagaimana caranya untuk penulis di tempo, apakah tulisan yang disampaikan ke reduksi perlu ada moderasi lagi atau tidak. Ternyata tulisan ketika terbit harus melalui proses editing dahulu agar sesuai dengan ciri khas dari media tersebut. Tetapi inilah kelebihan blogger yang bisa menulis dalam sebuah blog yang merupakan hasil pikirannya yang bisa langsung di publish. Tetapi inilah sebuah pekerjaan yang dibutuhkan konsekuensi dan profesionalisme.

2015-07-05 13.45.21-1Ada dalam kisah berikutnya yang belantar belakang budaya jawa yang sangat kental sekali. Dimana sebuah kepentingan politik selalu saja menjadi dominasi kehidupan yang sulit dihindari. Perjalanan mencari seorang teman lama Pak Mahmud, yang juga pernah menjadi santri di pesantren yakni Pak Arifin, yang diperankan Toro Margens. Ternyata nilai-nilai santrinya sudah mulai luntur akibat desakkan kerakusan kekuasaan duniawi. Tak menghirauikan keinginan Pak Mahmud, untuk ikut serta mencari menara dimana pada masa menjadi santri dahulu sebelum pesantrennya bubar untuk melihat hilal agar dapat menentukan saatnya Idul Fitri tiba. Namun tekad mencari menara atau sering disebut tower hiro yakni sebutan pada masa penjajahan Jepang.

Film Mencari Hilal, sangatlah baik sekali disaksikan secara utuh agar kita dapat mengenal pesan-pesan Islami yang tertuang di dalam film religi ini. Saat berakhirnya film tersebut, saya sempat berjumpa dengan pemeran utamanya Pak Dedi Sutomo dan Oka Antara. Keduanya sangat mendalami peran yang dibawanya. Semoga dengan lauchingnya film ini pada bulan Ramadhan, menjadi sebuah perubahan untuk kehidupan kita dimasa depan.

2015-07-05 11.29.13

Mengenal SEREMPAK Untuk Maju Bersama.

SEREMPAK-for-web

2015-06-29 09.53.16Awalnya kita masih tidak tahu dengan kata Serempak. Namun dengan adanya undangan dari KP3A (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) yang berada di Jalan Merdeka Barat atau Jalan Budi Kemulian 2. Melalui diskusi yang diadakan di ruang pertemuan Ahmad Dahlan lantai 3, kami para blogger akan lebih mengenal potal serempak.or.id sebagai portal seputar perempuan dan anak, yang merupakan singkatan dari kata serempak. Acara yang dilakukan tepat jam 09.30 yang diawali oleh moderator memberikan kata-kata pembukaan dan dilanjutkan oleh Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A) Bapak Dr Wahyu Martono. Bahwa 245 juta penduduk Indonesia dan pengguna internet sebanyak 55 juta serta jumlah pengguna internet wanita hampir sama dengan pria.

Tanah Abang-20150629-04799Selanjutnya pembicara berikutnya adalah Bapak Robert AB, seorang pengajar bisnis dari BINUS. Membagi internet marketing ke dalam dua jenis, yaitu traditional marketing dan digital marketing. Menurut Bapak Robert AB, tradisional marketing masih membutuhkan biaya mahal untuk pembuatan iklan dan pemasaran produknya. Selain itu, sangat sulit juga diukur analitiknya. Dan dibandingkan dengan digital marketing yang memiliki jangkuan jauh lebih luas dibanding traditional marketing. Digital marketing bisa dekat dengan siapa saja, tanpa batas wilayah, yaitu melalui media sosial yang saat ini sudah ada dalam genggaman banyak orang.

Tanah Abang-20150629-04805Dalam kesempatan itu juga Ibu Ani Berta sebagai Koordinator Kemitraan dan Promosi Serempak, menjelaskan tentang menjadi kontributor konten website. Hal ini dilatar belakangi oleh pertumbujan digital, kebutuhan informasi semakin meningkat serta setiap perusahan/organidasi perlu informasi dan publikasi kegiatan. Kebutuhan jumlah penulis meningkat karena adanya media online dan website institusi yang kian menjamur, tidak semua tokoh, pejabat, selebriti atau pemangku kepentinganpunya ketrampilan menulis serta kebutuhan produk konten. Banyak peluang sebagai kontributor konten website yakni menjadi freelance, media cetak, online dan juga sebagai kontributor konteb web perusahaan, organisasi, institusi pemerintahan serta sebagai ghoset writer.

Ibu Ani Berta, pada setiap kesempatan selalu mengingatkan para blogger untuk selalu konsisten dan terus belajar karena ada langkah-langkah menjadi kontributor website seperti menentukan tujuan dengan meraih penghasilan/sukarela, kenali website/portal yang diamati, pengajuan proposal penawaran, tentunya di awali dengan mengisi konten gratisan sebagai porto folio dengan memanfaatkan kanal citizen jounalism di media, mainstream, kompasiana, Indosiana, vilalog, citizen dll. Juga yang ibu Ani Berta ingatkan kembali para Blogger adalah promosikan hasil tulisan di sosial media.

Pesan-pesan dari Ibu Ani Berta merupakan pengalaman pribadi dengan selalu menulis di konten-konten yang gratisan hal menjadi pelajaran penting karena kita harus konsisten belajar dan tentunya hasilnya dapat dirasakan dikemudian hari. Saat sekarang Ibu Ani Berta di rekrut oleh LSM luar negeri yakni AusAid.

Tanah Abang-20150629-04795

Selanjut diberikan penjelasan oleh Ibu Martha Simanjuntak, pemangku hajad Kopja Serempak. Pada kesempatan tersebut menjelasan tentang portal interaktif yang memberikan fasilitas diskusi (media komunikasi) terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Apa yang menjadi visi dari portal serempak ini yakni membangun dan mengoperasikan Portal Teknologi Informasi (TI) untuk perempuan (sarana interaktif) dengan fasilitas informasi dan berita tentang kegiatan terkait, artikel tentang TIK dan topik lain terkait perempuan, materi ajar yang dapat diakses secara online, dan forum sebagai sarana diskusi yang dimoderasikan oleh pakar pada topik masing-masing melalui sosial media.Pada kesempatan itu Ibu Martha mengajak teman-teman blogger untuk mengakses dan registerasi ke http://serempak.or.id/

Sebuah kesempatan yang menyenangkan kami para blogger dapat saling bertemu dan berkenalan untuk kita yang belum kenal. Dengan berfoto bersama menambah keakraban kami untuk terus maju bersama Serempak dan di akhirnya dengan menulis sebuah pesan buat seputar perempuan dan anak Indonesia.

Logo-Kementerian-Pemberdayaan-Perempuan-dan-Perlindungan-Anak-1-kecil

Cipika Berbagi Diskon Dan Kenyamanan Berbelanja Online

banner-lebaran-mobile

Saat bulan puasa Ramadhan adalah tantangan yang luar biasa untuk kita berpergian dengan udara yang panas yang mudah sekali badan kita terkena dehidrasi. Namun inilah ibadah wajib yang harus kita jalankan untuk umat muslim. Kesungguhan kita beribadah menjadikan hidup ini semakin berkah dengan rezki yang ada. Perkembangan teknologi informasi menyebabkan terjadinya perubahan gaya hidup. Gaya hidup yang dimaksud adalah melakukan transaksi berbelanja secara online dan tidak secara offline yakni dengan langsung berkunjung ke pusat berbelanjaan yang pada saat bulan Ramadan ini seringkali penuh dan padat, belum lagi jalan yang macet dan sulitnya mencari tempat parkir.

Dahulu orang akan senang menghabiskan waktu berjalan-jalan (ngabuburit) menjelang buka puasa ke pusat berbelanja untuk sekalian melengkapi kebutuhan rumah tangga dan tentunya apa yang kita rencanakan selalu berbeda sehingga terjadi pengeluaran biaya yang lebih. Namun beda offline beda juga online. Saatnya sekarang kita bisa membuka Cipika Store untuk mencari kebutuhan kita sehari hari dengan di menyesuaikan rencana yang ada. Anggaran belanja rumah tangga kita dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan yang memang sedang kita susun sehingga tidak belanja yang tidak perlu saat kita langsung ke pusat belanja dapat dihindari jika kita melakukannya secara offline.

pictMenjelang berbuka puasa biasanya, istri saya suka mencari makanan yang berbeda seperti pempek palembang dengan harga yang terjangkau dan tidak perlu mencari di luar rumah atau pergi ke pusat belanja yang lain justru sangat melelahkan. Dengan berselancar online dan mengklik keinginan kita dengan biaya kirim gratis. Sehingga keinginan istriku bisa terpenuhi. Haahh..memang mudah dan tidak begitu sulit. Cipika Store merupakan solusi untuk mencari makanan cemilan, apalagi di bulan puasa Ramadan. Ibadah kita bisa khusuk di rumah dan mencari kebutuhan kita dengan memilih secara online tanpa berfikir ongkos transport.

banner-gadget-sq

Lain itu juga anakku yang naik kelas 8 SMP. Biasalah anak laki-laki masih juga pengen handphone yang terbaru, memang kita harus menyesuaikan kebutuhannya juga dengan harganya. Saya ajak juga untuk melihat lihat di Cipika Store. Waaahh…alangkah terkejutnya dia melihat wishlist handphone dengan berbagai merk dan harga. Satu persatu dilihatnya lalu disesuaikan harganya. Tapi untuk membelinya dan memilikinya setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama sebulan. Hehehehe…janjiku akan selalu dikabulkan karena ibadahnya juga terpenuhi untuk handphone yang dipilihnya juga dapat. Hitung-hitung buat semangat beribadah. Memang sekalian untuk hadiah kenaikan kelas karena kebetulan mendapat peringkat dan juga untuk memberikan semangat untuk beribadah puasa dan bertadarus. Pilihan yang tepat akan disesuaikan dengan anggaran keluarga dengan handphone yang berkualitas karena dapat dipilih sesuai kebutuhan kita.

Setelah kami sekeluarga mengenal dekat dengan Cipika Store, akhirnya untuk memenuhi kebutuhan lebaran seperti kue lebaran, pakaian dan lain-lainnya diputuskan untuk membeli di Cipika Store karena ada diskon yang menarik hingga 70% wiiihh diihh..luar biasa, apalagi hadir bersama PT Indosat Tbk. Menjadikan kepastian mangkin pasti dan kepercayaan mangkin terpecaya. Layanan e-commerce yang dilakukan oleh PT Indosat Tbk merupakan terobosan yang terbaik dengan memanjakan konsumen untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan lainnya.

Cipika berbagi diskon dan kenyamanan berbelanja online dengan berbagai promosi Lebaran Belanja Online, memberikan semangat dengan selalu terupdate informasi belanja yang ada dan keluarga selalu bersama dengan memberikan keputusan yang tepat bersama Cipika Store.

Customers Service

facebook

twitter

Hubungi,
Twitter ECareCipika
#LebaranBelanjaOnline