stasiun maja

Maja dan keindahannya


stasiun maja

Memanfaatkan perjalanan KCL (Kereta Commuter Line) dari Tanah Abang menuju Stasiun Maja, Kabupaten Lebak pada hari kerja sangat menyenangkan terutama pada pagi hari. Ini disebabkan karena tidak begitu padatnya penumpang dan apalagi setelah melewati Stasiun Rawa Buntu, BSD Serpong, pengguna KA (KeretaApi) dapat duduk dengan leluasanya karena banyak penumpang KA turun untuk beraktifitas dan disinilah terdapat banyak perkantoran, sekolah dan industri. Disamping itu ada juga perjalanan KA Lokal Rangkasbitung yang juga berhenti di Stasiun Maja.

Sesampai di Stasiun Maja, kita masih melihat berbagai penataan bangunan stasiun untuk memberikan kenyaman bagi para pengguna KA serta areal pasar tradisional didekat stasiun yang belum dikembangkan secara maksimal oleh pemerintah daerah setempat. Semakin banyaknya perjalanan KA menuju Stasiun Maja menambah keingintahuan akan Maja itu sendiri.

revitalisasi stasiun maja

revitalisasi stasiun majaKecamatan Maja termasuk didalam Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Maja yang berarti indah atau cantik, terkenal dengan kekhasannya yaitu Batu Kalimaya. Terkenal hampir sentero dunia yang merupakan batu alam terindah nomer dua di dunia. Nama ini juga diabadikan sebagai nama Keretaapi jarak jauh KA Kalimaya yang melayani Merak hingga Tanah Abang, tetapi sayang sekali tidak berhenti di Stasiun Maja.

Berbagai rencana pembangunan sudah direncanakan sejak lama, namun terhenti saat krisis ekonomi pada tahun 1998. Para investor telah menanamkan modalnya di Maja. Seperti halnya para pengembang perumahan yang akan mengembangkan perumahan menjadi Kota Satelit dan berbagai rencana lainnya seperti Bandar Udara yang juga akan dilengkapi dengan jalur kereta yang terhubung dengan Stasiun Maja. Ada juga rencana pembuatan waduk terluas yang akan menenggelamkan beberapa desa. Hal ini dibutuhkan oleh Maja, disamping sebagai penampungan air juga dapat menggerakkan turbin-turbin air untuk menghasilkan listrik. Tentunya pembangunan perlu pengorbanan dan keikhlasan masyarakat tetapi yang terpenting saling menguntungkan.

Berjalan menelurusi jalan yang mulus menuju Kampung Sampureun Desa Sangiang , yang berada kurang lebih 1 Km dari Stasiun Maja. Terdapat sebuah Vila yang berada di tengah-tengah persawahan tadah hujan, namun menuju kesana harus melalui jalan yang sedikit rusak. Terlihat indah dikelilingi hutan bambu sehingga menambah suasana asri. Berkeliling areal Vila seluas 2 hektar yang merupakan milik warga asli dan putra daerah Maja. Ini adalah suatu kebanggan tersendiri bahwa warga pribumi bisa memanfaatkan kondisi alam yang baik buat dijadikan objek wisata Agro Edukasi. Disamping itu akan diperlihatkan perkebunan buah naga yang berada di samping vila tersebut. Para pengunjung dapat melihat dan turut serta menyaksikan keindahan perkebunan tersebut. Inilah yang akan menjadi andalan komodi baru dari Maja.

Perkebunan Buah Naga

Perkebunan Buah NagaJika dijadikan daerah wisata di Desa Sangiang tentunya akan mendapatkan keuntungan dari adanya perjalanan KCL/KA Lokal di Stasiun Maja dan didukung oleh jalan yang baik. Perlu kita menjaga keamanan dan ketertiban, agar Maja dapat menjadi buah bibir bagi para pengunjung untuk datang kembali ke Maja. Keberadaan Vila atau tempat penginapan yang oleh pemiliknya direncananya akan di bangun berbagai kegiatan edukasi permainan seperti pemacingan, persawahaan, tempat berolah raga, kolam renang serta permainan outbond akan melengkapi kegiatan-kegiatan selama di Maja.

saung maja
Jika setiap libur akhir pekan atau libur nasional lainnya. Masyarakat Jakarta dan sekitarnya dengan mobil-mobil flat B memadati daerah Puncak, Jawa Barat. Tetapi jika akan ke Maja, mereka tinggal memarkirkan mobil-mobilnya di Stasiun KA Jabodetabek terdekat dan dapat menggunakan KCL (Kereta Commuter Line) menuju Maja. Hal ini juga akan mengurangi dampak kemacetan dan bahaya polusi yang hampir mengancam kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Kemajuan Maja ini haruslah didukung oleh Pemerintah Kabupaten Lebak serta masyarakat, agar kemajuan dan potensi yang ada di Maja dapat diberdayakan sebagai salah satu andalan dan objek wisata. Kita harus bisa memberdayakan kebudayaan lokal untuk menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Dimana masyarakat antar negara-negara di ASEAN dapat berkunjung ke negara lainnya tidak perlu menggunakan visa atau ijin tinggal. Saatnya kita khususnya masyarakat Maja dapat merebut peluang ini sebagai cara untuk menghidupkan ekonomi pedesaan sehingga dapat meningkatkan tarif hidup masyarakat dengan mengembangkan potensi sosial budaya dan keanekaragaam seni.

Jika Maja, berkembang sebagai Kota Satelit tidak menutup kemungkinan pengembangan ekonomi akan menyebar ke daerah sekitarnya seperti Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang. Posisi yang strategis ini sangat memudahkan untuk lebih berkembang dan maju. Kita harus mengupayakan slogan “Maja dan Keindahannya”, sebagai semangat modernisasi yang menjunjung potensi seni budaya dan kearifan lokal.

Pengembangan potensi Maja khususnya di Desa Sangiang dapat mengiring para pengunjung menyaksikan potensi yang ada di sekitarnya seperti Suaka Alam dan Ziarah Solear yang ada di Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang yang posisinya berbatasan dengan Kecamatan Maja atau pengunjung juga dapat menuju di pemukiman suku Badui di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak yang juga ada didekat dengan Maja. Potensi lokal harus bisa diberdayakan penduduk pribumi untuk dapat menjadi tuan rumah di kampung sendiri.

Aktivis dari DaruStationCommunity (DSC) sebuah penggerak komunitas masyarakat pedesaan yang peduli dengan transportasi umum dan pengembangan potensi penghijauan, sangat peduli akan upaya memajukan seluruh wilayah yang dilewati rel keretaapi khususnya di lintas barat yakni Rangkasbitung/Merak dan juga wilayah yang akan kembali di kembangkan untuk perjalanan keretaapi seperti wilayah Labuan, Pandegelang sebagai potensi wisata. Semoga kepedulian kita untuk terus memajukan transportasi umum dan penghijauan dapat memberikan arti yang baik bagi masyarakat sekitarnya untuk tetap peduli dan saling berbagi informasi dengan memanfaatkan media sosial seperti facebook, twiter, instragram dll, untuk memamerkan potensi yang baik dan memberikan kontribusi buat kehidupan dimasa depan.

(KangObay/5Mei2015)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>