Peron Stasiun Tigaraksa

Dimana Letak Stasiun Tigaraksa ?


Stasiun Tigaraksa
Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, perkembangan pembangunan terus menerus ditingkatkan hingga kewilayah Banten khususnya Kabupaten Tangerang. Perkembangan pertumbuhan penduduk sejalan dengan mengembangan transportasi umum. Sehingga pemerintah melalui Kementrian Perhubungan, RI melakukan membangunan stasiun diantara dua perumahan yang ada disekitarnya seperti perumahan Adyaksa dan perumahan Bukit Cikasungka dengan mengikut sertakan pihak pengembang swasta.

Tetapi dimanakan Letak Stasiun Tigaraksa ?

Semenjak pemindahan ibukota Kab.Tangerang di Kecamatan Tigaraksa, maka Pemkab.Tangerang melakukan pembenahan dan penataan semua infrastruktur yang ada termasuk pengadaan stasiun keretaapi. Namun sangat disayangkan letak dan posisinya sesungguhnya tidak berada di Kecamatan Tigaraksa tetapi berada di Kecamatan Solear hasil pemekaran Kecamatan Cisoka.

Perlukan perubahan nama Stasiun Tigaraksa ?

Sangatlah diperlukan sekali perubahan nama tersebut sesuai letak geografi dan historinya. Karena letaknya di Kecamatan Solear sebaiknya ada tambahan nama menjadi “Stasiun Solear Tigaraksa”. Hal ini dimaksudnya agar adanya pemerataan pembangunan dan petunjuk yang jelas.

Kenapa perlu di tambahan kata “Solear” ?

Hal ini dimaknakan dalam bahasa setempat dengan arti Soleh yakni Orang yang Soleh dan Lear yakni Tempat atau Lokasi. Sehingga dapatĀ  dikatakan bahwa Tempat atau lokasi bagi orang yang soleh. Ini juga ditandai dengan lokasi suaka alam dan tempat ziarah yang berada di Kecamatan Solear dekat dengan Perumahan Adyaksa. Ini dapat memancing pengunjung atau wisatawan lokal dengan menggunakan alat transportasi umum seperti Keretaapi baik KA Lokal Rangkasbitung/Ekspres Merak yang dikelolah PT KAI Daop 1 dan KCL MajaLine yang dikelolah PT KCJ yang semuanya berhenti di stasiun ini.

Apa akibat nama Stasiun Tigaraksa bagi penumpang KA ?

Adanya kesalahan tujuan menuju Kantor Pemda Kab.Tangerang di Kota Tigaraksa yang justru menjadi sangat jauh sekali jika dibandingkan turun di Stasiun Tenjo (Kab.Bogor) atau Stasiun Daru (Kab.Tangerang). Hal ini terbukti dari banyaknya pengunjung di Stasiun Daru yang akan menuju ke Kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional), Kantor Pengadilan Agama, Rutan Jambe kelas 1 Tangerang dll dengan menggunkan jasa tukang ojek tarif Rp.25.000 atau turun Stasiun Tenjo, yang memiliki penunjang angkutan umum yang banyak baik ukuran sedang maupun bus ukuran seperempat sepeti Bus Bulan Jaya dan Bus KJU dengan tarif Rp.5000 hingga Rp.10.000.

Adanya kesalahan petunjuk tempat/lokasi di media surat kabar dan online, jika terjadi gangguan perjalanan KA/KCL yang diakibatkan longsoran diperlintasan KA di Tigaraksa padahal lokasi berada di Desa Cikasungka, Kecamatan Solear, Kab.Tangerang. Lokasi keberadaan stasiun akan lebih tepat jika namanya lokasi juga disebutkan seperti “Stasiun Solear Tigaraksa”.

Menjadi pertimbangan buat kami untuk mengusulkan kepada pihak Pemkab Tangerang khususnya Dinas Perhubungan Kab.Tangerang, Kemenhub RI melalui Dirjen Perkeretaapian, PT KAI dan PT KCJ. Agar menjadi perhatian buat kita semua bahwa stasiun yang dibangun pada pada era orde baru bisa menyesuaikan perkembangannya dengan penambahan nama menjadi “Stasiun Solear Tigaraksa”. Dengan begitu adanya keselarasan keinginan warga masyarakat disekitarnya menjadi sebuah kebanggan tersendiri karena keberadaannya sesuai dengan lokasinya.

kami sangat mengaharapkan adanya solusi terbaik dengan perubahan nama ini sehingga menjadi moment yang tepat dan sesuai bagi kepentingan Bangsa dan Negara Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>