Jantungen Kulon, Mekarsari

Desa Mekarsari Di Ujung Barat Kabupaten Tangerang


Jantungen Kulon, MekarsariWilayah Kabupaten Tangerang yang teramat luas yang dahulu meliputi wilayah Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Meskipun begitu wilayah ini tetap menjadi pilihan tepat untuk kawasan pabrik dan perumahan dalam mengembangkan menjadi wilayah yang mandiri.

Namun ada satu wilayah di bagian Barat Kabupaten Tangerang yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bogor yakni Desa Mekarsari. Desa ini merupakan hasil pemekaran dari desa induknya yakni Desa Daru. Namun perlu kita ketahui bahwa wilayah ini dahulu juga masih termasuk Kecamatan Tigaraksa dan dimekarkan menjadi Kecamatan Jambe.

Sedikit yang bisa penulis ambil dan terangkai dalam rangkaian kata-kata menjadi sebuah kalimat cerita. Masukkan dari beberapa teman generasi muda Desa Mekarsari yang penulis dapatkan melalui alat komunikasi yang saat ini berkembang baik melalui media sosial facebook, Bbm dan WhatsApp maupun pertemuan langsung dengan para generasi muda.

Namun apa sebenarnya yang menjadi keinginan warga Desa Mekarsari adalah jalan desa yang masih belum diperbaiki sejak 30 tahun yang lalu. Meskipun Bupati Zaki Iskandar pada tahun 2013 telah meminta agar daerah perbatasan untuk diperhatikan oleh Camat Jambe, Rudi Lesmana dengan melakukan kunjungan kerja dan “…Hal hasil dilakukan pembangunan jalan betonisasi yang hanya dibangun didekat perbatasan Kabupaten Bogor dan terputus belum menyambung keseluruh Desa Mekarsari…”, pesan Abut warga Desa Mekarsari diperantauan melalui media sosial www.facebook.com/daru.station

Desa Mekarsari yang sesungguhnya memiliki beberapa kampung diantaranya yakni Jantungen Wetan, Jantungan Kulon, Jantungen Gembor, Jantungen Antir, Jantungen Buraset, Cirangrang dan Ciletik. Perbatasan desa di Kampung Jantungen Wetan dengan Desa Batok, Bogor dan Jantungan Kulon dengan Desa Pasar Rebo, Kampung Dungus Diuk, Bogor. Meskipun begitu wilayah ini tetap terasa tanpa perbedaan batas wilayah sekalipun.

Mata pencarian sebagian penduduk asli hanya mengandalkan sawah tadah hujan yang hanya bisa ditanam pada saat musim penghujan dan memelihara hewan peliharaan seperti ayam, kambing dan kerbau. Kebau sebagai hewan pembajak sawah dan ladang. Serta sebagian lainnya bekerja sebagai guru, pekerja sektor swasta, pegawai negeri sipil dan buruh. Namun begitu kehidupan ekonomi tetap berjalan dengan penuh kesederhanaan.

sawah mekarsari

Mungkin diantara kita ingin memahami makna arti Jantungen.Seperti ungkapan salah satu warga sebagai berikut,”….Kisah dahulu kala nenek moyang warga setempat memberikan nama tersebut yang berarti pertemuan dua aliran sungai disekitar pemakaman dimana terdapat jembatan sungai yang menjadikan pusat (jantung) dari pertemuan dua aliran sungai tersebut…”, kata Shiraj, saat berada diberanda rumahnya sambil bercerita. Konon cerita dahulu di wilayah sekitarnya sangatlah angker dan menyeramlan tetapi seiring perkembangan jaman dan tersedianya listrik masuk desa, suasana angker dan seram berlalu dengan terangnya lampu penerangan jalan.
Ada juga yang mengartikan bahwa nama jantungen berarti bunga pisang atau jantung pisang. “Hemm… memang angker di salah satu aliran sungai Jantungen, ada yg dinamakan sumur gagu di jembatan sasak belakang pesantren Haji Iding, di situ sumurnya dalam sekali, orang bilang luput gantar… “, ujar Nia, salah satu warga setempat yang menyampaikan pesan melalui bbm (BackBerry massager) saat berada diperjalanan KCL (Kereta Commuter Line) Tanah Abang – Daru.

Kehidupan beragama pada masyarakat setempat terutama beragama Islam, banyak diantaranya para orang tua penduduk asli menyekolahkan anak-anak mereka di pesantren bahkan hingga ke sekolah tinggi dan mengembangkan ilmu agama Islam di sekitar perkampungan di Desa Mekarsari. Sampai tahun 2015 tercatat 17 pesantren yang hampir rata-rata dikelolah di sekitar rumah mereka dan perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah.

pesantren
Masih tetap kita membahas jalan betonisasi yang menjadikan harapan warga Desa Mekarsari. “….Jalan sebagai urat nadi dari sebuah kemajuan dan perkembangan ekonomi…”, ujar Rohadi melalui WhatsApp yang merupakah tokoh pemuda Jantungen. Kemajuan ini menjadikan harapan mereka untuk memajukan desa dan nilai-nilai tradisional masyarakat setempat agar dapat lebih dikembangkan dengan cara modernisasi melalui teknologi dan informasi yang berkembang saat ini. Kita semua berharap agar pada tahun 2015 ini, jalan betonisasi Desa Mekarsari di ujung barat Kabupaten Tangerang, Banten dapat dirasakan oleh kita semua.

(KangObay,8May2015)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>